Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
JANGAN ASAL TUDUH
Tersebar isu bahwa aksi teroris dikaitkan dengan kelompok Islam tertentu yang mereka sebut dengan kelompok Wahabi.Padahal,negara kita mengakui asas hukum praduga tak bersalah.Artinya,selagi belum terbukti bersalah secara hukum,maka individu maupun kelompok manapun tidak bisa didakwa.Memojokkan kelompok hanya akan membuat suasana kian rumit dan tidak nyaman dan menambah tumpukan pekerjaan aparat.Kehidupan berbangsa dan bernegara pun menjadi kering dan masyarakat jadi saling curiga.
Pengaitan aksi terorism dengan kelempok Wahabi merupakan bola api liar yang sangat berbahaya dan bisa mengenai siapa saja yang memperjuangkan pemurnian Islam.Saling lempar tuduhan,seperti menyatakan bahwa kelompok teroris adalah meraka yang suka membid'ahkan kelompok lain,bisa mengenai organisasi besar yang ada di Indonesia seperti Muhammadiyah,Al-Irsyad,Persis dan kelompok mana saja yang memperjuangkan kemurnian dan keutuhan ajaran Islam.
Seharusnya para tokoh agama dan ulama lebih bijaksana dan arif dalam menyikapi kejadian ini dan berusaha semaksimal mungkin mengungkap akar aksi terorisme itu,bukan menuduh dan membiaskan masalah dengan melempar isu Wahabi.
Sebenarnya Wahabi merupakan firqah sempalan Ibadhiyah Khawarij yang timbul pada abad kedua Hijriyah.Sebutan wahabi dinisbabkan kepada tokoh sentral Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum yang wafat tahun 211 H.Wahabi merupakan kelompok yang sangat ekstrim kepada Ahli Sunnah,sangat membenci Syiah dan sangat jauh dari Islam.
Untuk menciptakan permusuhan di tengah kaum Muslimin,maka kaum Imperialis dan kelompok penjilat dari kalangan kaum munafikun memanfaatkan kondisi ini dengan menyematkan baju lama (Wahabi) dengan berbagai macam atribut penyimpangan dan kesesatannya untuk menghatamkan dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab atau setiap dakwah mana saja yang mengajak imtik memurnikan Islam dan mengajak kepada tauhid yang shahih.
Karena dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab sanggup merontokkan singgasana kebatilan,menghancurkan angan-angan kaum durjana dan melumatkan tahta agen-agen asing,maka dakwah Syaikh Muhammad dianggap sebagai penghalang yang mengancam eksistensi mereka di negri-negri Islam.Contohnya,Inggri menggulirkan isu Wahabi di India,Prancis menggulirkan isu Wahabi di Afrika Utara,bahkan Mesir menuduh semua kelompok menegakkan dakwah tauhid dengan sebutan Wahabi.Italia juga mengipaskan tuduhan Wahabi di Libia.Belanda di Indonesia,bahkan menuduh Imam Bonjol yang mengobarkan perang Padri sebagai kelompok yang beraliran Wahabi.Semua itu,mereka lakukan karena mereka sangat ketakutan terhadap pengaruh dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab yang mengobarkan jihad melawan Imperialisme di masing-masing negri Islam.
Kaum Imperialisme menyerang dakwah Syaikh Muhammad meminjam tangan-tangan jahat yang berhati busuk dan kaum munafik yang berotak kriminil,yang secaara lahir berbaju Islam dan menyematkan simbol agama,tapi sesunggugnya manusia bayaran yang siap menghacurkan Islam dari dalam dan menjadi musu dalam selimut.Mereka menuduh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan pengikutnya dengan tuduhan keji dan kotor.
Ada tiga jelis tuduhan buruk yang mereka lancarkan kepada Syaikh Muhammad,yaitu:
1).Tuduhan yang berasal dari para tokoh agama yang memutarbalikkan kebenaran,yang hak dikatakan batil dan sebaliknya.Mereka yakin,mendirikan bangunan masjid di atas kuburan,berdo'a dan meminta bantuan kepada mayit dan semisalnya merupakan bagian dari petunjuk Islam.Dan siaoa yang mengingkari hal tersebut dianggap membenci orang-orang shalih dan para wali.
2).Mereka orang-orang berilmu tapi tidak mengetahui secara benar siapa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan dakwah hak yang beliau bawa.Mereka hanya mendengar tentang beliau dari para penganut aliran sesat yang tidak senang Islam kembali jaya,sehingga mereka mencela Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan dakwahnya serta sangat antipati terhadap sebutan Wahabi.
3).Ada sebagian dari mereka takut kehilangan posisi dan popularitas karena dakwah salifiyah dan tauhid masuk wilayah mereka,yang alhirnya menumbangkan proyek raksasa yang mereka bangun siang malam.
Padahal,dakwah Syaikh Muhammad merupakan proses kelanjutan dari dakwah Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam,para sahabat,para tabi'in dan para imam As-Sunnah seperti Imam Abu Hanifah,Imam Malik,Imam Syafi'i,Imam Ahmad bin Hambal,Imam al-Auza'i,Imam ast-Tsauri,Imam Bukhari,Imam Muslim,Imam Abu Hatim,Abu Zur'ah dan Imam Ibnu Mubarak,yaitu kelanjutan dari dakwah tauhid berupa penegakkan Sunnah dan penentangan terhadap bid'ah.
