Jumat, 31 Maret 2017

MISTERI AKHIR ZAMAN ~ DAJJAL

PARA NABI MENGINGATKAN KAUM MEREKA DARI PERKARA DAJJAL

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu'anu,dia berkata,Rasulullah Shallallahu'alihi wa sallam bersabda,
"Tidak ada seorang nabi pun,kecuali dia telah mengingatkan umatnya dari si buta sebelah yang pendusta (Dajjal).Ketahuailah,sesungguhnya dia buta sebelah,dan sesungguhnya Rabb kalian tidak buta sebelah; di antara kedua matanya tertulis ka-fa-ra."  (Diriwayatkan oleh al-Bukhari,.no.7131;dan Muslim,no.2933.)

Sabda beliau,"Tidak ada seorang nabi pun,kecuali dia telah mengingatkan umatnya dari si buta sebelah yang pendusta (Dajjal),"maksudnya ,dia menakut-nakuti mereka dengannya.Dan ini tidak bertentangan dengan hadits yang tsabit bahwa ia akan dibunuh oleh Isa bin Maryam setelah turun dan berhukum dengan syariat Muhammad,kerena tepat waktu keluarnya tidak mereka ketahui ketika mereka mengingatkan kaum mereka.Dan seperti ini juga dipahami hadits yang terdapat pada sebagian jalur periwayatannya,

"Apabila ia keluar sementara aku masih hidup di tengah-tengah kalian,maka akulah yang melawannya,"

sebagaimana yang akan dibawakan nanti.Yang demikian itu beliau ucapkan sebelum mengetahui secara jelas waktu keluarnyya serta ciri-cirinya,kemudian setelah itu beliau diberitahukan waktu keluarnya maka beliau pun mengabarkannya,berdasarkan asumsi bahwasanya ketidakjelasan tersebut disebabkan adanya kemungkinan terjadinya tanda-tanda akan munculnya Dajjal berkaitan erat dengan satu syarat,sehingga apabila syarat itu tidak ada,maka akan tergambarkan keluarnya dajjal tanpa adanya tanda-tanda muncul.Sama sepertinya rasa takut para nabi dan rasul sekalian dari siksa yang pedih padahal sudah tetap keterjagaan dan keamanan mereka.Seperti itu juga rasa takut (khassyah) sepuluh sahabat yang telah dijamin masuk surga melalui lisan penghulu para rasul,Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam.

Dari abu Hurairah Radhiyallahu'anhu,dia berkata,Rasulullah Shallallahu'alihi wa sallam bersabda,

"Maukah aku ceritakan kepada kalian sebuah hadits tentang Dajjal yang telah diceritakan oleh nabi (sebelumku) kepada kaumnya? Sesungguhnya dia buta sebelah,dan sesungguhnya dia akan daang dan bersamanya permisalan surga dan neraka.Yang dia katakan sebagai surga,pada hakikatnya adalah neraka.Dan sesungguhnya aku memperingatkan kalian sebagaimana Nabi Nuh memperingatkan kaumnya dengannya."  (Diriwayatkan oleh al-Bukhari,no.7138l;dan Muslim,no.2936.)

Apabila ada yang bertanya,"Mengapa beliau hanya menyebutkan Nabi Nuh?" Saya jawab,"Karena Allah Ta'ala berfirman,

"Dia telah mensyariatkan bagimu tentang agama apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh."(Asy-Syura:13).

Ath-Thibi Rahimahullah menyebutkan,"Dalam hadits di atas terdapat indikasi bahwa ini akan terwujud -jika benar- bahwa semua nabi sebelum beliau telah memperingatkan kaumnya,sehingga dibiarkan seperti makna zahirnya bahwa Nabi Nuh adalah yang pertama memberikan peringatan itu.Ini diperkuat oleh sebuah hadits,

'Sesungguhnya tidak ada seorang nabi pun setelah Nuh,kecuali dia pasti memperingatkan kaumnya dari Dajjal.'

Dan nabi Nuh didahulukan penyebutannya dalam ayat ini,karena dia adalah yang pertama kali ada di antara para Rasul Ulul Azmi*.Karena itu dalam ayat lain Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam didahulukan penyerbutannya atas Ulul Azmi yang lain,karena beliau melebihi mereka dalam hal derajat,yaitu firman Allah Subahana Wa Ta'ala,

'Dan (ingatlah) ketika kami mengamlbil perjanjian dari nabi-nabi dan darimu (sendiri),dari Nuh,Ibrahim,Musa,dan Isa putra Maryam,dan Kami telah mengambil dari mereka perjanian yang teguh.' (Al-Ahzab:7).

Lima nabi tersebut adalah para rasul Ulul Azmi,dan penyebutan mereka terkumpul pada dua ayat di atas. Wallahu a'lam."

NABI MEMOHON PERLINDUNGAN DARI FITNAH DAJJAL DAN MEMERINTAHKAN ORANG-ORANG MUKMIN UNTUK MEMOHON PERLINDUNGA DARINYA

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu,dia berkata,"Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,

'Mohonlah perlindungan kepada Allah dari azab kubur.Mohonlah perlindungan kepada Allah dari azab Neraka Jahanam.Mohonlah perlindungan kepada Allah dari fitnah al-Masih Dajjal.
Mohonlah perlindungan kepada Allah dari fitnah hidup dan sesudah mati."  (Shahih:Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Kitab al-Jana'iz,no.1377,Muslim dalam Kita al-Masajid,no.128,130,131,dan 133;at-Tirmidzi dalam sunannya,no.3604;Ahmad dalam Musnandnya,2/414,426,454,467 dan 468;Ibnu Majah,.no909;dan ad-Darimi,1344/1345.)

Dari Zaid bin Arqam ia berkata,"Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam berdoa,

'Ya Allah,sesungguhya aku berlindung kepadaMu dari sifat lemah (dari berbadah kepadaMu),malas,pengecut,pelit,(lemah karena tua,azab kubur dan fitnah Dajjal.Ya Allah,berikan jiwaku takwanya,dan sucikan dia;sesungguhnya Engkau sebaik-baik yang mensucikannya,Engkau-lah Penolong dan Penjaganya.Ya Allah sesungguhnya kau berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat,hati yang tidak khusu',jiwa yang tidak pernah puas dan doa yang tidak di kabulkan."  (Al-Mustadrak,1/716.)

Dari Aisyah Radhiyallahu'anha ia berkata,"Rasulullah Shallallahu'alahi wa sallam berdoa,

"Ya Allah,sesungguhya aku berlindung kepadaMu dari sifat malas,lemah karena tua,berbuat dosa,dan terlilit hutang,aku berlindung kepadaMu dari fitnah dan azab kubur,dari fitnah dan azab nerak,dan dari keburukan fitnah kekayaan.Aku berlindung kepadaMu dari fitnah al-Masih Dajjal.Ya Allah,bersihkanlah dariku dosa-dosaku dengan air,es,dan embun;sucikan hatiku dari dosa sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari noda;jauhkan antara diriku dosa-dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat."  (Muslim meriwayatkan hadits semisal di dalam Kitab al-Masajid,no.589;at-Tirmidzi ,no.3494;Abu Dawud,no.1542,dan lainya.)

Dari Aisyah istri Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam,ia menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam berdoa dalam shalatnya,

"Ya Allah,sesungguhya aku berlindung kepadaMu dari azab kubur,aku berlindung kepadaMu dari fitnah al-Masih Dajjal,akau berlindung kepadaMu dari fitnah hidup dan sesudah mati,Ya Allah,sesungguhya aku berlindung kepadaMu dari berbuat dosa dan dililit hutang."Ada yang berkata kepada beliau,"Betapa sering engkau memohon perlindungan dari dililit hutang.
"Beliau bersabda,"Sesungguhnya seorang jika telah dililit hutang,dia akan berbicara kemudian berdusta,dan dia berjanji kemudian ingkar."  (Shahih:Diriwayatkan oleh al-Bukhari,no.832 dan no.6375;Muslim dalam al-Masajid,128/129;at-Tirmidzi,no.3495;dia berkomentar."Hadits Hasan Shahih,"dan lainnya.)

HIKMAH DARI KELUARNYA DAJJAL

Al-Qadhi Iyadh Rahimahullah berkata,"Hadits-hadits yang disebutkan oleh Muslim dan lainnya yang berkaitan dengan fitnah Dajjal adalah merupakan madzhab ahlul haq dalam hal kebenaran wujudnya.Ia benar-benar ada; dengannya Allah menguji hamba-hambaNya,dan menjadikannya mengusai beberapa perkara yang merupakan kekuasaan Allah Ta'ala,berupa menghidupkan orang yang telah di bunuh terlebih dahulu,munculnya gemerlap dunia dan tanah yang subur bersamanya,sungai surga dan nerakanya,perihal isi bumi yang mengiringnya,perintahnya agar langit menurunkan hujan maka hujan pun turu,serta perintahnya agar bumi menumbuhkan tumbuhan lalu bumi pun menumbuhkan tumbuhan.Semua itu terjadi berkat kuasa dan kehendak Allah Ta'ala kemudian setelah itu Allah menjadikannya tidak kuasa,sehingga ia tidak mampu membunuh laki-laki itu,tidak uga yang lainnya,serta perintahnya tidak mujarab lagi.Orang-orang yang mengingkari keberadaan Dajjal menyangka bahwa seandainya Dajjal benar tentu ia tidak akan dikuatkan dengan mukjizat-mukjizat para Nabi.

Perkataan mereka ini salah,karena Dajjal tidak pernah mendakwa dirinya sebagai nabi sehingga hal-hal di atas bisa dikatakan sebagai justifikasi (pembenaran) terhadap dakwaannya.Melainkan ia mengklaim diri sebagai tuhan,sementara pada saat yang bersamaan klaimnya itu didustakan oleh gambaran kondisinya,oleh sebab adanya bukti-bukti baru pada dirinya,kekurangan sosok jasmaninya,ketidakmampuannya menghilangkan cacat yang ada pada matanya,serta ketidakmampuannya menghilangkan saksi kekafirannya yang tertera di antara kedua bola matanya.Karena bukti-bukti ini dan juga yang lainnya tidaklah akan terpedaya oleh Dajjal kecuali orang-orang yang lemah untuk menutupi hajat dan kebutuhannya,atau karena takut dari siksaannya.Karena begitu besarnya fitnah Dajjal menjadikan akal terkesima dan hati keheranan.Disertai kecepatan geraknya,ia tidak pernah diam seukuran waktu yang cukup buat orang-orang lemah untuk mencermati keadaannya,bukti-bukti baru padanya,serta cacatnya sehingga ia dibenarkan oleh orang-orang yang membenarkannya pada kondisi ini.

Oleh karena itu para Nabi telah memperingatkan umatnya dari fitnahnya,serta menjelaskan cacat dan bukti kebatilannya.Adapun orang-orang yang diberikan taufik,mereka tidak terpedaya dengannya dan tidak tertipu dengan keajaiban-keajaiban yang dibawanya seperti yang telah kita sebutkan,dan juga karena ilmu yang telah mereka miliki sebelumnya tentang keadaaanya.Oleh karena itu laki-laki yang ia bunuh kemudian ia hidupkan kembali berkata,"Tidaklah bertambah padaku tentangmu,kecuali keyakinan (akan kedustaanmu)." (Diriwayatkan oleh Muslim,no.2938. Ini adalah akhir perkataan beliau.  Syarh Shahih Muslim,karya an-Nawawi,18/58-59 dengan sedikit penyesuaian.)

APA HIKMAH TIDAK DISEBUTKANNYA DAJJAL SECARA TEGA DALAM AL-QUR'AN'AL-KARIM?

Terdapat banyak pernyataan tentang hikmah tidak disebutkannya nama Dajjal dengan tegas di dalam al-Qur'an al-Karim,padahal telah disebutkan (dalam banyak hadits) tentang keburukan dan besar fitnahnya,serta peringatan para Nabi darinya dan perintah untuk berlindung dari fitnahnya hingga di dalam shalat.

Al-Hafizh Ibnu Hajar memberikan tiga jawaban terhadap permasalahan ini,

Pertama:Firman Allah Ta'ala,

"Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Rabbmu,tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu,atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya." (Al-An'am:158).

At-Tirmidzi telah meriwayatkan dan dia menshahihkannya,dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu dan dia memarfu'kannya kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam beliau bersabda,
"Tiga hal apabila telah keluar maka iman mereka tidak bermanfaat sama sekali bagi iwa yang tidak beriman sejak sebelumnya: Dajjal,dabbah (binatang besar),dan terbitnya matahari dari tempat terbenamnya."(Shahih:Diriwayatkan oleh Muslim,no.158; Ahmad dalam Musnadnya,2/445 dan 446;dan at-Tirmidzi,hal.3027.)

Kedua:Terdapat isyarat dalam al-Qur'an tentang akan turunnya Nabi Isa bin Maryam,yaitu dalam Firman Allah Ta'ala,

"Tidak ada seorang pun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepadanya (Nabi Isa) sebelum kematiannya."  (An-Nisa:159).

Dan dalam firmanNya,

"Dan sesungguhnya dia (Nabi Isa) itu benar-benar menjadi pertanda akan datangnya Hari Kiamat."  (Az-Zukhruf:61).

Telah shahih bahwa Nabi Isa Alaihi salam yang akan membunuh Dajjal,maka Allah mencukupkan dengan menyebutkan salah satu dari keduanya.Dan karena Dajjal (juga) digelari dengan al-Masih sebagaimana Nabi Isa digelari al-Masih,akan tetapi bedanya adalah Dajjal Masih adh-Dhalalah (yang menebar kesesatan),sedangkan Isa Alaihi salam adalah Masih al-Hidayah (yang menebar petunjuk).

Ketiga:Sengaja ia tidak disebutkan untuk menghinakannya.

Jawaban ketiga ini memiliki sisi lemah,bisa dibantah karena Allah telah menyebutkan Ya'juj dan Ma'juj dalam al-Qur'an,dan fitnah yang dibawa oleh mereka tidak lebih rendah dari fitnah yang dibawa oleh Dajjal dan yang sebelumnya.

Imam al-Bulqini memberikan jawaban bahwa ia telah mencermati semua orang-orang yang merusak yan disebutkan dalam al-Qur'an,dan ia menemukan semua mereka yang disebutkan adalah orang-orang yang telah berlalu (masanya) dan usai perkaranya.Adapun mereka yang belum datang sama sekali,maka seorang pun dari mereka tidak ada yang disebutkan.

Namun jawaban yang disebutkan oleh Imam al-Bulqini ini tertolak,karena di dalam al-Qur'an disebutkan Ya'juj dan Ma'juj dan mereka termasuk orang-orang yang merusak dan perihal mereka belum berlalu sama sekali.

Terdapat dalam Tafsir al-Baghawi bahwa Dajjal telah disebutkan di dalam al-Qur'an dalam FirmanNya,

"Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia."  (Al-Mukmin:57),

bahwa yang dimaksud dengan manusia di sini adalah Dajjal,yakni penyebutan semua untuk sebagian.Tafsir ini jika tsabit merupakan jawaban yang paling bagus sehingga termasuk kedalam kelompok perkara yang menadi tuga Nabi untuk menelaskannya.Dan ilmu yang benar ada di sisi Allah Ta'ala.  (Fatg al-bari,13/98.)

KONDISI MANUSIA MENJELANG KELUARNYA DAJJAL

Dari Nafi' bin Uqbah ia berkata,"Rasulullah Shallallahu'alahi wa sallam bersabda,

'Kalian akan memerangi jazirah Arab,lalu Allah menaklukkannya,kemudia Persia dan Allah menaklukkannya.Kemudian kalian akan memerangi Romawi lalu Allah menaklukkannya.Kemudian kalian akan memerangi Dajjal,lalu Allah menaklukkannya."  (Shahih:Diriwayatkan oleh Muslim,no.2900; dan Ibnu Majah,no.4091.)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu ia berkata,"Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,

'Kiamat tidak akan terjadi hingga orang-orang Romawi singgah di al-A'maq atau Dabiq (dua nama tempat di negri Syam).Lalu akan keluar menghadapi mereka sebuah pasukan dari Madinah dari penduduk-penduduk bumi pilihan pada hari itu.Apabila mereka telah berhadapan,orang-orang Romawi berkata,'Biarkan kami memerangi orang-orang yang telah menawan orang-orang kami.'Orang-orang Islam berkata,'Tidak.Demi Allah,kami tidak akan membiarkan kalian memerangi saudara-saudara kami.'Mereka pun memeranginya;maka sepertiga pasukuan kaum Muslimin melarikan diri,Allah tidak akan menerima taubat mereka selamanya,dan sepertiga yang lain terbunuh,mereka adalah syuhada' yang paling utama di sisi Allah,dan sepertiga mereka menaklukkan musuh,mereka tidak akan terfitnah selamanya dan mereka menaklukkan Konstantinopel.Pada saat mereka sedan membagi harta rampasang peran,dan mereka telah menggantung pedang-pedang mereka pada pohon zaitun,tiba-tiba setan berseru,'Sungguh al-Masih telah berada di tengah-tengah anak-istri kalian!'Mereka pun segera berlarian,dan yang demikian itu tidak benar.Manakala mereka mendatangi Syam,ia keluar.Ketika mereka sedang mempersiapkan perang,tiba-tiba dikumandangkalah iqamat shalat.Maka Isa bin Maryam turun lalu menjadi imam mereka.Apabila musuh Allah melihatnya,ia mencair sebagaimana garam yang mencair di dalam air,seandainya Nabi Isa membiarkannya niscaya ia akan mencair hingga binasa.Akan tetapi Allah membinasakannya lewat tanganya,lalu memperlihatkan kepaa mereka darah Dajjal pada tombak Isa Alaihi salam."  (Shahih:Diriwayatkan oleh Muslim,no.2897.)

Dari Abdulullah bin Mas'ud Radhiyallahu'anhu ia berkata,"Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,

'Sesungguhnya Kiamat tidak akan teradi hingga harta warisan tidak dibagi dan orang tidak merasa senang dengan harta rampasan perang."Kemudian beliau menunjuk ke arah Syam,seraya bersabda,"Musuh akan berkumpul memerangi orang-orang Islam,dan sebaliknya orang-orang Islam berkumpul untuk memerangi mereka -yakni Romawi-.Pada hari pertama,kaum Muslimin mengirim sebuah pasukan siap untuk mati,tidak kembali kecuali menang.Maka mereka pun berperang hingga mereka dipisah oleh malam,lalu masing-masing dari kedua belah pasukan kembali,semua tidak ada yang menang,dan pasukan ini gagal.Pada hari berikutnya,kaum Muslimin kembali mengirim sebuah pasukan siap untuk mati,tidak kembali kecuali menang.Mereka pun berperang hingga mereka dipisahkan oleh malam,lalu kedua belah pasukan kembali masing-masing kembali tanpa kemenangan,dan pasukan ini pun gagal.Pada hari ketiga,kaum Muslimin kembali mengirim pasukan siap untuk mati,tidak kembali kecuali membawa kemenangan.Maka mereka berperang sampai sore,lalu masing-masing kembali tidak ada yang menang,dan pasukuan ini pun gagal.Ketika tiba pertempurang hari keempat,orang-orang yang tersisa dari pasukan kaum Muslimin bangkat (dan maju) memerangi mereka,sehingga Allah menjadikan kekalahan atas para musuh; sampai kaum Muslimin berhasil membunuh mereka dalam (jumlah korban) yang tak pernah terlihat sebelumnya,bahkan sampai seekor burung yang terbang melewati bangkai-bangkai mereka,ia tidak sampai melwati merak sehingga jatuh mati (karena kelelahan disebabkan panjang dan luasnya arena gelimpangan mayat tersebut).Orang-orang Romawi satu sama lain saling menghitung (jumlah pasukannya yang tersisa) yang sebelumnya masih seratus orang,tetapi kaum Muslimin tidak menemukan kecuali satu orang laki-laki,maka dengan harta rampasan apa ia kan merasa bahagia? atau warisan mana yangdibagi? Manakala mereka sedang seperti itu,tiba-tiba mereka mendenga musibah/perkara yang lebih besar dari itu.Mereka didatangi penyeru bahwa Dajjal telah berada di tengah-tengah istri dan anak mereka,maka mereka melepas apa yang ada di tangan mereka dan segera menyongsong,kemudian mereka mengutus sepuluh penunggang kuda sebagai pasukan pengintai."

Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam melanjutkan sabdanya,

"Sungguh akau benar-benar mengetahui nama mereka,nama bapak-bapak mereka,dan warna kuda-kuda mereka.Mereka adalah sebaik-baik tentara di Muka bumi pada saat itu atau termasuk sebaik-baik tentra di Muka bumi pada saat itu."  (Diriwayatkan oleh Muslim,no.2899.)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu bahwa Nabi Muhammada Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,

"Pernahkah kalian mendengar sebuah kota yang salah satu sisinya berada di darat dan sisinya yang lain berada di laut?"  (Yang dimaksudkan dengan kota ini adalah Konstantinopel,sebagaimana disebutkan di dalam Syarah Shahih Muslim,karya an-Nawawi dalam pembahasan hadits ini,  (ed.T.)

Mereka (para sahabat) me"Ya,wahai Rasulullah (kami perenah mendengarnya)."Beliau bersabda,"Kiamat tidak akan terjadi sehingga kota tersebut diperangi oleh tujuh puluh ribu dari keturunan Ishaq.Apabila mereka telah datang,mereka turun.Mereka tida berperang dengan pedang,tidak pula dengan panah; mereka mengucapkan 'Lailaha illallah wallahu akbar (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah,dan Allah Maha Besar),'maka salah satu sisinya jatuh." Tsaur bin Zaid sang rawi berkata,"Saya tidak tahu,kecuali beliau mengatakan,"Yang dilaut." "Kemudian kedua kalinya mereka kembali mengucapkan 'Lailaha illallah wallahu akbar',maka sisi yang lain jatuh.Kemudian mereka mengucapkan
'Lailaha illallah wallahu akbar' yang ketiga kali,maka kota tersebut berhasil mereka taklukkan dan mereka pun memasukinya sehingga mereka memperoleh ghanimah (harta rampasan).Pada saat mereka sedang membagi-bagi ghanimah,tiba-tiba penyeru datang kepada mereka dan mengatakan,'Sesungguhnya Dajjal telah keluar,' maka mereka pun meninggalkan segala sesuatu dan mereka pun pulang."
(Diriwayatkan oleh Muslim,no.2920.)

Dan dari Mu'adz bin Jabal Radhiyallahu'anhu ia berkata,"Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
'Kemakmuran Baitul Maqdis merupakan tanda bakal kehancuran Yastrib (Madinah); kehancuran Yastrib (Madinah) merupakan tanda bakal terjadinya peperangan besar (antara penduduk Syam dengan orang Romawi); terjadinya peperangan besar tersebut adalah tanda penaklukan Konstantinopel; penaklukan Konstantinopel adalah tanda akan keluarnya Dajjal."   (Diriwayatkan oleh Abu Dawud,no.4294 dan Ahmad,no.21518.)

Dan dalam hadits Jabir bin Abdullah,dari Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,

"Dajjal keluar pada saat agama lemah dan ilmu ditinggalkan."  (Shahih:Diriwayatkan oleh Ahmad,3/367 dan sanadnya shahih sebagaimana dalam Majma'az-Zawa'id,7/344.)

Maksudnya,bahwa Dajjal akan keluar pada saat agama lemah dan orang-orang yang komitmen dengannya sedikit serta pengikut kebatilan menang atas pengikut kebenaran,sehingga kejelekan dan penganutnya menjadi tersebar.Diambil dari ungkapan jika kebanyakan malam telah berlalu,atau yang artinya goncang,atau yang artinya mengantuk,yaitu bahwa agama itu lemah,diambil dari ungkapan yang artinya tidur ringan.