Siapa yang mengetahui secara utuh dan benar hakikat dakwah yang disebarkan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab,silahkan baca kita-kitab beliau seperti kita Tauhid,Kasyfu asy-Syubhat,Ushul ats-Tsalatsah dan Rasail beliau.Buku-buku tersebut telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan sudah banyak beredar.
SEMUA TERFITNAH
Sungguh,aksi bunuh diri yang diklaim sebagai bom jihad telah mencabik-cabik nurani setiap insan.Apakahia kafir,muslim,munafik,fasik semua memiliki penilian yang sama. "Sungguh keji biadab,tak berperikemanusiaan!" begitu mereka memberi penilaian.Apalagi saat media menampilkan kondisi korban yang tak berdosa,perut terburai,isi kepada beratakan,anggora badan tercerai berai.Ditambah dengan air mata janda,anak yatim dan juga anaknya karena menjadi korban ledakan,maka tak lagi tersisa simpati pada aksi dan juga pelaku bom bunuh diri.
Lihatlah ke belakang,bagaimana umat Islam di belahan dunia begitu diintimidasi paca tragedi WTC.Umat Islam diserang,masjid dihinakan,ekspansi gabungan pasukan Nato pun segera digelar,mereka menyerbu negeri-negeri kaum Muslimin.Begitu juga pasca peledakan bom yang dilakukan oleh kelompok Amrozi CS,Noordin M.Top,maka umat Islam semakin ketat diawasi dalam menjalankan syariat-Nya.
Pemerintah dan jajaran aparat keamanan semakin ketat mengawasi setia acara kajian.Orang berjenggot panjang diamati secara berlebihan.Orang tua cemas dan ketakutan saat menyaksikan anak-anaknya berjenggot dan bercelana cingkrang atau anak wanitanya sudah bercadar hitam.Oran yang menjalankan sunna,di tempat kerja dicurgai atasan dan rekan dan di masyarakat menjadi pusat perhatian dan dicurigai secara berlebihan.Walhasil,umat Islam secara umum dan Ahli Sunna khususnya senantia dicurigai bahkan seringkali diintimidasi.Mereka diteror disetiap tempat saat menjalankan syariat Islam dan mengikuti As-Sunnah Nabi-Nya.
Bahkan,ada kasus yang memprihatinkan,ada warga yang tidak dilayani membuat KTP (Kartu Tanda Penduduk) hanya karena ia dan keluarganya teguh menjalankan As-Sunnah.Ada seorang ibu yang begitu ketakutan untuk berkunjung ke rumah anaknya,alasanya,takut anaknya tiba-tiba ditangkap aparat karena jenggotnya panjang,celanya cingkrang dan menantunya suda bercadar hitam.Sungguh,umat yang awam tak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.Mana yang kelompok teroris dan mana yang bukan,semua dianggap sama.
Maka akhirnya banyak yang tak tahan dihantam badai fitnah.Yang berusaha istikomah menegakkan sunnah menjadi ragu dengan syariat Islam,karena ia tak tahan manaka dikucilkan oleh kerabat dan lingkungan,karir dihambat,bahkan rezekinya pun ikut dipampat.
ISTIKOMAH MELAWAN TEROR
Demikianlah pada akhirnya,umat Islam secara umum dan ahlu Sunnah khususnya menjadi terteror lahir dan batinnya.Mereka diteror oleh tindakan radikal yang diciptakan oleh para pelaku bom bunuh diri.Mereka di teror dengan perlakuan dan berbagai prasangka buruk yang di tujukan terhadapnya.Diteror aparat yang semakin bercuriga dan mengetatkan pengawasan atas segala gerak ibadah dan muamalahnya.Diteror oleh keluarganya,kerabat dan masyarakat di sekitarnya.Diteror majikan,atasan atau rekan kerjanya.
Maka jangan heran bila ada orang yang menyindir, "Wah,ternyata kau belum tertangkap juga,ya?" Begitulah kiri mereka menghina umat Muhammad dengan meledeknya sebagai kelompok teroris.Kini para pecinta sunnah bernar-benar lengkap menjalani teror keimanan.Dan semoga Alla Ta'ala senantiasa menguatkan tali iman kta.
Berlanjut Pada Pembahasan Yang Kedua: SALAH KAPRAH DALAM MEMAHAMI JIHAD
JIHAD MELAWAN TEROR MEMBONGKAR AKAR TERORISME & RADIKALISME
penulis: Ust.Zaenal Abidin Bin Syamsudin
editor: Tim Editor Rumah Penerbit Al-Manar
penerbit: rumah penerbit al-manar
[CV.Menara Indo Pena]
e-mail: pernerbitalmanar@yahoo.com
cetakan: pertama,Syawal 1430 H/Oktober 2009 M
kedua,Jumadil Awal 1432 H/April 20011 M
penyebar: Abdul Rahman Bin Muis
e-mail: rahmanmuis@rocketmal.com
0 komentar:
Posting Komentar