DI MANA BANGSA ARAB PADA SAAT KELUARNYA DAJJAL?

Dari Ummu Syarik Radhiyallahu'anha bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,

"Manusia benar-benar lari dari Dajjal ke gunung-gunung." Ummu Syarik bertanya,"Wahai Rasulullah,lalu di mana orang Arab ketika itu?" Beliau menjawab,'Mereka Sedikit'."  (Shahih:Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab al-Fitan.no.2945;dan at-Tirmidzi.no.3930.)

Dan dalam hadits Aisyah Radhiyallahu'anha ia berkata kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam,

"Lalu di mana bangsa Arab ketika itu?"Beliau menjawab,"Bangsa Arab ketika itu sedikit."  (Shahih:Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad,6/75-76.)

CIRI-CIRI DAJJAL

Dari Ibnu Umar Radhiyallahu'anhu ia berkata,"Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,

'Sesungguhnya ia berbadan besar,berkulit merah,berambut keriting,dan buta sebelah seakan-akan biji anggur yang menonjol'."  (Shahih:Diriwayatkan oleh al-Bukhari,no.3440;dan Muslim dalam kitab al-Fitan,no.100.)

Juga dari Ibnu Umar Radhiyallahu'anhu bahwa Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,

"Ketika saya sedang tidur,saya melihat (dalam mimpi) diri saya thawaf mengelilingi Ka'bah.Tiba-tiba ada laki-laki berkulit sawo matang,berambut lurus,di kepalanya menetes atau mengalir air.Saya bertanya,'Siapakah orang ini?'Orang-orang menjawab,'Ibnu Maryam,' kemudian saya menoleh.Tiba-tiba ada laki-laki berbadan besar,berkulit merah,berambut keriting,buta sebelah matanya seperti biji anggur yang menonjol.Mereka berkata,' Ini Dajjal.'Orang yang paling mirip dengannya adalah Ibnu Qathan,yaitu seorang laki-laki dari Bani Khuza'ah."  (Diriwayatkan oleh al-Bukhari,no.7128;dan Muslim,no.171.)

Sabda beliau,

"Kemudian saya menoleh ternyata ada laki-laki berbadan besar,berkulit merah,berambut keriting,buta sebelah."

Dalam riwayat Malik ditambahkan,"Berambut sangat keriting lagi buta sebelah."

Syu'aib menambahkan,"Buta sebelah kanan."

Dalam riwayat Hanzhalah,

"Dan saya melihat dibelakangnya laki-laki berkulit merah,berambut keriting,buta mata sebelah kanan."

Dalam sebuah jalur periwayatan ini disebutkan bahwa ia berkulit merah.Namun dalam hadits Abdullah bin Mughaffal dalam riwayat ath-Thabrani dinyatakan bahwa dia berkulit sawo matang dan keriting.Ada kemungkinan sawo matangnya bersih,dan ini tidak menafikan ia disifati bersama yang demikian itu dengan merah,karena sering kali warna sawo matang berubah kemerahan.

Dan dalam hadits Samurah,dalam riwayat ath-Thabrani,dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan al-Hakim disebutkan,

"Matanya sebelah kiri rata,seakan-akan matanya Abu Yahya seorang kake tua dari kalangan Anshar."  (Fath al-Bari,13/113 dalam penjelasan hadits al-Bukhari,no.7128.)

Sabda beliau,

"Matanya seperti biji anggur yang menonjol."

Dengan huruf Ya',maknanya menonjol.Sebagian mereka meriwayatkannya 'Hamzah' artinya:hilang cahayahnya.

Al-Qadhi Iyadh berkata,"Kami meriwayatkannya dari kebanyakan kalangan tidak dengan hamzah,dan riwayat inilah yang dibenarkan oleh jumhur serta dipastikan oleh al-Akhfasy,artinya bahwa matanya menonjol seperti menonjolnya sebuah biji anggur di antara saudara-saudaranya." Ia berkata,"Sebagian para syaikh membacanya dengan hamzah dan sebagian mereka mengingkarinya,namun tidak ada alasan untuk mengingkarinya,karena telah datang dalam redaksi yang lain bahwa matanya rata,tidak cekung,tidak juga cembung (menonjol),dan seperti inilah sifat biji anggur jika telah berisi air,redaksi ini membenarkan riwayat dengan hamzah."

Saya (Ibnu Hajar) katakan,hadits tersebut dalam riwayat Abu Dawud disepakati oleh hadits Ubaidah bin ash-Shamit,redaksinya adalah "Laki-laki pendek berkaki bengkok" dengan huruf fa' disukunkan,kemudian difathahkan,lalu jim dari kata yang artinya 'Renggang antara dua betis atau dua paha.'Dan dikatakan (dalam riwayat lain),artinya punggung dua telapak kakinya rapat dan antara dua tumitnya renggang.Dan dikatakan (dalam riwayat lain),orang yang kakinya tidak lurus.Dalam hadits yang tersebut,"Berambut keriting,buta sebelah,matanya terhapus dan tidak menonjol." artinya:dalam/cekung,dan dengan mengedeoankan ha' berarti:tidak keras.

Dan dalam hadits Abdulullah bin Mughaffal,"Bermata rata."

Dalam hadits Samurah seperti itu juga,keduanya diriwayatkan oleh ath-Thabrani,tetapi dalam riwayat keduanya "Buta sebelah kiri."

(Seperti itu juga riwayat Muslim dari hadits Hudzaifah.Ini berbeda dengan sabda beliau dalam hadits bab ini:"Buta sebelah kanan" diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari hadits ini Ibnu Umar sehingga lebih kuat,dan yang seperti itu diisyaratkan oleh Ibnu Abdil Barr.)

Akan tetapi al-Qadhi Iyadh mengkompromikan keduanya seraya berkata,"Kedua-duanya harus dishahihkan dengan cara bahwa yang rata adalah matanya yang hilang cahayanya yaitu mata sebelah kanan sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar,sedangkan matanya yang melotot seakan-akan sebuah bintang dan seakan-akan lendir yang menempel di dinding adalah mata sebelah kiri yang menonjol,sebagaimana yang datang dalam riwayat yang lain.Sehingga dengan demikian ia cacat mata sebelah kanan dan sebelah kiri sekalian.Masing-masing dari keduanya cacat,karena dari setiap sesuatu artinya adalah yang cacat,dan kedua mata Dajjal cacat,salah satunya cacat dengan kehilangan cahaya sehingga tidak melihat,dan yang lain cacat dengan tonjolannya."  (Ibid.)

An-Nawawi berkata,"Perkataan ini adalah yang paling bagus."

Al-Qurthubi berkata dalam al-Mufhim,"Kesimpulan dari perkataan al-Qadhi Iyadh adalah bahwa masing-masing dari kedua mata Dajjal cacat.Salah satunya cacat dengan kehilangan cahaya sehingga tidak bisa melihat,dan yang lain cacat karena faktor bawaan,diciptkan sejak awal dalam keadaan cacat.Akan tetapi penafsiran ini dibantah bahwa masing-masing dari kedua belah matanya telah datang penyifatannya dalam riwayat yang lain berupa cacat,maka camkanlah!"

Al-Qurthubi,pemilik kitab ini,telah menjawabnya dalam al-Tadzkirah bahwa tafsir al-Qadhi benar,karena matanya yang rata adalah yang tidak menonjol dan tidak cekung yaitu yang kehilangan penglihatan,dan mata yang sebelah lagi telah digambarkan bahwa di atasnya terdapat kulit selaput mata yang kasar,yaitu kulit yang menutupi mata,apabila tidak dipotong,mata tidak akan dapat melihat.Dengan demikian cacat ada pada keduanya,karena selaput kalau kasar akan menjadikan mata tidak dapat melihat.Sehingga Dajjal adalah buta atau dekat kepada buta.Hanya saja kulit selaput mata telah disebutkan pada mata sebelah kanan dalam hadits Safinah dan pada mata seelah kiri dalam hadits Samurah,maka hanya Allah yang lebih mengetahui."

Saya katakan,Inilah yang diisyaratkan oleh gurunya dnegan ungkapannya,"Sesungguhnya masing-masing dari keduanya telah datang penyifatannya sama seperti yang disifatkan pada yang lain."Kemudian al-Qurthubi berkata dalam at-Tadzkirah,"Ada kemungkinan masing-masing dari keduanya ditutupi oleh kulit selaput mata,karena dalam hadits Hudzaifah disebutkan bahwa ia bermata rata,ditutupi kulit selaput yang kasar.Apabila mata yang rata saja ditutupi oleh kulit selaput,maka yang tidak demikian adalah lebih pantas."

Saya katakan,Kata azh-Zhafirah telah ditafsirkan bahwa ia adalah sepotong daging seperti segumpal darah.Disebutkan dalam hadits Abu Said dalam riwayat Ahmad,

"Dan matanya yang kanan cacat:Melotot tidak tersembunyi seakan-akan dahak yang menempel di atas tembok.Sementara matanya yang sebelah kiri seakan-akan bintang yang berkilau."

Dalam hadits ini kedua matanya disifatkan sekalian.Sementara dalam riwayat Abu Ya'la dari jalur ini,

"Buta sebelah,memiliki biji mata yang tajam tidak tersamar,seakan-akan sebuah bintang yang berkilau."

Mungkin ia lebih jelas,karena maksud dari menyifatinya dengan 'bintang' adalah terang cahayanya.Ini kebalikan dari menyifatinya dengan 'rata'.Dan disebutkan dalam hadits Ubay bin Ka'ab dalam riwayat Ahmad dan ath-Thabrani,

"Salah satu matanya seakan-akan kaca yang hijau."

Riwayat ini sesuai dengan penyifatannya dengan 'bintang'.Dan disebutkan dalam hadits Safinah dalam riwayat Ahmad dan ath-Thabrani,

"Matanya yang sebelah kiri buta dan pada matanya yang sebelah kanan terdapat sepotong kulit kasar."

Bisa disimpulkan dari semua hadits-hadits tersebut,bahwa yang benar dalam riwayat adalah muqayyad (dibatasi) dengan mata sebelah kanan.Dan dijelaskan dalam hadits Abdulullah bin Mughaffal,Samurah,dan Abu Bakrah bahwa matanya yang sebelah kiri rata,sementara adalah yang menonjol dan dia bukan rata.Yang aneh pada orang yang membolehkan riwayat dengan hamzah dalam kata dan tampa hamzah bersamaan dengan maknanya yang bertolak belakang adalah dalam hadits yang satu,seandainya itu dalam dua hadits yang berbeda tentu perkaranya akan mudah.

Adapun potongan kulit,maka bisa saja terletak pada salah satu dari kedua belah matanya,karena tidak berlawanan apakah ia rata atau menonjol.Sehingga jadilah yang gilang cahayanya adalah yang rata,sedangkan yang cacat namun masih tetap bercahaya adalah yang menonjol.Dan penyerupaanya dengan dahak yang menempel di atas dinding adalah suatu kiasan.Adapun penterupaanya dengan kaca hijau dan dengan bintang kemilau,maka hal tersebut tidaklah menafikan yang demikian itu.Karena banyak orang yang matanya menonjol tapi tetap melihat,maka Dajjal masuk dalam kelompok orang yang begini,wallahu a'lam.

Ibnu al-Arabi berkata,"Dalam keragaman sifat Dajjal seperti yang telah disebutkan berupa cacat merupakan penjelsan bahwa dia tidak dapat menghilangkan cacat dari dirinya bagaimanapun juga,dan bahwa dia 'diatur' pada dirinya."

Al-Baidhawi berkata,"Azh-Zhafrah adalah kulit selpaut yang tumbuh pada saluran air mata.Dan dikatakan (dalam riwayat lain),kulit yang keluar dari sisi mata yang berada dekat hidung.Hal ini tidak mencegah keberaannya pada mata yang sehat,di mana ia tidak menutup seluruh penglihatan menlainkan berada pada sisi matanya."  (Ibid.)

Telah datang dalam hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu'anhu bahwa Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam di tanya tentang Dajjal.Dalam jawaban beliau terdapat, "Bahwa dia sangat putih." Dan artinya,yang sangat putih.

Dan dalam hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu'anhu,dari Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam,beliau bersabda,

"Dia buta sebelah dan putih,kepalanya seakan-akan seekor ular berbisa."  (Shahih:Diriwayatkan oleh Ahmad,1/240 dan 313 dan dalam Majma'az-Zawa'id,7/337-338;al-Haitsami menisbatkannya kepada Imam Ahmad dan ath-Thabrani serta ia berkata,"Perawi-perawi keduanya adalah para perawi ash-Shahih.")

yang berwarna terang,yaitu yang tidak terlalu putih dan tidak terlalu hitam.
ular.Dan dikatakan (dalam riwayat lain),ular yang sangat besar berbadan pendek dan mampu melompati penunggang kuda kemudian membunuhnya.Rasulullah Shallallahu'alahi wa sallam menyerupakan kepada Dajjal dengannya karena kepalanya besar dan bundar."  (Lisan al-Arab,1/164,cet.Dar al-Hadits.)

besar.
Hal ini dikuatkan oleh hadits Ibnu Abbas,dari Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam beliau bersabda,
"Saya melihat Dajjal berwarna kulit putih,berbadan sangat besar sekali,seakan-akan rambutnya adalah ranting-ranting pohon."

Yakni rambutnya tebal bercabang,dan dikuatkan oleh hadits shahih dari Hudzaifah bahwa Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam ketika ditanya tentang Dajjal,beliau bersabda,
"Ia berambut tebal dan kusut." Dan Tamim ad-Dari Radhiyallahu'anhu pernah melihatnya dan ternyata ia seorang manusia yang menarik rambutnya.

laki-laki yang berbadan sangat besar.Dan adalah dinisbatkan kepadanya dengan ditambahkan alif dan nun untuk menunjukkkan kata sangat.
Dalam hadits Ka'ab al-Ahbar, "Salah satu tangannya lebih panjang dari yang lain."  (Fath al-Bari,13/98.)

Al-Qurthubi berkata,"Ciri-ciri tersebut semuanya jelek,yang menjelaskan kepada setiap orang yang memiliki indra sehat,akan tetapi siapa yang Allah takdirkan atasnya kesengsaraan,maka dia akan ikut Dajjal pada apa yang didakwakannya berupa kedustaan dan kebodohan,dan akan terhalangi dari mengikuti yang haq.Sabda beliau Shallallahu'alaihi wa sallam,

"Sesungguhnya ia buta sebelah dan sesungguhnya Allah tidak buta sebelah,"

menjelaskan kepada setiap akal yang lemah,bahwa orang yang cacat,yang tidak mampu menghilangkan cacat dirinya,tidak sah menjadi tuhan sebab ketidakmampuan dan kelemahannya.Dan barangsiapa yang tidak kuasa menghilangkan cacat dari dirinya,akan lebih tidak kuasa lagi menghilangkan cacat dari diri orang lain."  (Lihat Fath al-Bari,6/560.)



Masih berlanjut,tentang mahluk celaka ini (Dajjal)
"DAJJAL TIDAK MEMILIKI KETURUNAN"


Penulis: Shalahuddin Mahmud
Judul Asli: Al-Masih ad-Dajjal wa Ya'juj wa Ma'juj
Penerbit: Darul Ghad ak-Jadid
Al-Manshurah Mesir
Telp/Faks.002.050.2254224
Edisi Indonesia: MISTERI AKHIR ZAMAN
*Keluarnya Dajjal *Turunnya Isa al-Masih Alaihissalam
*Diutusnya Imam Mahdi *Munculnya Ya'juj wa Ma'juj
Penerjemah: Jamaluddin,LC
Muraja'ah: Tim Pustaka DH
Desain Cover: Gobaqsodor
Penyebar: Abdul Rahman Bin Muis
E-Mail : rahmanmuis@rocketmail.com

Sabtu, 25 Maret 2017

MUKADIMAH



Sesungguhnya segala puji milik Allah; kita memunji-Nya,memohon pertolongan serta ampunan-Nya.Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kita serta dari kejelekan ama ibadah kita.Barangsiapa yang ditunjuki Allah maka tiada yang kuasa untuk menyesatkanya dan barangsiapa yang Dia sesatkan maka tiada yang kuasa untuk menunjukinya.Saya bersaksi bahwa tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah semata,tiada sekutu bagi-Nya.Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya.

"Hai orang-orang yang beriman,bertakwalah kedapa Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah sekali-kali kami mati melainkan dalam keadaan beragama Islam." (Ali Imran:102).

"Hai sekalian manusia,bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kami dari diri yang satu dan darinya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memberkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.Dan bertakwalah kedapa Allah yang dengan (mempergunakan) Nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain dan (periharalah) hubungan silaturrahim.Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (An-Nisa:1).

Amma ba'du:
Sebenar-benar perkataan adalah Kita Allah,dan sebaik-baik petunjuk ada petunjuk Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam.Seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan,setiap perkara yang diada-adakan adalah bid'ah,setiap bid'ah adalah sesat dan setiap kesesatan tempatnya adalah di neraka.

Allah Subahana Wa Ta'ala berfirman:
"Telah dekat terjadinya hari Kiamat.Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah." (An-Najm:57-59).

Ini dia Kiamat telah dekat dan ini dia tanda-tandanya.Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam telah menjelaskannya sebagaimana juga telah di jelaskan oleh Al-Qur'an Al-Karim sehingga hati bisa merasakannya dan bisa merasakan kedahsyatan peristiwa-peristiwa besar ini.Tanda-tanda Hari Kiamat ada dua macam: tanda-tanda yang kecil,yaitu tanda-tanda yang terjadi jauh sebelum Kiamat dengan rentang waktu yang panjang dan pada dasarnya merupakan peristiwa-peristiwa biasa.Dan tanda-tanda yang besar,yaitu tanda-tanda yang terjadi dekat dengan Kiamat dan merupakan peristiwa-peristiwa yang tidak biasa terjadi.

Dicermati bahwa membaca berita-berita tentang Kiamat dan Hari Akhir,serta peristiwa-peristiwa yang mendahuluinya memiliki pengaruh besar dan mendalam meluruskan perangai manusia dan dalam memperbaiki amal-amalan mereka.Sebagaimana jauhnya manusia dari membaca dan mempelajarinya berdampak pada buruknya amal dan hilangnya peristiwa-peristiwa tersebut dari ingatan,serta  lama-kelamaan akan lenyap dari jiwa.Hingga bisa berdampak pada orang-orang yang tidak memiliki ilmu menganggap jauh dan menganggap remeh kejadian-kejadian tersebut atau bahkan mengingkarinya.Oleh karena itu,para as-Salaf ash-Shalih terus menerus mengajarkan berita dan hadits-hadits yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa tersebut;mereka mengajarkannya kepada manusia hingga kepada anak-anak yang masih di bangku sekolah,supaya mereka mewariskan pengetahuannya berdasarkan ilmu dan bashirah.Dan agar menjadi akidah yang kokoh bagi mereka yang kian bertambah kuat seiring berjalannya waktu.

DAN DI ANTARA TANDA-TANDA KIAMAT YANG BESAR ADALAH DAJJAL

Apabila seorang Mukmin mengetahui dan mengimaninya,dia akan melakukan tindakan-tindakan preventif yang dapat menjaganya dari fitnah Dajjal.Di antaranya adalah berlindung kepada Allah Subahana Wa Ta'ala dari kejahatan fitnahnya serta memperbanyaknya,terlebih pada tasyahud akhir dalam shalat.

Imam Muslim di dalam Kitab Shahihnya telah meriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam mengajari mereka do'a ini sebagaimana beliau mengajari mereka sebuah surat dari Al-Qur'an.Beliau bersabda,"Ucapkanlah,
'Ya Allah,sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab Neraka Jahanam,aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur,aku berlindung kepada-Mu dari fitnah al-Masih Dajjal dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan setelah mati.' Diriwayatkan oleh Muslim,No.590

Muslim bin al-Hajjaj berkata,
"Telah sampai kepadaku bahwa Thawus -yaitu perawi hadits ini dari Ibnu Abbas- berkata kepada putranya, 'Apakah kamu membacanya dalam shalat-Mu?' Dia menjawab, 'Tidak,' maka dia berkata, 'Ulangi shalatmu!'
Perintah Thawus kepada anaknya agar mengulang shalat adalah karena ia berpendapat wajibnya berdo'a dengan empat do'a ini di dalam shalat dan bahwa apabila tidak dibaca maka shalatnya batal." Syarh Shahih Muslim,5/89.


Yang demikian itu kerena dia memahami bahwa membaca do'a tersebut di dalam shalat adalah wajib berdasarkan keseriusan Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam dalam mengajarkan kepada para sahabat sebagaimana beliau mengajari mereka surat dari Al-Qur'an,serta dari perintah beliau agar mereka membacanya di dalam shalat mereka.

Imam Muslim juga telah meriwayatkan di dalam kita Shahihnya dari Aisyah Radhiyallahu'anha bawah Nabi Shallallahu'alaihi wa sallam berdo'a di dalam shalat dengan do'a ini.
Dia juga meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:



"Apabila salah seorang kalian telah membaca tasyahud hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari empat hal,yakni dengan mengucapkan,'Ya Allah,sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab Neraka Jahanam,dari azab kubur,dari fitnah hidup sesudah mati dan dari keburukan fitnah al-Masih Dajjal." Diriwayatkan oleh al-Bukhari,no.832 dan 6375 dan Muslim,no.588.

Tidaklah perhatian besar dari Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam terhadap do'a ini baik dalam bentuk pengamalan,perintah,maupun pengajaran,kecuali karena mencakup do'a (perlindungan) dari pekara-perkara besar serta peristiwa-peristiwa yang benar-benar akan terjadi tampa ada sedikit pun keraguan.Berdasarkan hal ini Imam Ibnu Hazm azh-Zhahiri menegaskan wajibnya membaca do'a ini setelah selesai dari tasyahud,sebagaimana hal itu dimuat dalam kitabnya al-Muhalla berdasarkan zahir hadits Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu (di atas).

Setelah Imam Ibnu Majah meriwayatkan hadits Abu Umamah al-Bahili dan di dalamnya disebutkan sifat-sifat Dajjal,kondisi dan perbuatan-perbuatannya,serta turunya Isa al-Masih Alahi'salam,setelah meriwayatkan di dalam sunannya beliau menukil perkataan Uqbah.Uqbah berkata, "Saya mendengar Abu al-Hasan ath-Thanafisi berkata,saya mendengar Abdurrahman al-Muharibi berkata,sepantasnya hadits ini disodorkan kepada para pembimbing supaya mengajarkan kepada anak-anak disekolah." 

Al-Allamah as-Safarini berkata dalam penjelasan manzhumahnya tentang Aqidah Islamiyah yang bejudul Lawani' al-Asrar al-Bahiyyah, "Sepantasnya agar setiap ulama menyebarkan hadits-hadits tentang Dajjal di tengah anak-anak,para wanita dan laki-laki.Terlebih pada zaman kita ini di mana terdapat banyak fitnah dan ujian,sementara simbol-simbol Sunnah semua makin berkurang; Sunnah seolah-olah menjadi bid'ah dan bid'ah seolah-olah menjadi agama yang mesti diikuti."

Untuk tujuan itu kitab ini saya tulis agar bisa dibaca oleh saudara-saudara yang mulia,dengan memohon kepada Allah Subahana Wa Ta'ala agar memberikan saya serta kaum Muslimin manfaat dengan apa yang ada di dalamnya.


Ditulis oleh,
Abu Anas Shalahuddin Mahmud as-Sa'id

Pembahasan selanjutnya adalah tentang mahluk celaka ini yaitu DAJJAL.



Penulis: Shalahuddin Mahmud
Judul Asli: Al-Masih ad-Dajjal wa Ya'juj wa Ma'juj
Penerbit: Darul Ghad ak-Jadid
Al-Manshurah Mesir
Telp/Faks.002.050.2254224
Edisi Indonesia: MISTERI AKHIR ZAMAN
*Keluarnya Dajjal *Turunnya Isa al-Masih Alaihissalam
*Diutusnya Imam Mahdi *Munculnya Ya'juj wa Ma'juj
Penerjemah: Jamaluddin,LC
Muraja'ah: Tim Pustaka DH
Desain Cover: Gobaqsodor
Penyebar: Abdul Rahman Bin Muis
E-Mail : rahmanmuis@rocketmail.com

Jumat, 24 Maret 2017

Pembahasan Ketiga ~ FATWA ULAMA TENTANG AKSI TERORISME DAN RADIKALISME



Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

HUKUM TEROR DAN BOM BUNUH DIRI DI NEGARA ISLAM DAN NON-ISLAM

Lembaga Riset dan Penelitian dan Majelis Ulama Besar dalam pertemuan ke tiga puluh dua yang diselenggarakan di kota Taif,dari tanggal 12 Muharram 1409 sampai dengan 18 Muharram 1409.
Setelah memerhatikan bukti-bukti terjadinya berbagai peristiwa perusakan,yang banyak memakan korban orang-orang yang tidak berdosa,menghancurkan harta dan berbagai fasilitas umum,di berbagai negara Islam dan non-Islam.Semoa itu dilakukan oleh orang-orang yang lemah iman atau tidak beriman sama sekali dan orang-orang yang sakit atau memendam kedengkian.Di antara bentuk perusakan itu adalah penghancuran perumahan,pembakaran fasilitas umum,penghacuran jembatan dan terowongan,peledakan dan pembajakan pesawat terbang.

Setelah diperhatikan bahwa tindakan-tindakan kriminal tersebut banyak terjadi diberbagai negara baik yang dekat maupun yang jauh,di mana kerajaan Arab Saudi seperti megara-negara lainnya berpotensi menjadi tempat terjadinya tindakan-tindakan serupa,maka Majelis Ulama besar melihat urgensi ditetapkannya hukuman yang berat bagi para pelaku perusakan,baik perusakan itu ditujukan terhadap fasilitas umum,kepentingan pemerintah,maupun yang lainnya,yang intinya bertujuan untuk merusak dan mengganggu stabilitas keamanan.


Majelis telah mengetahui apa yang ditanyakan para ulama bahwa hukum syar'i secara umum menyatakan wajibnya memelihara lima kebutuhan pokok,yaitu agama,jiwa,kehormatan,akal dan harta.Wajib pula memerhatikan segala hal yang akan menyebabkan terjaganya kelima hal tersebut.Majelis telah membayangkan betapa besar bahaya yang ditimbulkan tindakan-tindakan yang melukai kehormatan kaum Muslimin dan merusak harta mereka,di samping menyebabkan hilangnya rasa aman pada masyarakat,timbulnya kekacauan dan ketidakstabilangmserta perasaan takut pada diri orang-orang Muslim dan harta bendanya.


Allah telah memelihara agama,badan,jiwa,kehormatan,akal dan harta dengan menetapkan hukuman-hukuman yang menjamin keamanan pribadi secara khusus dan masyarakat secara umum,sebagaimana dijelaskan dalam firman-Nya:

"Oleh karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil,bahwa siapa yang membunuh seorang manusia,bukan karena orang itu (membunuh) orang lain atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi,maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya.Dan siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia,maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya." (QS.Al-Maida [5]:32)


Allah berfirman:
"Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi,hanyalah mereka dibunuh atau disalib atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik atau dibuang dari negri (tempat kediamannya) Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar." (QS.Al-Maidah [5]:33)

Merealisasikan pertanyaan Allah ini cukup untuk menyebarkan keamanan dan ketentraman,serta mencegah orang yang tergoda oleh hawa nafsunya untuk melakukan tindakan kriminal atau menggganggu jiwa dan harta benda orang-orang Muslim.Kebanyakan ulama pun berpendapat bahwa hukum perusakan berlaku baik di kota maupun di tempat lainnya.Hal ini di perkuat dengan pernyataan Allah Subahana Wa Ta'ala dalam ayat tadi "dan yang membuat kerusakan di muka bumi."

Dari ayat lain Allah menegaskan:
"Dan di antara manusia ada yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu dan disaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya,padahal ia adalah penantang yang paling keras.Dan apabila ia berpaling (dari kamu) ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak dan Allah tidak menyukai kebinasaan." (QS.Al-Baqarah [2]:204-205)


Dan Allah Subahana Wa Ta'ala juga berfirman:
"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi,sesudah (Allah) memperbaikinya." (QS.Al-A'raf [7]:56)

Ibnu Katsir Rahimahullah berkata:
Allah melarang membuat kerusakan di muka bumi,lebih berbahaya bila kerusakan itu dilakukan setelah perbaikan,karena bila segala urusan telah berjalan dengan baik,lalu terjadi kerusakan padanya,maka bahayanya terhadap umat manusia lebih besar,maka itulah Allah melarangnya." Lihat Ibnu Katsir,3/307-308.

Al-Qurthubi
Rahimahullah berkata,
"Allah melarang segal bentuk kerusakan setelah perbaikan baik sedikit maupun banyak.Karena makna ayat ini umum,menurut pendapat yang paling benar." Tafsir al-
Qurthubi 7/145.

Dari itu semua dan karena berbagai bentuk perusakan yang telah disebutkan di atas,adalah lebih berat daripada perbuatan orang-orang yang membuat kerusakan dengan tujuan hanya untuk mendapatkan harta benda.Para pelaku perusakan itu mempunyai tujuan untuk menghilangkan keamanan,merusak tanaman hidup masyarakat,mencabut akidah dari akarnya dan memalingkan dari manhaj rabbani.

MAKA MAJELIS SEPAKAT MENETAPKAN FATWA SEBAGAI BERIKUT:

Petama: Orang yang terbukti secara hukum melakukan tindakan perusakan di muka bumi yang mengganggu keamanan,dengan perbuatan yang mengancam jiwa dan harta benda milik pribadi atau umum,seperi menghancurkan rumah,masjid,sekolah,rumah sakit,pabrik,jembatan,gudang senjata,air,sumber-sumber pemasukan baitul mal seperti pipa-pipa minyak,meledakkan pesawat terbang atau membajaknya dan segala tindakan sejenis,hukumannya adalah hukuman mati.Sesuai dengan makna yang ditunjukkan oleh ayat-ayat yang telah disebutkan di atas,bahwa perusakan seperti itu menyebabkan pertumpahan darah.Dan karena bahaya dan risiko yang ditimbulkan oleh orang-orang yang melakukan tindakan perusakan itu lebih dahsyat daripada bahaya dan risiko yang ditimbulkan seorang pembegal yang membegal seorang,lalu membunuh dan mengambil hartanya.Dan Allah telah menetapkan hukum perlaku perbuatan itu dalam ayat tentang memerangi Allah.

Kedua: Sebelum eksekusi hukuman mati sebagaimana dinyatakan pada poin terdahulu wajib dilakukan proses pembuktian sebagaimana mestinya oleh mahkamah syar'iyyah,instansi penyidik dan majelis pengadilan tertinggi,untuk menyelamatkan institusi dan sebagai  kehati-hatian dalam menyelamatkan jiwa,sertu untuk menunjukkan bahwa negara ini selalu mengikuti seluruh ketentuan proses hukum yang berlaku,dalam membuktikan tindakan kriminal dan menetapkan hukumannya.

Ketiga:Majelis melihat perlunya penyebarluasan berita tentang hukuman ini melalui media masa.
Akhirnya,semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam-Nya kepada hamba dan Rasul-Nya nabi kita Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam beserta keluarga dan para sahabatnya.

Majelis Ulama Besar.Majallah Mujamma' al-Fiqh al-Islami,no.2,hal.181,ketetapan no.148 yang lahir pada daurah ketiga puluh dua,pada tanggal 12 Muharram 1409.

FATWA SYAIKH ABDUL 'AZIZ BIN ABDULULLAH ALU SYAIKH
"TENTANG PELEDAKAN GEDUNG WTC DI AMERIKA"


Setelah memerhatikan banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada kami tentang peristiwa yang terjadi di Amerika serikat sejak beberapa hari lalu,bagaimana pandangan syariat terhadap tindakan tersebut dan apakah ajaran Islam membenarkannya,maka seraya meminta pertolongan Allah Yang Maha Esa dan Maha Perkasa saya katakan:

Sesungguhnya Allah telah menganugerahkan kepada kita agama Islam dan menjadikannya syariat yang sempurna,cocok untuk segala zaman dan tempat,menciptakan kemaslahatan pribadi dan kelompok,menyeru kepada kebaikan konsistensi dan keadilan sosial,
mencampakkan,kemusyrikan,kejelekan,kezaliman, ketidakadilan dan pengkhianatan.

Di antara nikmat Allah yang agung yang diberikan kepada kita kaum Muslimin,adalah  petunjuk-Nya untuk memeluk agama ini,menjadikan kita pengikut dan pembelanya.Maka seorang Muslim yang melaksanakan syariat Allah,mengikuti Sunnah Rasulullah,konsisten di atasnya,adalah orang yang selama di dunia dan akhirat.


Dari itu,peristiwa-peristiwa besar yang terjadi di Amerika Serikat,yang merenggut rubuan nyawa adalah perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarkan oleh syariat Islam dan sama sekali bukan dari agama ini,karena tidak sesuai dengan prinsip-prinsipnya,bila ditinjau dari beberapa aspek.

Pertama,bahwa Allah memerintahkan untuk berbuat adil,karena keadilan menyebabkan tegaknya langit dan bumi,untuk itu diutus para rasul dan diturunkan kita-kitab,sebagaimana firman-Nya:
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan,memberi kepada kaum kerabat dan Allah melarang dari perbuatan keji,kemungkaran dan permusuhan.Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." (QS.An-Nahl [16]:90)

Dan Allah Subahana Wa Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al-Kitab dan nercaya (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan." (QS.Al-Hadid [57]:25)

Di samping itu,Allah menetapkan bahwa setiap orang tidak menanggung dosa orang lain,sebagai bukti keadilan-Nya,sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya:
"(yaitu) bahwa seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain." (QS.An-Najm [53]:38)

Kedua,bahwa Allah Subahana Wa Ta'ala mengharamkan penganiayaan atas diri-Nya,sebagaimana Dia mengharamkannya di antara hamba-hamba-Nya,sebagaimana dalam sebuah hadis qudsi Dia berfirman:
"Wahai hamba-hamba-Ku,sesungguhnya Aku haramkan penganiayaan terhadap diri-Ku dan Aku mengharamkannya di antara kalian maka janganlah kalian saling menganiaya." Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Al-Birr wa ash-Shilah,bab Tahrim al-Zhulm,hadis no.6572.


Pengharaman ini berlaku untuk seluruh hamba Allah Subahana Wa Ta'ala,baik Muslim maupun no-Muslim.Tidak dibenarkan saling menganiaya satu sama lain,walaupun dalam situasi saling bermusuhan dan saling membenci.Sebagaimana ditegaskan dalam firman-Nya:
"Hai orang-orang yang beriman,hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu me-negakkan (kebenaran) karena Allah,menjadi saksi dengan adil.Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum,mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.Berlaku adillah,karena adil itu lebih dekat dengan takwa." (QS.Al-Maidah [5]:8)


Dengan demikian,permusuhan dan kebencian bukanlah alasan yang dibenarkan syariat untuk melakukan penganiayaan.Berdasarkan apa yang dipaparkan di atas,semua bangsa dan negara,orang Muslim dan non-Muslim wajib mengetahui beberapa hal berikut:

Pertama,bahwa peristiwa-peristiwa yang terjadi di Amerika Serikat,baik dalam bentuk pembajakan pesawat,teror kepada penduduk,pembunuhan tanpa alasan yang dibenarkan,maupun yang sejenisnya,adalah bagian dari penganiayaan,penyimpangan dan perbuatan melampui dan batas yang tidak dibenarkan oleh syariat Islam.Bahkan sebaliknya,diharamkan dan dimasukkan de dalam dosa-dosa besar.


Kedua,bahwa seorang Muslim yang mengerti ajaran agamanya mengamalkan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam,pasti menjauhkan dirinya dari perbuatan seperti itu,karena mengundang kemarahan Allah Subahana Wa Ta'ala yang mengakibatkan terjadinya bencana dan kerusakan.

Ketiga,bahwasanya sudah menjadi kewajiban bagi para ulama untuk menjelaskan kebenaran dalam peristiwa-peristiwa ini dan menjelaskan kepada seluruh dunia hakikat syariat Allah Subahana Wa Ta'ala,yang selamanya tidak akan pernah membenarkan perbuatan semacam ini.


Keempat,media massa dan semua yang berada di belakangnya,yang melontarkan berbagai tuduhan keji terhadap kaum Muslimin,berusaha mendiskreditkan ajaran Islam yang lurus,menfitnahnya dengan cara keji,dengan tujuan merusak dan memperburuk citra Islam dan kaum Muslimin,melukai hati dan menyesakkan dada mereka.Mereka harus menghentikan kesesatan meraka dan mesti mengetahui bahwa orang yang berakal budi yang mengetahui ajaran Islam,tidak mungkin melakukan perbuatan seperti itu terhadap Islam.Orang yang berakal budi tidak akan melontarkan tuduhan-tuduhan seperti itu,karena sejarah mencatat bahwa semua umat manusia tidak pernah mendapatkan orang-orang Muslim yang memegang agama ini melanggar hak asasi,berbuat zalim dan aniaya.


Masih berlanjut,,
Pembahasan Ketiga ~ FATWA ULAMA TENTANG AKSI TERORISME DAN RADIKALISME

JIHAD MELAWAN TEROR MEMBONGKAR AKAR TERORISME & RADIKALISME

penulis: Ust.Zaenal Abidin Bin Syamsudin
editor: Tim Editor Rumah Penerbit Al-Manar
penerbit: rumah penerbit al-manar
[CV.Menara Indo Pena]
e-mail: pernerbitalmanar@yahoo.com
cetakan: pertama,Syawal 1430 H/Oktober 2009 M
kedua,Jumadil Awal 1432 H/April 20011 M
penyebar: Abdul Rahman Bin Muis
e-mail: rahmanmuis@rocketmal.com

Selasa, 21 Maret 2017

Pembahasan Kedua ~ SALAH KAPRAH DALAM MEMAHAMI JIHAD


Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

     HARGA NYAWA MANUSIA 

Syariat Islam yang mulia dituruankan bertujuan untuk menjaga lima pokok yang menjadi kebutuhan hidup manuisia amat mendasar dan mengharamkan untuk merusaknya,yaitu agama,jiwa,harta,kehormatan dan akal.Dan siapa pun yang menodai salah satu di antara lima perkara tersebut,maka rusaklah kehidupannya dan ternodalah agamanya,karena pelecehan terhadap lima perkara tersebut berarti pelecehan keindahan agama dan perusakan terhadap pilar utama kehidupan.Tidak ada perselisihan di antara kaum Muslimin tentang haramnya melenyanpkan nyawa orang yang terpelihara dalam agama Islam,baik nyawa Muslim maupun non-Muslim kecuali bila ada alasan untuk membunuhnya seperti qishas,rajam atau peperangan.

Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam juga menegaskan tentang kehormatan darah dan nyawa seorang Muslim dalam sabdanya:

 "Tidak halal darah seorang Muslim yang bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan aku adalah utusan Allah kecuali (karena) tiga perkara: jiwa dengan jiwa,pezina yang sudah menikah dan orang yang keluar dari agama Islam,meninggalkan jamaah."  Shahih,diriwayatkan Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (6878),Imam Muslim dalam Shahih-nya (1676),Imam Abu Daud dalam Sunan-nya (4352),Imam At-Tirmidzi dalam Sunan-nya (1402),Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (4027) dan Imam Ibnu Majah dalan Sunan-nya (2534).

 Bahkan Rasulullah menegur dengan keras ketika Usamah bin Zaid Radhiyallahu'anhu membuhunuh seseorang yang telah mengucapkan "Laa Ilaaha Illallaah." Usama bin Zaid menceritakan kisaknya sebagai berikut: Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam mengutus kami memerangi Bani Huraqah,maka kami menyerang kaum tersebut di pagi hari.Kamu pun berhasil mengalahkan mereka.Saya dan seorang Ansar mengejar seorang di antara mereka.Tatkala kami telah berhasil menemuinya,ia berucap,"Laa Ilaaha Illallaah." Temanku orang Ansar menahan dirinya untuk membunuhnya,sementara aku menikanmkan tombakku sehingga orang itu terbunuh.ketika kami datang ke Madinah,berita itu sampai kepada Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam maka beliau bersabda, 'Wahai Usamah,apakah engkau membunuhnya setelah dia mengucapkan Laa Ilaaha Illallaah?' Aku menjawab,'Orang itu hanya mencari perlindungan saja (dengan pura-pura mengucapkan kalmat tauhid).'Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam terus mengulangi pertanyaannya tadi sehingga aku berangan-angan sekiranya aku belum masuk Islam kecuali pada hari itu." Shahih,diriwayatkan Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (4021 dan 6478) dan Imam Muslim dalam Shahih-nya (155 dan 156) dan Imam Abu Daud dalam Sunan-nya (2644).

Hadis ini menunjukkan secara gamblang tentang kehormatan nyawa dan darah seorang Muslim.Perhatikan kisah dalam hadis di atas.Dalam sebuah peperangan,Usamah membunuh laki0laki Musyrik karena menurut persangkaannya orang Musyrik tersebut mengucapkan kalimat tauhid hanya untuk menyelamatkan diri.Namun,Nabi 
Muhammad Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam tidak menerima alasan Usamah.Ini menjunjukkan secara jelas betapa mahal kehormatan nyawa dan darah kaum Muslimin dan betapa besar dosa orang yang menodainya tanpa alasan yang dibenarkan syariat.

Sebagaimana darah seorang Muslim itu haram ditumpahkan,hartanya pun juga terjaga dan haram diambil.Sabda Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam "Sesungguhnya darahmu dan hartamu adalah haram bagimu,seperti haramnya harimu ini,dalam bulanmu ini,dalam negerimu ini." Shahih,diriwayatkan Imam Muslim dalam Shahih-nya (1218)

Dan ucapan ini,beliau sampaikan ketika berkhotbah pada hari Arafah.


Bukan hanya darah dan nyawa kaum Muslimin saja yang dilindungi Islam,bahkan darah dan nyawa orang-oran kafir yang mengikat perjanjian damai,ahli dzimmah dan orang kafir yang meminta jaminan keamanan juga terlindungi secara sah sehingga siapa pun yang menunpahkan dara mereka dan menlenyapkan nyawa mereka akan mendapat ancamat berat dari Allah.Bebeda halnya denga kafir harbi (orang kafir yang sedang memerangi kaum Muslimin).Terhadap kaum ini,kaum Muslim berhak membunuh mereka sesuai ketentuan yang telah Allah tetapkan dalam Kitab-Nya dan Rasulullah jelaskan melalu Sunnahnya tentan hukum dan etika peperangan.


      JIHAD ALA TERORIS

Aksi terorisme yang sedang marak terjadi di negri kita tercinta ini menorehkan rasa sedih dan pilu di dada kaum Muslimin.Bukan hanya karena melihat tebuarainya usu para korban,berserakannya jasad para korban dan tangisan para keluarga korban.Yang lebih menyedihkan lagi,banya pihak yang mengklaim bawah terorisme merupakan bagian dari ajaran agama Islam,yaitu jihad.


Ajaran agama apa pun dan akal sehat manapun tidak membenarkan aksi terorisme,apa lagi Islam agama yang mulia,agama yang diridhai Allah Yang Maha Esa.Isalam sebagai agama yang rahmatan lil'alamin mustahil membenarkan ajaran terorisme dengan bom bunuh diri yang banyak menelan korban dan menimbulkan kerusakan.Jihad memang bagian dari Islam dan memiliki tingkatan yang tinggi di dalam syariat.Namun jihad dalam Islam diatur dengan syariat,tidak seperti yang dilakukan oleh orang-orang bodoh yang mengatas namakan dirinya jihad As-Syahid setelah membunuh orang-orang kafir di negri-negri Muslim sedangkan mereka masuk ke negri itu dengan aman.Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam dengan tegas mengancam siapa saja yang membunuh orang kafir yang mengikiat perjanjian damai di negri Muslim:

"Siapa membunuh seorang mu'ahid (orang kafir yang ada dalam ikatan perjanjian),maka ia tidak akan mencuim aroma bau Surga,padahal aromanya bisa ditemukan (dari jarak) sejauh empat puluh tahun (lama) perjalanan." Shahih,diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnad-nya (20386 dan 20282) Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (3166) dan lihat Shahihul Jami'
(6458).

Kalau benar begitu,bukankah seharusnya perang pemikiran dilawan dengan perang pemikiran,bukan dengan pengeboman dan perusakan fasilitan,yang memakan korban bukan saja orang dan juga kaum Muslim?

     Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"Hilangnya dunia lebih ringan di hadapan Allah ketimbang lenyapnya nyawa seorang Mukmin tampa dasar kebenaran." Shahih,diriwayatkan Imam Ibnu Majah dalan Sunan-nya (2619) dan dishahih-kan Syaikh Al-Albani dalam Ghyatul Maram (439).

Sedangkan penegakan jihad qital (Jihad Perang) adalah wewenang pemimpin negara,dialah yang memegang komando jihad,menetapkan daerah atau negri yang layak untunk diperangi,mengibarkan panji peperangan,menyusun strategi perang,memilih dan mengirim pasukan,mengangkat panglima dan menugaskan mata-mata,mempersenjatai mujahidin dan mengadakan lawatan perang.Jihad merupakan murni wewenang pemimpin dan bukan gerakan perusakan yang siapa saja boleh angkat senjata,membunuh dan menyerang (musuh) lalu mengatakan "Sayang sedang berjihad di jalan Allah." Yang demikian itu bukanlah jihad di jalan Allah,karena jihad di jalan Allah harus tertib,teratur dan terikat dengan hukum-hukum syariat.Perang yang tidak mengikuti aturan dan hukum agama maka pasti akan berubah menjadi sekadar perusakan dan hanya menimbulkan bahaya yang lebih besar.

Segala sesuatu di dalam Islam ada aturannya,apalagi jihad yang termasuk perkara besar dalam agama.Jelas ia lebih membutuhkan aturan dan haris terikat dengan hukum-hukum yang termuat di dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah serta pendangan para ulama.

      BOM BUNUH DIRI BUKAN JIHAD
Maraknya aksi bom bunuh diri yang dilakukan sebagian para pemuda kemudia diklaim sebagai bentuk jihad merupakan penodaan dan pelecehan terhadap indahnya syariat jihad.Padahal,kalau mereka mau meneliti denga seksama nash-nash agama dan pernyataan para ulama As-Sunnah,maka aksi bom bunuh diri itu jelas bukanlah jihad bahkan masuk ke dalam kategori bunuh diri yang berdosa.



TIdak diragukan bahwa umat Islam pada saat sekarang tetimpa malapetaka karena para mush mengusai mereka dengan berbagai sarana dan mengepung mereka dari tiap penjuru.Dan para musuh sangat bergembira dengan tersedianya sarana yang membantu mereka untuk menguasai kaum Muslimin,merendahkan martabat mereka dan mengeruk kekayaan mereka.Siapa yang membantu musuh Islam untuk merealisasikan tujuan mereka dan membuka peluang bagi mereka untuk menindas kaum Muslimin dan negri Islam,berarti ia telah menolong musuh untuk melecehkan kaum Muslimin dan menguasai negri mereka.Dan itu termasuk dosa yang sangat besar.


Akan tetapi,terorisme bukanlah langkah yang tepat untuk menghentikan malapetaka tersebut di atas.Satu-satunya langkah tepat untuk membendung arus kejahatan musuh dan menanggulangi malapetaka yang ditimbulkan musuh-musuh Islam adalah dengan menumbuhkan dalam diri kaum Muslimin semangat untuk menuntut ilmu syar'i yang diambil dari Kitabullah dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman Salaful Ummah.Dan itu bisa dilakukan di sekolah-sekolah,perguruan tinggi,masjid-masjid.Sarana informasi hari ditingkatkan,menebar syiar amar ma'ruf dan nahi munkar dan saling menasihati tentang kebenaran dan kesabaran harus terus di-pertajam.


Kita butuh - lebih-lebih saat ini - kegiatan amar ma'ruf nahi munkar dan kegiatan yang menyeru manusia agar kembali kepada agamanya.Langkah itulah yang paling efektif untuk mewujudkan kejayaan umat dan menyingkirkan kehinaan dari tubuh umat Islam,asalkan dikontrol dengan kaidah yang benar dan etika yang lurus.


Dan wajib bagi para pemuda Muslim berbaik sangka kepada ulama yang terpercaya ilmunya dan mengambil ilmu dan fatwa dari mereka,sehingga mereka tidak salah dalam menerapkan syariat Islam.Para pemuda harus mengetahui dan mewaspadai bawah termasuk usaha musuh-musuh agama ini adalah menumbuhkan benih perselisihan antara pemuda Islam dengan para ulamanya,juga antara mereka dengan pemerintahya,hingga kekuatan mereka melemah dan akhirnya mudah dikuasai.

Semoga Allah Subahana Wa Ta'ala menjaga kita semua dari tipu daya musuh Islam.Wajib bagi kaum Muslimin bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa dan tertobat dengan jujur dari segala dosa karena sesungguhnya tiada turun satu bencana melainkan di-sebabkan dosa yang diperbuat hamba dan tiadalah mapapetaka itu akan hilang melain-kan denga tobat nasuha.Kami memohon kepada Allah semoga Dia memperbaiki nasib kaum Muslimin dan menjauhkan negri kaum Muslimin dari berbagai macam malapetaka dan bencana.



     HUKUM BOM BUNUH DIRI

Ada sebagian orang yang membenarkan aksi bom bunuh diri sebagai bentuk jihad dengan bersandar pada hadis yang menerangkan kisah "Ashhabul Ukhdud" (orang-orang yang membuat parit).Maka,Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menegaskan,ketika menyebutkan faidah-faidah yang terdapat dalam kisah tersebut,"Bahwa seorang bisa dibenarkan mengorbankan dirinya hingga terbunuh untuk kepentingan orang banyak,karena pemuda ini memberitahukan kepada raja cara membunuhnya yaitu dengan mengambil anak panah milik pemuda itu." Kisah ini dikeluarkan oleh Imam Muslim di kitab Az-Zuhud wa ar-Raqa'oq,bab kisah Ashhabul Ukhdud,hadis no.3005.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,"Karena hal ini merupakan jihad fi sabilillah,yang menyebabkan orang banyak beriman,sedangkan pemuda tadi tidak rugi karena ia telah mati dan memang ia akan mati cepat atau lambat."

Sedangkan perbuatan sebagian orang yang mengorbankan diri hinga tebunuh,dengan cara membawa bom,mendekati kaum kuffar lalu meledakkan bom itu,itu merupakan bentuk bunuh diri.Padahal,pelaku bunuh diri akan kekal di Neraka Jahanam,seperti telah disebut dalam sebuah hadis Nabi Muhammad Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam.

Pelaku peledakan bom seperti itu berstatus sebagai pelaku bunuh diri saja.Apalagi ia melakukannya bukan kemaslahatan agama Islam.Lihat,jika ia membunuh dirinya serta membunuh sepuluh,seratus atau dua ratus orang,itu tidak mendatangkan manfaat bagi Islam dan tidak ada orang yang mau masuk Islam.Bahkan boleh jadi,itu malah akan menmunculkan kemarahan di hati para musuh sehingga mereka membinasakan kaum Muslimin dengan sekuat tenaga.Ini tentu berbeda dengan yang terjadi pada kisah pemuda di atas.


Contohnya,lihatlah yang diperbuat oleh orang-orang Yahudi terhadap orang-orang Palestina.Tiap ada satu orang Palestina mengorbankan diri dengan bom bunuh diri dan ia bisa membunuh enam,atau tujuh orang,akan membuat orang-orang Yahudi membalasnya dengan sengit,sehingga memakan korban enam puluh orang atau lebih.Maka jelas,yang demikian itu tidak mendatangkan maslahat dan manfaat bagi kaum Muslimin dan tidak pula bagi orang yang melakukannnya.Sebaliknya,itu bahkan menimpakan musibah dan malapetaka secara kolektif kepada umat Islam.


Oleh sebab itu,kami berpandangan bahwa perbuatan yang dilakukan oleh sebagian orang dengan mengorbankan dirinya termasuk perbuatan bunuh diri yang tidak sesuai dengan kebenaran dan itu menyebabkan pelakunya masuk kedalam Neraka.Semoga Allah melindungi kita.Pelakunya pun tidak di kategorikan sebagai syahid.Namun jika pelakunya  beranggapan hal itu dibenarkan,kami berharap mudah-mudahan ia terbebas dari dosa.Sebab,siapa pun yang berijtihad lalu ia salah,maka baginya satu pahala.Hanya saja,ia tetap tidak di kategorikan sebagai syahid,karena ia tidak menempuh jalan orang-orang mati syahid.


FRUSTASI DALAM BERDAKWAH


Para pelaku bom bunuh diri menolak tegas saat mereka disamakan dengan pelaku bunuh diri.Alasan mereka,bunuh diri hanya dilakukan oleh orang yang frustasi,sementara mereka mengklaim bahwa pengorbanan mereka itu merupakan wujud kecintaan dan pengorbanan demi kejayaan Islam.Namun sejatinya keduanya sama saja,sama-sama frustasi.


Bagaimana tidak? Anak-anak muda itu sudah tak tahan dan tak sabar melihat Islam yang semakin terpuruk.Mereka ingin daulah Islam segera berdiri,segera berjaya dan berkuasa,namun kenyataanya,daulah Islam yang diimpikan tak kunjung tegak.Mereka pun akhirnya frustasi dalam dakwah,lantas potong kompas menumpuh kekerasan.


Mereka tidak sadar,dahulu Islam berjaya selama 14 abad karena umatnya sudah paham dengan syariat Islam dan sudah melalui proses dakwah dari Tazkiyah,Tashfiyah,Tarbiyah,Tajdid dan Al-Ishlah secara benar.Karenanya,saat syariat Islam diterapkan,mereka ikhlas menerima.


Namun apa yang terjadi sekarang? Sebagian besar umat Islam belum menjalani proses pendidikan dan dakwah secara benar,namun mendadak sudah ingin berkuasa dan ini segera memaksakan syariat Islam pada umat yang awam,bagaimana mungkin bisa? Bagaimana pertolongan Allah akan turun sementara hamba-Nnya masuh banyak yang menyekutukan-Nya,belum paham tauhid dan masih bergelimang dengan maksiat?

Karena itu,yang terpenting saat ini adalah keistikomahan kita dalam menjalani proses dakwah secara benar seperti yang dicontohkan oleh
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam.Masalah sebentar atau lamanya proses yang kita lalui tak menjadi soal.Yakinlah,saat proses dakwah dilalui secara benar,maka daulah Islam yang diimpikan itu akan semakin dekat.


Berlanjut Pada Pembahasan Yang Ketiga:
                          FATWA ULAMA TENTANG AKSI TERORISME DAN RADIKALISME 


JIHAD MELAWAN TEROR MEMBONGKAR AKAR TERORISME & RADIKALISME

penulis: Ust.Zaenal Abidin Bin Syamsudin
editor: Tim Editor Rumah Penerbit Al-Manar
penerbit: rumah penerbit al-manar
[CV.Menara Indo Pena]
e-mail: pernerbitalmanar@yahoo.com
cetakan: pertama,Syawal 1430 H/Oktober 2009 M
kedua,Jumadil Awal 1432 H/April 20011 M
penyebar: Abdul Rahman Bin Muis
e-mail: rahmanmuis@rocketmal.com
 

Senin, 20 Maret 2017

Lahwal Hadits Nyanyian Syaithon



GUNAKAN NIKMAT UNTUK MEMPERJUANGKAN ISLAM BUKAN UNTUK MENODAI ISLAM
Assalamu’alaikum..
Bismillahirrahmanirrahim

Allah menciptakan segala sesuatu untuk kalian
Dia-lah Allah,yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit,lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Qs Al-Baqarah 29)

Akan tetapi sungguh sangat di sayangkan sekali,bahwa bumi ini yang kita berjalan di atasnya,langit ini yang kita berteduh dengan naungannya,kehidupan ini yang Allah karuniakan kepada kita dan nikmat Allah yang sangat banyak -kecuali golongan yang Allah rahmati- sekarang malah digunakan untuk menentang Allah dan dipakai untuk mendurhakai Allah.Sekarang pemuda-pemudi kita menggunakan penglihatan mereka hanya untuk menonton film-film,sinetron-sinetron dan pendengaran mereka untuk nyanyian atau hal-hal yang melalaikan dan menggunakan lisan untuk memperbincangkan perkara keji,zina dan kemungkaran.

Sekarang kita menantang Allah dengan tangan,kaki dan hp-hp kita. Aku ingin menanyakan satu buah pertanyaan dan aku bertanya kepada teman-teman membaca tulisan ini,,bukti sederhana saja.Hp,komputer atau gadget yang kamu miliki itu,,,hp,komputer atau gadget yang Allah berikan kepadamu,,kartu,panggilan dan nomor rahasia,,tak ada yang mengetahui nomor siapa yang kamu simpan di hp mu,tak ada yang tahu situs-situs apa yang kamu buka,photo-photo serta video-video,serta hal-hal yang lainnya di hp mu,,kecuali hanya Allah ta’ala yang mengetahui.

Saya bertanya kepada kalian yang membaca tulisan ini -demi Allah- sebuah pertanyaan saja,,hp,komputer atau gadget yang kalian miliki itu ikut membantu Islam atau menghancurkan Islam. Jika engkau ikut menyebarkan kebaikan Jika engkau menyebarkan Al-Qur’an dan Islam Jika engkau menyebarkan ajaran Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam maka engkau melalui hp,komputer atau gadgetmu tersebut termasuk golongan yang membantu ISLAM. Jika engkau melalui hp,komputer atau gadget tersebut menyebarkan musik-musik,video-video atau photo-photo yang tidak di ridhoi oleh Allah azza wajalla maka engkau termasuk golongan yang sedang MENGHANCURKAN ISLAM dan engkau sedang memerangi Al-Qur’an,karena musik-musik yang di sertai nyanyian adalah lawan dari apa???? lawan dari Al-Qur’an.

Engkau malah mengirmkan musik-musik yang di sertai nyanyian yang seharusnya engkau mengirim Al-Qur’an Engkau malah mengirim photo-photo yang tak senonoh yang seharusnya engkau menyebarkan Islam,kebaikan dan ajaran Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam Engkau malah perangi Islam melalui hp,komputer atau gadget ini merupakan sebuah bukti yang sangat jelas,aku bersumpah demi Allah Yang Maha Agung,bahwa sebagian pemuda atau pemudi mengatakan Alhamdulillah,,saya demi Allah menunaikan sholat lima waktu,saya melakukan ibadah ini dan saya mengerjakan amalan itu...Akan tetapi aku menghadapi sebuah permasalahan kecil,masalah remeh saja yaitu masalah musik yang di sertai nyanyian.
Benarkah permasalahan musik yang di sertai nyanyian masalah sepeleh ??? !!!

Betapa banyak pemuda-pemudi berangan-angan untuk membaca Al-Qur’an,akan tetapi ia tak mampu,,sebabnya adalah karena musik. Betapa banyak manusia yang ingin konsisten menjaga sholatnya,akan tetapi ia tak sanggup konsisten,,sebabnya adalah karena nyanyian. Betapa banyak orang yang terjerumus ke jurang zina itu juga karena ulah musik yang di sertai nyanyian,musik yang di sertai nyanyian benar-benar memiliki efek yang sangat buruk. Allah memberi kabar gembira bagi pecinta musik yang di sertai nyanyian dengan apa??!! apa yang Allah kabarkan kepada pencinta musik yang di sertai nyanyian di dalam Surat Lukman.

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan LAHWAL HADITS perkataan yang tidak berguna...” (Qs Luqman 6)

Apa itu LAHWAL HADITS ??
Sahabat Ibnu Mas’ud Radhiyallahu’anhu bersumpah demi Allah,bahwasanya LAHWAL HADITS itu adalah, musik yang di sertai nyanyian,mempergunakan perkataan yang tidak berguna berupa musik dan nyanyian,sehingga ia mendengarkannya di dalam rumah atau di kendaraanya dengan hp,komputer atau gadgetnya.Sehingga musik yang di sertai nyanyian pun sudah merupakan kebiasaan bagi mereka.

Surat Luqman 6-7
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan.Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan (6).Dan apabila di bacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah dia dengan azab yang pedih (7). Wallahu’alam Hadanallah... Semoga Allah selalu memberi petunjuk kepada hamba-bamba yang beriman agar kita terhindar dari perbuatan keji dan kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi Wasallam.


📝
عبد الرحمن بن الماوس

Lanjutan Dari PEMBAHASAN PERTAMA MEMBEDAH AKAR TERORISME



Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

JANGAN ASAL TUDUH

Tersebar isu bahwa aksi teroris dikaitkan dengan kelompok Islam tertentu yang mereka sebut dengan kelompok Wahabi.Padahal,negara kita mengakui asas hukum praduga tak bersalah.Artinya,selagi belum terbukti bersalah secara hukum,maka individu maupun kelompok manapun tidak bisa didakwa.Memojokkan kelompok hanya akan membuat suasana kian rumit dan tidak nyaman dan menambah tumpukan pekerjaan aparat.Kehidupan berbangsa dan bernegara pun menjadi kering dan masyarakat jadi saling curiga.

Pengaitan aksi terorism dengan kelempok Wahabi merupakan bola api liar yang sangat berbahaya dan bisa mengenai siapa saja yang memperjuangkan pemurnian Islam.Saling lempar tuduhan,seperti menyatakan bahwa kelompok teroris adalah meraka yang suka membid'ahkan kelompok lain,bisa mengenai organisasi besar yang ada di Indonesia seperti Muhammadiyah,Al-Irsyad,Persis dan kelompok mana saja yang memperjuangkan kemurnian dan keutuhan ajaran Islam.

Seharusnya para tokoh agama dan ulama lebih bijaksana dan arif dalam menyikapi kejadian ini dan berusaha semaksimal mungkin mengungkap akar aksi terorisme itu,bukan menuduh dan membiaskan masalah dengan melempar isu Wahabi.

Sebenarnya Wahabi merupakan firqah sempalan Ibadhiyah Khawarij yang timbul pada abad kedua Hijriyah.Sebutan wahabi dinisbabkan kepada tokoh sentral Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum yang wafat tahun 211 H.Wahabi merupakan kelompok yang sangat ekstrim kepada Ahli Sunnah,sangat membenci Syiah dan sangat jauh dari Islam.

Untuk menciptakan permusuhan di tengah kaum Muslimin,maka kaum Imperialis dan kelompok penjilat dari kalangan kaum munafikun memanfaatkan kondisi ini dengan menyematkan baju lama (Wahabi) dengan berbagai macam atribut penyimpangan dan kesesatannya untuk menghatamkan dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab atau setiap dakwah mana saja yang mengajak imtik memurnikan Islam dan mengajak kepada tauhid yang shahih.

Karena dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab sanggup merontokkan singgasana kebatilan,menghancurkan angan-angan kaum durjana dan melumatkan tahta agen-agen asing,maka dakwah Syaikh Muhammad dianggap sebagai penghalang yang mengancam eksistensi mereka di negri-negri Islam.Contohnya,Inggri menggulirkan isu Wahabi di India,Prancis menggulirkan isu Wahabi di Afrika Utara,bahkan Mesir menuduh semua kelompok menegakkan dakwah tauhid dengan sebutan Wahabi.Italia juga mengipaskan tuduhan Wahabi di Libia.Belanda di Indonesia,bahkan menuduh Imam Bonjol yang mengobarkan perang Padri sebagai kelompok yang beraliran Wahabi.Semua itu,mereka lakukan karena mereka sangat ketakutan terhadap pengaruh dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab yang mengobarkan jihad melawan Imperialisme di masing-masing negri Islam.

Kaum Imperialisme menyerang dakwah Syaikh Muhammad meminjam tangan-tangan jahat yang berhati busuk dan kaum munafik yang berotak kriminil,yang secaara lahir berbaju Islam dan menyematkan simbol agama,tapi sesunggugnya manusia bayaran yang siap menghacurkan Islam dari dalam dan menjadi musu dalam selimut.Mereka menuduh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan pengikutnya dengan tuduhan keji dan kotor.

Ada tiga jelis tuduhan buruk yang mereka lancarkan kepada Syaikh Muhammad,yaitu:

1).Tuduhan yang berasal dari para tokoh agama yang memutarbalikkan kebenaran,yang hak dikatakan batil  dan sebaliknya.Mereka yakin,mendirikan bangunan masjid di atas kuburan,berdo'a dan meminta bantuan kepada mayit dan semisalnya merupakan bagian dari petunjuk Islam.Dan siaoa yang mengingkari hal tersebut dianggap membenci orang-orang shalih dan para wali.

2).Mereka orang-orang berilmu tapi tidak mengetahui secara benar siapa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan dakwah hak yang beliau bawa.Mereka hanya mendengar tentang beliau dari para penganut aliran sesat yang tidak senang Islam kembali jaya,sehingga mereka mencela Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dan dakwahnya serta sangat antipati terhadap sebutan Wahabi.

3).Ada sebagian dari mereka takut kehilangan posisi dan popularitas karena dakwah salifiyah dan tauhid masuk wilayah mereka,yang alhirnya menumbangkan proyek raksasa yang mereka bangun siang malam.
Padahal,dakwah Syaikh Muhammad merupakan proses kelanjutan dari dakwah Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam,para sahabat,para tabi'in dan para imam As-Sunnah seperti Imam Abu Hanifah,Imam Malik,Imam Syafi'i,Imam Ahmad bin Hambal,Imam al-Auza'i,Imam ast-Tsauri,Imam Bukhari,Imam Muslim,Imam Abu Hatim,Abu Zur'ah dan Imam Ibnu Mubarak,yaitu kelanjutan dari dakwah tauhid berupa penegakkan Sunnah dan penentangan terhadap bid'ah.

Siapa yang mengetahui secara utuh dan benar hakikat dakwah yang disebarkan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab,silahkan baca kita-kitab beliau seperti kita Tauhid,Kasyfu asy-Syubhat,Ushul ats-Tsalatsah dan Rasail beliau.Buku-buku tersebut telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan sudah banyak beredar.

SEMUA TERFITNAH




Sungguh,aksi bunuh diri yang diklaim sebagai bom jihad telah mencabik-cabik nurani setiap insan.Apakahia kafir,muslim,munafik,fasik semua memiliki penilian yang sama. "Sungguh keji biadab,tak berperikemanusiaan!" begitu mereka memberi penilaian.Apalagi saat media menampilkan kondisi korban yang tak berdosa,perut terburai,isi kepada beratakan,anggora badan tercerai berai.Ditambah dengan air mata janda,anak yatim dan juga anaknya karena menjadi korban ledakan,maka tak lagi tersisa simpati pada aksi dan juga pelaku bom bunuh diri.

Lihatlah ke belakang,bagaimana umat Islam di belahan dunia begitu diintimidasi paca tragedi WTC.Umat Islam diserang,masjid dihinakan,ekspansi gabungan pasukan Nato pun segera digelar,mereka menyerbu negeri-negeri kaum Muslimin.Begitu juga pasca peledakan bom yang dilakukan oleh kelompok Amrozi CS,Noordin M.Top,maka umat Islam semakin ketat diawasi dalam menjalankan syariat-Nya.

Pemerintah dan jajaran aparat keamanan semakin ketat mengawasi setia acara kajian.Orang berjenggot panjang diamati secara berlebihan.Orang tua cemas dan ketakutan saat menyaksikan anak-anaknya berjenggot dan bercelana cingkrang atau anak wanitanya sudah bercadar hitam.Oran yang menjalankan sunna,di tempat kerja dicurgai atasan dan rekan dan di masyarakat menjadi pusat perhatian dan dicurigai secara berlebihan.Walhasil,umat Islam secara umum dan Ahli Sunna khususnya senantia dicurigai bahkan seringkali diintimidasi.Mereka diteror disetiap tempat saat menjalankan syariat Islam dan mengikuti As-Sunnah Nabi-Nya.

Bahkan,ada kasus yang memprihatinkan,ada warga yang tidak dilayani membuat KTP (Kartu Tanda Penduduk) hanya karena ia dan keluarganya teguh menjalankan As-Sunnah.Ada seorang ibu yang begitu ketakutan untuk berkunjung ke rumah anaknya,alasanya,takut anaknya tiba-tiba ditangkap aparat karena jenggotnya panjang,celanya cingkrang dan menantunya suda bercadar hitam.Sungguh,umat yang awam tak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.Mana yang kelompok teroris dan mana yang bukan,semua dianggap sama.

Maka akhirnya banyak yang tak tahan dihantam badai fitnah.Yang berusaha istikomah menegakkan sunnah menjadi ragu dengan syariat Islam,karena ia tak tahan manaka dikucilkan oleh kerabat dan lingkungan,karir dihambat,bahkan rezekinya pun ikut dipampat.

ISTIKOMAH MELAWAN TEROR 

Demikianlah pada akhirnya,umat Islam secara umum dan ahlu Sunnah khususnya menjadi terteror lahir dan batinnya.Mereka diteror oleh tindakan radikal yang diciptakan oleh para pelaku bom bunuh diri.Mereka di teror dengan perlakuan dan berbagai prasangka buruk yang di tujukan terhadapnya.Diteror aparat yang semakin bercuriga dan mengetatkan pengawasan atas segala gerak ibadah dan muamalahnya.Diteror oleh keluarganya,kerabat dan masyarakat di sekitarnya.Diteror majikan,atasan atau rekan kerjanya.

Maka jangan heran bila ada orang yang menyindir, "Wah,ternyata kau belum tertangkap juga,ya?" Begitulah kiri mereka menghina umat Muhammad dengan meledeknya sebagai kelompok teroris.Kini para pecinta sunnah bernar-benar lengkap menjalani teror keimanan.Dan semoga Alla Ta'ala senantiasa menguatkan tali iman kta.


Berlanjut Pada Pembahasan Yang Kedua: SALAH KAPRAH DALAM MEMAHAMI JIHAD

JIHAD MELAWAN TEROR MEMBONGKAR AKAR TERORISME & RADIKALISME

penulis: Ust.Zaenal Abidin Bin Syamsudin
editor: Tim Editor Rumah Penerbit Al-Manar
penerbit: rumah penerbit al-manar
[CV.Menara Indo Pena]
e-mail: pernerbitalmanar@yahoo.com
cetakan: pertama,Syawal 1430 H/Oktober 2009 M
kedua,Jumadil Awal 1432 H/April 20011 M
penyebar: Abdul Rahman Bin Muis
e-mail: rahmanmuis@rocketmal.com

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda