PARA NABI MENGINGATKAN KAUM MEREKA DARI PERKARA DAJJAL
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu'anu,dia berkata,Rasulullah Shallallahu'alihi wa sallam bersabda,
"Tidak ada seorang nabi pun,kecuali dia telah mengingatkan umatnya dari si buta sebelah yang pendusta (Dajjal).Ketahuailah,sesungguhnya dia buta sebelah,dan sesungguhnya Rabb kalian tidak buta sebelah; di antara kedua matanya tertulis ka-fa-ra." (Diriwayatkan oleh al-Bukhari,.no.7131;dan Muslim,no.2933.)
Sabda beliau,"Tidak ada seorang nabi pun,kecuali dia telah mengingatkan umatnya dari si buta sebelah yang pendusta (Dajjal),"maksudnya ,dia menakut-nakuti mereka dengannya.Dan ini tidak bertentangan dengan hadits yang tsabit bahwa ia akan dibunuh oleh Isa bin Maryam setelah turun dan berhukum dengan syariat Muhammad,kerena tepat waktu keluarnya tidak mereka ketahui ketika mereka mengingatkan kaum mereka.Dan seperti ini juga dipahami hadits yang terdapat pada sebagian jalur periwayatannya,
"Apabila ia keluar sementara aku masih hidup di tengah-tengah kalian,maka akulah yang melawannya,"
sebagaimana yang akan dibawakan nanti.Yang demikian itu beliau ucapkan sebelum mengetahui secara jelas waktu keluarnyya serta ciri-cirinya,kemudian setelah itu beliau diberitahukan waktu keluarnya maka beliau pun mengabarkannya,berdasarkan asumsi bahwasanya ketidakjelasan tersebut disebabkan adanya kemungkinan terjadinya tanda-tanda akan munculnya Dajjal berkaitan erat dengan satu syarat,sehingga apabila syarat itu tidak ada,maka akan tergambarkan keluarnya dajjal tanpa adanya tanda-tanda muncul.Sama sepertinya rasa takut para nabi dan rasul sekalian dari siksa yang pedih padahal sudah tetap keterjagaan dan keamanan mereka.Seperti itu juga rasa takut (khassyah) sepuluh sahabat yang telah dijamin masuk surga melalui lisan penghulu para rasul,Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam.
Dari abu Hurairah Radhiyallahu'anhu,dia berkata,Rasulullah Shallallahu'alihi wa sallam bersabda,
"Maukah aku ceritakan kepada kalian sebuah hadits tentang Dajjal yang telah diceritakan oleh nabi (sebelumku) kepada kaumnya? Sesungguhnya dia buta sebelah,dan sesungguhnya dia akan daang dan bersamanya permisalan surga dan neraka.Yang dia katakan sebagai surga,pada hakikatnya adalah neraka.Dan sesungguhnya aku memperingatkan kalian sebagaimana Nabi Nuh memperingatkan kaumnya dengannya." (Diriwayatkan oleh al-Bukhari,no.7138l;dan Muslim,no.2936.)
Apabila ada yang bertanya,"Mengapa beliau hanya menyebutkan Nabi Nuh?" Saya jawab,"Karena Allah Ta'ala berfirman,
"Dia telah mensyariatkan bagimu tentang agama apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh."(Asy-Syura:13).
Ath-Thibi Rahimahullah menyebutkan,"Dalam hadits di atas terdapat indikasi bahwa ini akan terwujud -jika benar- bahwa semua nabi sebelum beliau telah memperingatkan kaumnya,sehingga dibiarkan seperti makna zahirnya bahwa Nabi Nuh adalah yang pertama memberikan peringatan itu.Ini diperkuat oleh sebuah hadits,
'Sesungguhnya tidak ada seorang nabi pun setelah Nuh,kecuali dia pasti memperingatkan kaumnya dari Dajjal.'
Dan nabi Nuh didahulukan penyebutannya dalam ayat ini,karena dia adalah yang pertama kali ada di antara para Rasul Ulul Azmi*.Karena itu dalam ayat lain Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam didahulukan penyerbutannya atas Ulul Azmi yang lain,karena beliau melebihi mereka dalam hal derajat,yaitu firman Allah Subahana Wa Ta'ala,
'Dan (ingatlah) ketika kami mengamlbil perjanjian dari nabi-nabi dan darimu (sendiri),dari Nuh,Ibrahim,Musa,dan Isa putra Maryam,dan Kami telah mengambil dari mereka perjanian yang teguh.' (Al-Ahzab:7).
Lima nabi tersebut adalah para rasul Ulul Azmi,dan penyebutan mereka terkumpul pada dua ayat di atas. Wallahu a'lam."
NABI MEMOHON PERLINDUNGAN DARI FITNAH DAJJAL DAN MEMERINTAHKAN ORANG-ORANG MUKMIN UNTUK MEMOHON PERLINDUNGA DARINYA
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu,dia berkata,"Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
'Mohonlah perlindungan kepada Allah dari azab kubur.Mohonlah perlindungan kepada Allah dari azab Neraka Jahanam.Mohonlah perlindungan kepada Allah dari fitnah al-Masih Dajjal.
Mohonlah perlindungan kepada Allah dari fitnah hidup dan sesudah mati." (Shahih:Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Kitab al-Jana'iz,no.1377,Muslim dalam Kita al-Masajid,no.128,130,131,dan 133;at-Tirmidzi dalam sunannya,no.3604;Ahmad dalam Musnandnya,2/414,426,454,467 dan 468;Ibnu Majah,.no909;dan ad-Darimi,1344/1345.)
Dari Zaid bin Arqam ia berkata,"Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam berdoa,
'Ya Allah,sesungguhya aku berlindung kepadaMu dari sifat lemah (dari berbadah kepadaMu),malas,pengecut,pelit,(lemah karena tua,azab kubur dan fitnah Dajjal.Ya Allah,berikan jiwaku takwanya,dan sucikan dia;sesungguhnya Engkau sebaik-baik yang mensucikannya,Engkau-lah Penolong dan Penjaganya.Ya Allah sesungguhnya kau berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat,hati yang tidak khusu',jiwa yang tidak pernah puas dan doa yang tidak di kabulkan." (Al-Mustadrak,1/716.)
Dari Aisyah Radhiyallahu'anha ia berkata,"Rasulullah Shallallahu'alahi wa sallam berdoa,
"Ya Allah,sesungguhya aku berlindung kepadaMu dari sifat malas,lemah karena tua,berbuat dosa,dan terlilit hutang,aku berlindung kepadaMu dari fitnah dan azab kubur,dari fitnah dan azab nerak,dan dari keburukan fitnah kekayaan.Aku berlindung kepadaMu dari fitnah al-Masih Dajjal.Ya Allah,bersihkanlah dariku dosa-dosaku dengan air,es,dan embun;sucikan hatiku dari dosa sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari noda;jauhkan antara diriku dosa-dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat." (Muslim meriwayatkan hadits semisal di dalam Kitab al-Masajid,no.589;at-Tirmidzi ,no.3494;Abu Dawud,no.1542,dan lainya.)
Dari Aisyah istri Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam,ia menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam berdoa dalam shalatnya,
"Ya Allah,sesungguhya aku berlindung kepadaMu dari azab kubur,aku berlindung kepadaMu dari fitnah al-Masih Dajjal,akau berlindung kepadaMu dari fitnah hidup dan sesudah mati,Ya Allah,sesungguhya aku berlindung kepadaMu dari berbuat dosa dan dililit hutang."Ada yang berkata kepada beliau,"Betapa sering engkau memohon perlindungan dari dililit hutang.
"Beliau bersabda,"Sesungguhnya seorang jika telah dililit hutang,dia akan berbicara kemudian berdusta,dan dia berjanji kemudian ingkar." (Shahih:Diriwayatkan oleh al-Bukhari,no.832 dan no.6375;Muslim dalam al-Masajid,128/129;at-Tirmidzi,no.3495;dia berkomentar."Hadits Hasan Shahih,"dan lainnya.)
HIKMAH DARI KELUARNYA DAJJAL
Al-Qadhi Iyadh Rahimahullah berkata,"Hadits-hadits yang disebutkan oleh Muslim dan lainnya yang berkaitan dengan fitnah Dajjal adalah merupakan madzhab ahlul haq dalam hal kebenaran wujudnya.Ia benar-benar ada; dengannya Allah menguji hamba-hambaNya,dan menjadikannya mengusai beberapa perkara yang merupakan kekuasaan Allah Ta'ala,berupa menghidupkan orang yang telah di bunuh terlebih dahulu,munculnya gemerlap dunia dan tanah yang subur bersamanya,sungai surga dan nerakanya,perihal isi bumi yang mengiringnya,perintahnya agar langit menurunkan hujan maka hujan pun turu,serta perintahnya agar bumi menumbuhkan tumbuhan lalu bumi pun menumbuhkan tumbuhan.Semua itu terjadi berkat kuasa dan kehendak Allah Ta'ala kemudian setelah itu Allah menjadikannya tidak kuasa,sehingga ia tidak mampu membunuh laki-laki itu,tidak uga yang lainnya,serta perintahnya tidak mujarab lagi.Orang-orang yang mengingkari keberadaan Dajjal menyangka bahwa seandainya Dajjal benar tentu ia tidak akan dikuatkan dengan mukjizat-mukjizat para Nabi.
Perkataan mereka ini salah,karena Dajjal tidak pernah mendakwa dirinya sebagai nabi sehingga hal-hal di atas bisa dikatakan sebagai justifikasi (pembenaran) terhadap dakwaannya.Melainkan ia mengklaim diri sebagai tuhan,sementara pada saat yang bersamaan klaimnya itu didustakan oleh gambaran kondisinya,oleh sebab adanya bukti-bukti baru pada dirinya,kekurangan sosok jasmaninya,ketidakmampuannya menghilangkan cacat yang ada pada matanya,serta ketidakmampuannya menghilangkan saksi kekafirannya yang tertera di antara kedua bola matanya.Karena bukti-bukti ini dan juga yang lainnya tidaklah akan terpedaya oleh Dajjal kecuali orang-orang yang lemah untuk menutupi hajat dan kebutuhannya,atau karena takut dari siksaannya.Karena begitu besarnya fitnah Dajjal menjadikan akal terkesima dan hati keheranan.Disertai kecepatan geraknya,ia tidak pernah diam seukuran waktu yang cukup buat orang-orang lemah untuk mencermati keadaannya,bukti-bukti baru padanya,serta cacatnya sehingga ia dibenarkan oleh orang-orang yang membenarkannya pada kondisi ini.
Oleh karena itu para Nabi telah memperingatkan umatnya dari fitnahnya,serta menjelaskan cacat dan bukti kebatilannya.Adapun orang-orang yang diberikan taufik,mereka tidak terpedaya dengannya dan tidak tertipu dengan keajaiban-keajaiban yang dibawanya seperti yang telah kita sebutkan,dan juga karena ilmu yang telah mereka miliki sebelumnya tentang keadaaanya.Oleh karena itu laki-laki yang ia bunuh kemudian ia hidupkan kembali berkata,"Tidaklah bertambah padaku tentangmu,kecuali keyakinan (akan kedustaanmu)." (Diriwayatkan oleh Muslim,no.2938. Ini adalah akhir perkataan beliau. Syarh Shahih Muslim,karya an-Nawawi,18/58-59 dengan sedikit penyesuaian.)
APA HIKMAH TIDAK DISEBUTKANNYA DAJJAL SECARA TEGA DALAM AL-QUR'AN'AL-KARIM?
Terdapat banyak pernyataan tentang hikmah tidak disebutkannya nama Dajjal dengan tegas di dalam al-Qur'an al-Karim,padahal telah disebutkan (dalam banyak hadits) tentang keburukan dan besar fitnahnya,serta peringatan para Nabi darinya dan perintah untuk berlindung dari fitnahnya hingga di dalam shalat.
Al-Hafizh Ibnu Hajar memberikan tiga jawaban terhadap permasalahan ini,
Pertama:Firman Allah Ta'ala,
"Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Rabbmu,tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu,atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya." (Al-An'am:158).
At-Tirmidzi telah meriwayatkan dan dia menshahihkannya,dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu dan dia memarfu'kannya kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam beliau bersabda,
"Tiga hal apabila telah keluar maka iman mereka tidak bermanfaat sama sekali bagi iwa yang tidak beriman sejak sebelumnya: Dajjal,dabbah (binatang besar),dan terbitnya matahari dari tempat terbenamnya."(Shahih:Diriwayatkan oleh Muslim,no.158; Ahmad dalam Musnadnya,2/445 dan 446;dan at-Tirmidzi,hal.3027.)
Kedua:Terdapat isyarat dalam al-Qur'an tentang akan turunnya Nabi Isa bin Maryam,yaitu dalam Firman Allah Ta'ala,
"Tidak ada seorang pun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepadanya (Nabi Isa) sebelum kematiannya." (An-Nisa:159).
Dan dalam firmanNya,
"Dan sesungguhnya dia (Nabi Isa) itu benar-benar menjadi pertanda akan datangnya Hari Kiamat." (Az-Zukhruf:61).
Telah shahih bahwa Nabi Isa Alaihi salam yang akan membunuh Dajjal,maka Allah mencukupkan dengan menyebutkan salah satu dari keduanya.Dan karena Dajjal (juga) digelari dengan al-Masih sebagaimana Nabi Isa digelari al-Masih,akan tetapi bedanya adalah Dajjal Masih adh-Dhalalah (yang menebar kesesatan),sedangkan Isa Alaihi salam adalah Masih al-Hidayah (yang menebar petunjuk).
Ketiga:Sengaja ia tidak disebutkan untuk menghinakannya.
Jawaban ketiga ini memiliki sisi lemah,bisa dibantah karena Allah telah menyebutkan Ya'juj dan Ma'juj dalam al-Qur'an,dan fitnah yang dibawa oleh mereka tidak lebih rendah dari fitnah yang dibawa oleh Dajjal dan yang sebelumnya.
Imam al-Bulqini memberikan jawaban bahwa ia telah mencermati semua orang-orang yang merusak yan disebutkan dalam al-Qur'an,dan ia menemukan semua mereka yang disebutkan adalah orang-orang yang telah berlalu (masanya) dan usai perkaranya.Adapun mereka yang belum datang sama sekali,maka seorang pun dari mereka tidak ada yang disebutkan.
Namun jawaban yang disebutkan oleh Imam al-Bulqini ini tertolak,karena di dalam al-Qur'an disebutkan Ya'juj dan Ma'juj dan mereka termasuk orang-orang yang merusak dan perihal mereka belum berlalu sama sekali.
Terdapat dalam Tafsir al-Baghawi bahwa Dajjal telah disebutkan di dalam al-Qur'an dalam FirmanNya,
"Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia." (Al-Mukmin:57),
bahwa yang dimaksud dengan manusia di sini adalah Dajjal,yakni penyebutan semua untuk sebagian.Tafsir ini jika tsabit merupakan jawaban yang paling bagus sehingga termasuk kedalam kelompok perkara yang menadi tuga Nabi untuk menelaskannya.Dan ilmu yang benar ada di sisi Allah Ta'ala. (Fatg al-bari,13/98.)
KONDISI MANUSIA MENJELANG KELUARNYA DAJJAL
Dari Nafi' bin Uqbah ia berkata,"Rasulullah Shallallahu'alahi wa sallam bersabda,
'Kalian akan memerangi jazirah Arab,lalu Allah menaklukkannya,kemudia Persia dan Allah menaklukkannya.Kemudian kalian akan memerangi Romawi lalu Allah menaklukkannya.Kemudian kalian akan memerangi Dajjal,lalu Allah menaklukkannya." (Shahih:Diriwayatkan oleh Muslim,no.2900; dan Ibnu Majah,no.4091.)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu ia berkata,"Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
'Kiamat tidak akan terjadi hingga orang-orang Romawi singgah di al-A'maq atau Dabiq (dua nama tempat di negri Syam).Lalu akan keluar menghadapi mereka sebuah pasukan dari Madinah dari penduduk-penduduk bumi pilihan pada hari itu.Apabila mereka telah berhadapan,orang-orang Romawi berkata,'Biarkan kami memerangi orang-orang yang telah menawan orang-orang kami.'Orang-orang Islam berkata,'Tidak.Demi Allah,kami tidak akan membiarkan kalian memerangi saudara-saudara kami.'Mereka pun memeranginya;maka sepertiga pasukuan kaum Muslimin melarikan diri,Allah tidak akan menerima taubat mereka selamanya,dan sepertiga yang lain terbunuh,mereka adalah syuhada' yang paling utama di sisi Allah,dan sepertiga mereka menaklukkan musuh,mereka tidak akan terfitnah selamanya dan mereka menaklukkan Konstantinopel.Pada saat mereka sedan membagi harta rampasang peran,dan mereka telah menggantung pedang-pedang mereka pada pohon zaitun,tiba-tiba setan berseru,'Sungguh al-Masih telah berada di tengah-tengah anak-istri kalian!'Mereka pun segera berlarian,dan yang demikian itu tidak benar.Manakala mereka mendatangi Syam,ia keluar.Ketika mereka sedang mempersiapkan perang,tiba-tiba dikumandangkalah iqamat shalat.Maka Isa bin Maryam turun lalu menjadi imam mereka.Apabila musuh Allah melihatnya,ia mencair sebagaimana garam yang mencair di dalam air,seandainya Nabi Isa membiarkannya niscaya ia akan mencair hingga binasa.Akan tetapi Allah membinasakannya lewat tanganya,lalu memperlihatkan kepaa mereka darah Dajjal pada tombak Isa Alaihi salam." (Shahih:Diriwayatkan oleh Muslim,no.2897.)
Dari Abdulullah bin Mas'ud Radhiyallahu'anhu ia berkata,"Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
'Sesungguhnya Kiamat tidak akan teradi hingga harta warisan tidak dibagi dan orang tidak merasa senang dengan harta rampasan perang."Kemudian beliau menunjuk ke arah Syam,seraya bersabda,"Musuh akan berkumpul memerangi orang-orang Islam,dan sebaliknya orang-orang Islam berkumpul untuk memerangi mereka -yakni Romawi-.Pada hari pertama,kaum Muslimin mengirim sebuah pasukan siap untuk mati,tidak kembali kecuali menang.Maka mereka pun berperang hingga mereka dipisah oleh malam,lalu masing-masing dari kedua belah pasukan kembali,semua tidak ada yang menang,dan pasukan ini gagal.Pada hari berikutnya,kaum Muslimin kembali mengirim sebuah pasukan siap untuk mati,tidak kembali kecuali menang.Mereka pun berperang hingga mereka dipisahkan oleh malam,lalu kedua belah pasukan kembali masing-masing kembali tanpa kemenangan,dan pasukan ini pun gagal.Pada hari ketiga,kaum Muslimin kembali mengirim pasukan siap untuk mati,tidak kembali kecuali membawa kemenangan.Maka mereka berperang sampai sore,lalu masing-masing kembali tidak ada yang menang,dan pasukuan ini pun gagal.Ketika tiba pertempurang hari keempat,orang-orang yang tersisa dari pasukan kaum Muslimin bangkat (dan maju) memerangi mereka,sehingga Allah menjadikan kekalahan atas para musuh; sampai kaum Muslimin berhasil membunuh mereka dalam (jumlah korban) yang tak pernah terlihat sebelumnya,bahkan sampai seekor burung yang terbang melewati bangkai-bangkai mereka,ia tidak sampai melwati merak sehingga jatuh mati (karena kelelahan disebabkan panjang dan luasnya arena gelimpangan mayat tersebut).Orang-orang Romawi satu sama lain saling menghitung (jumlah pasukannya yang tersisa) yang sebelumnya masih seratus orang,tetapi kaum Muslimin tidak menemukan kecuali satu orang laki-laki,maka dengan harta rampasan apa ia kan merasa bahagia? atau warisan mana yangdibagi? Manakala mereka sedang seperti itu,tiba-tiba mereka mendenga musibah/perkara yang lebih besar dari itu.Mereka didatangi penyeru bahwa Dajjal telah berada di tengah-tengah istri dan anak mereka,maka mereka melepas apa yang ada di tangan mereka dan segera menyongsong,kemudian mereka mengutus sepuluh penunggang kuda sebagai pasukan pengintai."
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam melanjutkan sabdanya,
"Sungguh akau benar-benar mengetahui nama mereka,nama bapak-bapak mereka,dan warna kuda-kuda mereka.Mereka adalah sebaik-baik tentara di Muka bumi pada saat itu atau termasuk sebaik-baik tentra di Muka bumi pada saat itu." (Diriwayatkan oleh Muslim,no.2899.)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu bahwa Nabi Muhammada Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
"Pernahkah kalian mendengar sebuah kota yang salah satu sisinya berada di darat dan sisinya yang lain berada di laut?" (Yang dimaksudkan dengan kota ini adalah Konstantinopel,sebagaimana disebutkan di dalam Syarah Shahih Muslim,karya an-Nawawi dalam pembahasan hadits ini, (ed.T.)
Mereka (para sahabat) me"Ya,wahai Rasulullah (kami perenah mendengarnya)."Beliau bersabda,"Kiamat tidak akan terjadi sehingga kota tersebut diperangi oleh tujuh puluh ribu dari keturunan Ishaq.Apabila mereka telah datang,mereka turun.Mereka tida berperang dengan pedang,tidak pula dengan panah; mereka mengucapkan 'Lailaha illallah wallahu akbar (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah,dan Allah Maha Besar),'maka salah satu sisinya jatuh." Tsaur bin Zaid sang rawi berkata,"Saya tidak tahu,kecuali beliau mengatakan,"Yang dilaut." "Kemudian kedua kalinya mereka kembali mengucapkan 'Lailaha illallah wallahu akbar',maka sisi yang lain jatuh.Kemudian mereka mengucapkan
'Lailaha illallah wallahu akbar' yang ketiga kali,maka kota tersebut berhasil mereka taklukkan dan mereka pun memasukinya sehingga mereka memperoleh ghanimah (harta rampasan).Pada saat mereka sedang membagi-bagi ghanimah,tiba-tiba penyeru datang kepada mereka dan mengatakan,'Sesungguhnya Dajjal telah keluar,' maka mereka pun meninggalkan segala sesuatu dan mereka pun pulang."
(Diriwayatkan oleh Muslim,no.2920.)
Dan dari Mu'adz bin Jabal Radhiyallahu'anhu ia berkata,"Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
'Kemakmuran Baitul Maqdis merupakan tanda bakal kehancuran Yastrib (Madinah); kehancuran Yastrib (Madinah) merupakan tanda bakal terjadinya peperangan besar (antara penduduk Syam dengan orang Romawi); terjadinya peperangan besar tersebut adalah tanda penaklukan Konstantinopel; penaklukan Konstantinopel adalah tanda akan keluarnya Dajjal." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud,no.4294 dan Ahmad,no.21518.)
Dan dalam hadits Jabir bin Abdullah,dari Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
"Dajjal keluar pada saat agama lemah dan ilmu ditinggalkan." (Shahih:Diriwayatkan oleh Ahmad,3/367 dan sanadnya shahih sebagaimana dalam Majma'az-Zawa'id,7/344.)
Maksudnya,bahwa Dajjal akan keluar pada saat agama lemah dan orang-orang yang komitmen dengannya sedikit serta pengikut kebatilan menang atas pengikut kebenaran,sehingga kejelekan dan penganutnya menjadi tersebar.Diambil dari ungkapan jika kebanyakan malam telah berlalu,atau yang artinya goncang,atau yang artinya mengantuk,yaitu bahwa agama itu lemah,diambil dari ungkapan yang artinya tidur ringan.
DI MANA BANGSA ARAB PADA SAAT KELUARNYA DAJJAL?
Dari Ummu Syarik Radhiyallahu'anha bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
"Manusia benar-benar lari dari Dajjal ke gunung-gunung." Ummu Syarik bertanya,"Wahai Rasulullah,lalu di mana orang Arab ketika itu?" Beliau menjawab,'Mereka Sedikit'." (Shahih:Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab al-Fitan.no.2945;dan at-Tirmidzi.no.3930.)
Dan dalam hadits Aisyah Radhiyallahu'anha ia berkata kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam,
"Lalu di mana bangsa Arab ketika itu?"Beliau menjawab,"Bangsa Arab ketika itu sedikit." (Shahih:Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad,6/75-76.)
CIRI-CIRI DAJJAL
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu'anhu ia berkata,"Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
'Sesungguhnya ia berbadan besar,berkulit merah,berambut keriting,dan buta sebelah seakan-akan biji anggur yang menonjol'." (Shahih:Diriwayatkan oleh al-Bukhari,no.3440;dan Muslim dalam kitab al-Fitan,no.100.)
Juga dari Ibnu Umar Radhiyallahu'anhu bahwa Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
"Ketika saya sedang tidur,saya melihat (dalam mimpi) diri saya thawaf mengelilingi Ka'bah.Tiba-tiba ada laki-laki berkulit sawo matang,berambut lurus,di kepalanya menetes atau mengalir air.Saya bertanya,'Siapakah orang ini?'Orang-orang menjawab,'Ibnu Maryam,' kemudian saya menoleh.Tiba-tiba ada laki-laki berbadan besar,berkulit merah,berambut keriting,buta sebelah matanya seperti biji anggur yang menonjol.Mereka berkata,' Ini Dajjal.'Orang yang paling mirip dengannya adalah Ibnu Qathan,yaitu seorang laki-laki dari Bani Khuza'ah." (Diriwayatkan oleh al-Bukhari,no.7128;dan Muslim,no.171.)
Sabda beliau,
"Kemudian saya menoleh ternyata ada laki-laki berbadan besar,berkulit merah,berambut keriting,buta sebelah."
Dalam riwayat Malik ditambahkan,"Berambut sangat keriting lagi buta sebelah."
Syu'aib menambahkan,"Buta sebelah kanan."
Dalam riwayat Hanzhalah,
"Dan saya melihat dibelakangnya laki-laki berkulit merah,berambut keriting,buta mata sebelah kanan."
Dalam sebuah jalur periwayatan ini disebutkan bahwa ia berkulit merah.Namun dalam hadits Abdullah bin Mughaffal dalam riwayat ath-Thabrani dinyatakan bahwa dia berkulit sawo matang dan keriting.Ada kemungkinan sawo matangnya bersih,dan ini tidak menafikan ia disifati bersama yang demikian itu dengan merah,karena sering kali warna sawo matang berubah kemerahan.
Dan dalam hadits Samurah,dalam riwayat ath-Thabrani,dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan al-Hakim disebutkan,
"Matanya sebelah kiri rata,seakan-akan matanya Abu Yahya seorang kake tua dari kalangan Anshar." (Fath al-Bari,13/113 dalam penjelasan hadits al-Bukhari,no.7128.)
Sabda beliau,
"Matanya seperti biji anggur yang menonjol."
Dengan huruf Ya',maknanya menonjol.Sebagian mereka meriwayatkannya 'Hamzah' artinya:hilang cahayahnya.
Al-Qadhi Iyadh berkata,"Kami meriwayatkannya dari kebanyakan kalangan tidak dengan hamzah,dan riwayat inilah yang dibenarkan oleh jumhur serta dipastikan oleh al-Akhfasy,artinya bahwa matanya menonjol seperti menonjolnya sebuah biji anggur di antara saudara-saudaranya." Ia berkata,"Sebagian para syaikh membacanya dengan hamzah dan sebagian mereka mengingkarinya,namun tidak ada alasan untuk mengingkarinya,karena telah datang dalam redaksi yang lain bahwa matanya rata,tidak cekung,tidak juga cembung (menonjol),dan seperti inilah sifat biji anggur jika telah berisi air,redaksi ini membenarkan riwayat dengan hamzah."
Saya (Ibnu Hajar) katakan,hadits tersebut dalam riwayat Abu Dawud disepakati oleh hadits Ubaidah bin ash-Shamit,redaksinya adalah "Laki-laki pendek berkaki bengkok" dengan huruf fa' disukunkan,kemudian difathahkan,lalu jim dari kata yang artinya 'Renggang antara dua betis atau dua paha.'Dan dikatakan (dalam riwayat lain),artinya punggung dua telapak kakinya rapat dan antara dua tumitnya renggang.Dan dikatakan (dalam riwayat lain),orang yang kakinya tidak lurus.Dalam hadits yang tersebut,"Berambut keriting,buta sebelah,matanya terhapus dan tidak menonjol." artinya:dalam/cekung,dan dengan mengedeoankan ha' berarti:tidak keras.
Dan dalam hadits Abdulullah bin Mughaffal,"Bermata rata."
Dalam hadits Samurah seperti itu juga,keduanya diriwayatkan oleh ath-Thabrani,tetapi dalam riwayat keduanya "Buta sebelah kiri."
(Seperti itu juga riwayat Muslim dari hadits Hudzaifah.Ini berbeda dengan sabda beliau dalam hadits bab ini:"Buta sebelah kanan" diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari hadits ini Ibnu Umar sehingga lebih kuat,dan yang seperti itu diisyaratkan oleh Ibnu Abdil Barr.)
Akan tetapi al-Qadhi Iyadh mengkompromikan keduanya seraya berkata,"Kedua-duanya harus dishahihkan dengan cara bahwa yang rata adalah matanya yang hilang cahayanya yaitu mata sebelah kanan sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar,sedangkan matanya yang melotot seakan-akan sebuah bintang dan seakan-akan lendir yang menempel di dinding adalah mata sebelah kiri yang menonjol,sebagaimana yang datang dalam riwayat yang lain.Sehingga dengan demikian ia cacat mata sebelah kanan dan sebelah kiri sekalian.Masing-masing dari keduanya cacat,karena dari setiap sesuatu artinya adalah yang cacat,dan kedua mata Dajjal cacat,salah satunya cacat dengan kehilangan cahaya sehingga tidak melihat,dan yang lain cacat dengan tonjolannya." (Ibid.)
An-Nawawi berkata,"Perkataan ini adalah yang paling bagus."
Al-Qurthubi berkata dalam al-Mufhim,"Kesimpulan dari perkataan al-Qadhi Iyadh adalah bahwa masing-masing dari kedua mata Dajjal cacat.Salah satunya cacat dengan kehilangan cahaya sehingga tidak bisa melihat,dan yang lain cacat karena faktor bawaan,diciptkan sejak awal dalam keadaan cacat.Akan tetapi penafsiran ini dibantah bahwa masing-masing dari kedua belah matanya telah datang penyifatannya dalam riwayat yang lain berupa cacat,maka camkanlah!"
Al-Qurthubi,pemilik kitab ini,telah menjawabnya dalam al-Tadzkirah bahwa tafsir al-Qadhi benar,karena matanya yang rata adalah yang tidak menonjol dan tidak cekung yaitu yang kehilangan penglihatan,dan mata yang sebelah lagi telah digambarkan bahwa di atasnya terdapat kulit selaput mata yang kasar,yaitu kulit yang menutupi mata,apabila tidak dipotong,mata tidak akan dapat melihat.Dengan demikian cacat ada pada keduanya,karena selaput kalau kasar akan menjadikan mata tidak dapat melihat.Sehingga Dajjal adalah buta atau dekat kepada buta.Hanya saja kulit selaput mata telah disebutkan pada mata sebelah kanan dalam hadits Safinah dan pada mata seelah kiri dalam hadits Samurah,maka hanya Allah yang lebih mengetahui."
Saya katakan,Inilah yang diisyaratkan oleh gurunya dnegan ungkapannya,"Sesungguhnya masing-masing dari keduanya telah datang penyifatannya sama seperti yang disifatkan pada yang lain."Kemudian al-Qurthubi berkata dalam at-Tadzkirah,"Ada kemungkinan masing-masing dari keduanya ditutupi oleh kulit selaput mata,karena dalam hadits Hudzaifah disebutkan bahwa ia bermata rata,ditutupi kulit selaput yang kasar.Apabila mata yang rata saja ditutupi oleh kulit selaput,maka yang tidak demikian adalah lebih pantas."
Saya katakan,Kata azh-Zhafirah telah ditafsirkan bahwa ia adalah sepotong daging seperti segumpal darah.Disebutkan dalam hadits Abu Said dalam riwayat Ahmad,
"Dan matanya yang kanan cacat:Melotot tidak tersembunyi seakan-akan dahak yang menempel di atas tembok.Sementara matanya yang sebelah kiri seakan-akan bintang yang berkilau."
Dalam hadits ini kedua matanya disifatkan sekalian.Sementara dalam riwayat Abu Ya'la dari jalur ini,
"Buta sebelah,memiliki biji mata yang tajam tidak tersamar,seakan-akan sebuah bintang yang berkilau."
Mungkin ia lebih jelas,karena maksud dari menyifatinya dengan 'bintang' adalah terang cahayanya.Ini kebalikan dari menyifatinya dengan 'rata'.Dan disebutkan dalam hadits Ubay bin Ka'ab dalam riwayat Ahmad dan ath-Thabrani,
"Salah satu matanya seakan-akan kaca yang hijau."
Riwayat ini sesuai dengan penyifatannya dengan 'bintang'.Dan disebutkan dalam hadits Safinah dalam riwayat Ahmad dan ath-Thabrani,
"Matanya yang sebelah kiri buta dan pada matanya yang sebelah kanan terdapat sepotong kulit kasar."
Bisa disimpulkan dari semua hadits-hadits tersebut,bahwa yang benar dalam riwayat adalah muqayyad (dibatasi) dengan mata sebelah kanan.Dan dijelaskan dalam hadits Abdulullah bin Mughaffal,Samurah,dan Abu Bakrah bahwa matanya yang sebelah kiri rata,sementara adalah yang menonjol dan dia bukan rata.Yang aneh pada orang yang membolehkan riwayat dengan hamzah dalam kata dan tampa hamzah bersamaan dengan maknanya yang bertolak belakang adalah dalam hadits yang satu,seandainya itu dalam dua hadits yang berbeda tentu perkaranya akan mudah.
Adapun potongan kulit,maka bisa saja terletak pada salah satu dari kedua belah matanya,karena tidak berlawanan apakah ia rata atau menonjol.Sehingga jadilah yang gilang cahayanya adalah yang rata,sedangkan yang cacat namun masih tetap bercahaya adalah yang menonjol.Dan penyerupaanya dengan dahak yang menempel di atas dinding adalah suatu kiasan.Adapun penterupaanya dengan kaca hijau dan dengan bintang kemilau,maka hal tersebut tidaklah menafikan yang demikian itu.Karena banyak orang yang matanya menonjol tapi tetap melihat,maka Dajjal masuk dalam kelompok orang yang begini,wallahu a'lam.
Ibnu al-Arabi berkata,"Dalam keragaman sifat Dajjal seperti yang telah disebutkan berupa cacat merupakan penjelsan bahwa dia tidak dapat menghilangkan cacat dari dirinya bagaimanapun juga,dan bahwa dia 'diatur' pada dirinya."
Al-Baidhawi berkata,"Azh-Zhafrah adalah kulit selpaut yang tumbuh pada saluran air mata.Dan dikatakan (dalam riwayat lain),kulit yang keluar dari sisi mata yang berada dekat hidung.Hal ini tidak mencegah keberaannya pada mata yang sehat,di mana ia tidak menutup seluruh penglihatan menlainkan berada pada sisi matanya." (Ibid.)
Telah datang dalam hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu'anhu bahwa Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam di tanya tentang Dajjal.Dalam jawaban beliau terdapat, "Bahwa dia sangat putih." Dan artinya,yang sangat putih.
Dan dalam hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu'anhu,dari Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam,beliau bersabda,
"Dia buta sebelah dan putih,kepalanya seakan-akan seekor ular berbisa." (Shahih:Diriwayatkan oleh Ahmad,1/240 dan 313 dan dalam Majma'az-Zawa'id,7/337-338;al-Haitsami menisbatkannya kepada Imam Ahmad dan ath-Thabrani serta ia berkata,"Perawi-perawi keduanya adalah para perawi ash-Shahih.")
yang berwarna terang,yaitu yang tidak terlalu putih dan tidak terlalu hitam.
ular.Dan dikatakan (dalam riwayat lain),ular yang sangat besar berbadan pendek dan mampu melompati penunggang kuda kemudian membunuhnya.Rasulullah Shallallahu'alahi wa sallam menyerupakan kepada Dajjal dengannya karena kepalanya besar dan bundar." (Lisan al-Arab,1/164,cet.Dar al-Hadits.)
besar.
Hal ini dikuatkan oleh hadits Ibnu Abbas,dari Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam beliau bersabda,
"Saya melihat Dajjal berwarna kulit putih,berbadan sangat besar sekali,seakan-akan rambutnya adalah ranting-ranting pohon."
Yakni rambutnya tebal bercabang,dan dikuatkan oleh hadits shahih dari Hudzaifah bahwa Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam ketika ditanya tentang Dajjal,beliau bersabda,
"Ia berambut tebal dan kusut." Dan Tamim ad-Dari Radhiyallahu'anhu pernah melihatnya dan ternyata ia seorang manusia yang menarik rambutnya.
laki-laki yang berbadan sangat besar.Dan adalah dinisbatkan kepadanya dengan ditambahkan alif dan nun untuk menunjukkkan kata sangat.
Dalam hadits Ka'ab al-Ahbar, "Salah satu tangannya lebih panjang dari yang lain." (Fath al-Bari,13/98.)
Al-Qurthubi berkata,"Ciri-ciri tersebut semuanya jelek,yang menjelaskan kepada setiap orang yang memiliki indra sehat,akan tetapi siapa yang Allah takdirkan atasnya kesengsaraan,maka dia akan ikut Dajjal pada apa yang didakwakannya berupa kedustaan dan kebodohan,dan akan terhalangi dari mengikuti yang haq.Sabda beliau Shallallahu'alaihi wa sallam,
"Sesungguhnya ia buta sebelah dan sesungguhnya Allah tidak buta sebelah,"
menjelaskan kepada setiap akal yang lemah,bahwa orang yang cacat,yang tidak mampu menghilangkan cacat dirinya,tidak sah menjadi tuhan sebab ketidakmampuan dan kelemahannya.Dan barangsiapa yang tidak kuasa menghilangkan cacat dari dirinya,akan lebih tidak kuasa lagi menghilangkan cacat dari diri orang lain." (Lihat Fath al-Bari,6/560.)
Masih berlanjut,tentang mahluk celaka ini (Dajjal)
"DAJJAL TIDAK MEMILIKI KETURUNAN"
Penulis: Shalahuddin Mahmud
Judul Asli: Al-Masih ad-Dajjal wa Ya'juj wa Ma'juj
Penerbit: Darul Ghad ak-Jadid
Al-Manshurah Mesir
Telp/Faks.002.050.2254224
Edisi Indonesia: MISTERI AKHIR ZAMAN
*Keluarnya Dajjal *Turunnya Isa al-Masih Alaihissalam
*Diutusnya Imam Mahdi *Munculnya Ya'juj wa Ma'juj
Penerjemah: Jamaluddin,LC
Muraja'ah: Tim Pustaka DH
Desain Cover: Gobaqsodor
Penyebar: Abdul Rahman Bin Muis
E-Mail : rahmanmuis@rocketmail.com
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu'anu,dia berkata,Rasulullah Shallallahu'alihi wa sallam bersabda,
"Tidak ada seorang nabi pun,kecuali dia telah mengingatkan umatnya dari si buta sebelah yang pendusta (Dajjal).Ketahuailah,sesungguhnya dia buta sebelah,dan sesungguhnya Rabb kalian tidak buta sebelah; di antara kedua matanya tertulis ka-fa-ra." (Diriwayatkan oleh al-Bukhari,.no.7131;dan Muslim,no.2933.)
Sabda beliau,"Tidak ada seorang nabi pun,kecuali dia telah mengingatkan umatnya dari si buta sebelah yang pendusta (Dajjal),"maksudnya ,dia menakut-nakuti mereka dengannya.Dan ini tidak bertentangan dengan hadits yang tsabit bahwa ia akan dibunuh oleh Isa bin Maryam setelah turun dan berhukum dengan syariat Muhammad,kerena tepat waktu keluarnya tidak mereka ketahui ketika mereka mengingatkan kaum mereka.Dan seperti ini juga dipahami hadits yang terdapat pada sebagian jalur periwayatannya,
"Apabila ia keluar sementara aku masih hidup di tengah-tengah kalian,maka akulah yang melawannya,"
sebagaimana yang akan dibawakan nanti.Yang demikian itu beliau ucapkan sebelum mengetahui secara jelas waktu keluarnyya serta ciri-cirinya,kemudian setelah itu beliau diberitahukan waktu keluarnya maka beliau pun mengabarkannya,berdasarkan asumsi bahwasanya ketidakjelasan tersebut disebabkan adanya kemungkinan terjadinya tanda-tanda akan munculnya Dajjal berkaitan erat dengan satu syarat,sehingga apabila syarat itu tidak ada,maka akan tergambarkan keluarnya dajjal tanpa adanya tanda-tanda muncul.Sama sepertinya rasa takut para nabi dan rasul sekalian dari siksa yang pedih padahal sudah tetap keterjagaan dan keamanan mereka.Seperti itu juga rasa takut (khassyah) sepuluh sahabat yang telah dijamin masuk surga melalui lisan penghulu para rasul,Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam.
Dari abu Hurairah Radhiyallahu'anhu,dia berkata,Rasulullah Shallallahu'alihi wa sallam bersabda,
"Maukah aku ceritakan kepada kalian sebuah hadits tentang Dajjal yang telah diceritakan oleh nabi (sebelumku) kepada kaumnya? Sesungguhnya dia buta sebelah,dan sesungguhnya dia akan daang dan bersamanya permisalan surga dan neraka.Yang dia katakan sebagai surga,pada hakikatnya adalah neraka.Dan sesungguhnya aku memperingatkan kalian sebagaimana Nabi Nuh memperingatkan kaumnya dengannya." (Diriwayatkan oleh al-Bukhari,no.7138l;dan Muslim,no.2936.)
Apabila ada yang bertanya,"Mengapa beliau hanya menyebutkan Nabi Nuh?" Saya jawab,"Karena Allah Ta'ala berfirman,
"Dia telah mensyariatkan bagimu tentang agama apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh."(Asy-Syura:13).
Ath-Thibi Rahimahullah menyebutkan,"Dalam hadits di atas terdapat indikasi bahwa ini akan terwujud -jika benar- bahwa semua nabi sebelum beliau telah memperingatkan kaumnya,sehingga dibiarkan seperti makna zahirnya bahwa Nabi Nuh adalah yang pertama memberikan peringatan itu.Ini diperkuat oleh sebuah hadits,
'Sesungguhnya tidak ada seorang nabi pun setelah Nuh,kecuali dia pasti memperingatkan kaumnya dari Dajjal.'
Dan nabi Nuh didahulukan penyebutannya dalam ayat ini,karena dia adalah yang pertama kali ada di antara para Rasul Ulul Azmi*.Karena itu dalam ayat lain Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam didahulukan penyerbutannya atas Ulul Azmi yang lain,karena beliau melebihi mereka dalam hal derajat,yaitu firman Allah Subahana Wa Ta'ala,
'Dan (ingatlah) ketika kami mengamlbil perjanjian dari nabi-nabi dan darimu (sendiri),dari Nuh,Ibrahim,Musa,dan Isa putra Maryam,dan Kami telah mengambil dari mereka perjanian yang teguh.' (Al-Ahzab:7).
Lima nabi tersebut adalah para rasul Ulul Azmi,dan penyebutan mereka terkumpul pada dua ayat di atas. Wallahu a'lam."
NABI MEMOHON PERLINDUNGAN DARI FITNAH DAJJAL DAN MEMERINTAHKAN ORANG-ORANG MUKMIN UNTUK MEMOHON PERLINDUNGA DARINYA
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu,dia berkata,"Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
'Mohonlah perlindungan kepada Allah dari azab kubur.Mohonlah perlindungan kepada Allah dari azab Neraka Jahanam.Mohonlah perlindungan kepada Allah dari fitnah al-Masih Dajjal.
Mohonlah perlindungan kepada Allah dari fitnah hidup dan sesudah mati." (Shahih:Diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam Kitab al-Jana'iz,no.1377,Muslim dalam Kita al-Masajid,no.128,130,131,dan 133;at-Tirmidzi dalam sunannya,no.3604;Ahmad dalam Musnandnya,2/414,426,454,467 dan 468;Ibnu Majah,.no909;dan ad-Darimi,1344/1345.)
Dari Zaid bin Arqam ia berkata,"Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam berdoa,
'Ya Allah,sesungguhya aku berlindung kepadaMu dari sifat lemah (dari berbadah kepadaMu),malas,pengecut,pelit,(lemah karena tua,azab kubur dan fitnah Dajjal.Ya Allah,berikan jiwaku takwanya,dan sucikan dia;sesungguhnya Engkau sebaik-baik yang mensucikannya,Engkau-lah Penolong dan Penjaganya.Ya Allah sesungguhnya kau berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat,hati yang tidak khusu',jiwa yang tidak pernah puas dan doa yang tidak di kabulkan." (Al-Mustadrak,1/716.)
Dari Aisyah Radhiyallahu'anha ia berkata,"Rasulullah Shallallahu'alahi wa sallam berdoa,
"Ya Allah,sesungguhya aku berlindung kepadaMu dari sifat malas,lemah karena tua,berbuat dosa,dan terlilit hutang,aku berlindung kepadaMu dari fitnah dan azab kubur,dari fitnah dan azab nerak,dan dari keburukan fitnah kekayaan.Aku berlindung kepadaMu dari fitnah al-Masih Dajjal.Ya Allah,bersihkanlah dariku dosa-dosaku dengan air,es,dan embun;sucikan hatiku dari dosa sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari noda;jauhkan antara diriku dosa-dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat." (Muslim meriwayatkan hadits semisal di dalam Kitab al-Masajid,no.589;at-Tirmidzi ,no.3494;Abu Dawud,no.1542,dan lainya.)
Dari Aisyah istri Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam,ia menceritakan bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam berdoa dalam shalatnya,
"Ya Allah,sesungguhya aku berlindung kepadaMu dari azab kubur,aku berlindung kepadaMu dari fitnah al-Masih Dajjal,akau berlindung kepadaMu dari fitnah hidup dan sesudah mati,Ya Allah,sesungguhya aku berlindung kepadaMu dari berbuat dosa dan dililit hutang."Ada yang berkata kepada beliau,"Betapa sering engkau memohon perlindungan dari dililit hutang.
"Beliau bersabda,"Sesungguhnya seorang jika telah dililit hutang,dia akan berbicara kemudian berdusta,dan dia berjanji kemudian ingkar." (Shahih:Diriwayatkan oleh al-Bukhari,no.832 dan no.6375;Muslim dalam al-Masajid,128/129;at-Tirmidzi,no.3495;dia berkomentar."Hadits Hasan Shahih,"dan lainnya.)
HIKMAH DARI KELUARNYA DAJJAL
Al-Qadhi Iyadh Rahimahullah berkata,"Hadits-hadits yang disebutkan oleh Muslim dan lainnya yang berkaitan dengan fitnah Dajjal adalah merupakan madzhab ahlul haq dalam hal kebenaran wujudnya.Ia benar-benar ada; dengannya Allah menguji hamba-hambaNya,dan menjadikannya mengusai beberapa perkara yang merupakan kekuasaan Allah Ta'ala,berupa menghidupkan orang yang telah di bunuh terlebih dahulu,munculnya gemerlap dunia dan tanah yang subur bersamanya,sungai surga dan nerakanya,perihal isi bumi yang mengiringnya,perintahnya agar langit menurunkan hujan maka hujan pun turu,serta perintahnya agar bumi menumbuhkan tumbuhan lalu bumi pun menumbuhkan tumbuhan.Semua itu terjadi berkat kuasa dan kehendak Allah Ta'ala kemudian setelah itu Allah menjadikannya tidak kuasa,sehingga ia tidak mampu membunuh laki-laki itu,tidak uga yang lainnya,serta perintahnya tidak mujarab lagi.Orang-orang yang mengingkari keberadaan Dajjal menyangka bahwa seandainya Dajjal benar tentu ia tidak akan dikuatkan dengan mukjizat-mukjizat para Nabi.
Perkataan mereka ini salah,karena Dajjal tidak pernah mendakwa dirinya sebagai nabi sehingga hal-hal di atas bisa dikatakan sebagai justifikasi (pembenaran) terhadap dakwaannya.Melainkan ia mengklaim diri sebagai tuhan,sementara pada saat yang bersamaan klaimnya itu didustakan oleh gambaran kondisinya,oleh sebab adanya bukti-bukti baru pada dirinya,kekurangan sosok jasmaninya,ketidakmampuannya menghilangkan cacat yang ada pada matanya,serta ketidakmampuannya menghilangkan saksi kekafirannya yang tertera di antara kedua bola matanya.Karena bukti-bukti ini dan juga yang lainnya tidaklah akan terpedaya oleh Dajjal kecuali orang-orang yang lemah untuk menutupi hajat dan kebutuhannya,atau karena takut dari siksaannya.Karena begitu besarnya fitnah Dajjal menjadikan akal terkesima dan hati keheranan.Disertai kecepatan geraknya,ia tidak pernah diam seukuran waktu yang cukup buat orang-orang lemah untuk mencermati keadaannya,bukti-bukti baru padanya,serta cacatnya sehingga ia dibenarkan oleh orang-orang yang membenarkannya pada kondisi ini.
Oleh karena itu para Nabi telah memperingatkan umatnya dari fitnahnya,serta menjelaskan cacat dan bukti kebatilannya.Adapun orang-orang yang diberikan taufik,mereka tidak terpedaya dengannya dan tidak tertipu dengan keajaiban-keajaiban yang dibawanya seperti yang telah kita sebutkan,dan juga karena ilmu yang telah mereka miliki sebelumnya tentang keadaaanya.Oleh karena itu laki-laki yang ia bunuh kemudian ia hidupkan kembali berkata,"Tidaklah bertambah padaku tentangmu,kecuali keyakinan (akan kedustaanmu)." (Diriwayatkan oleh Muslim,no.2938. Ini adalah akhir perkataan beliau. Syarh Shahih Muslim,karya an-Nawawi,18/58-59 dengan sedikit penyesuaian.)
APA HIKMAH TIDAK DISEBUTKANNYA DAJJAL SECARA TEGA DALAM AL-QUR'AN'AL-KARIM?
Terdapat banyak pernyataan tentang hikmah tidak disebutkannya nama Dajjal dengan tegas di dalam al-Qur'an al-Karim,padahal telah disebutkan (dalam banyak hadits) tentang keburukan dan besar fitnahnya,serta peringatan para Nabi darinya dan perintah untuk berlindung dari fitnahnya hingga di dalam shalat.
Al-Hafizh Ibnu Hajar memberikan tiga jawaban terhadap permasalahan ini,
Pertama:Firman Allah Ta'ala,
"Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Rabbmu,tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu,atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya." (Al-An'am:158).
At-Tirmidzi telah meriwayatkan dan dia menshahihkannya,dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu dan dia memarfu'kannya kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam beliau bersabda,
"Tiga hal apabila telah keluar maka iman mereka tidak bermanfaat sama sekali bagi iwa yang tidak beriman sejak sebelumnya: Dajjal,dabbah (binatang besar),dan terbitnya matahari dari tempat terbenamnya."(Shahih:Diriwayatkan oleh Muslim,no.158; Ahmad dalam Musnadnya,2/445 dan 446;dan at-Tirmidzi,hal.3027.)
Kedua:Terdapat isyarat dalam al-Qur'an tentang akan turunnya Nabi Isa bin Maryam,yaitu dalam Firman Allah Ta'ala,
"Tidak ada seorang pun dari ahli kitab kecuali akan beriman kepadanya (Nabi Isa) sebelum kematiannya." (An-Nisa:159).
Dan dalam firmanNya,
"Dan sesungguhnya dia (Nabi Isa) itu benar-benar menjadi pertanda akan datangnya Hari Kiamat." (Az-Zukhruf:61).
Telah shahih bahwa Nabi Isa Alaihi salam yang akan membunuh Dajjal,maka Allah mencukupkan dengan menyebutkan salah satu dari keduanya.Dan karena Dajjal (juga) digelari dengan al-Masih sebagaimana Nabi Isa digelari al-Masih,akan tetapi bedanya adalah Dajjal Masih adh-Dhalalah (yang menebar kesesatan),sedangkan Isa Alaihi salam adalah Masih al-Hidayah (yang menebar petunjuk).
Ketiga:Sengaja ia tidak disebutkan untuk menghinakannya.
Jawaban ketiga ini memiliki sisi lemah,bisa dibantah karena Allah telah menyebutkan Ya'juj dan Ma'juj dalam al-Qur'an,dan fitnah yang dibawa oleh mereka tidak lebih rendah dari fitnah yang dibawa oleh Dajjal dan yang sebelumnya.
Imam al-Bulqini memberikan jawaban bahwa ia telah mencermati semua orang-orang yang merusak yan disebutkan dalam al-Qur'an,dan ia menemukan semua mereka yang disebutkan adalah orang-orang yang telah berlalu (masanya) dan usai perkaranya.Adapun mereka yang belum datang sama sekali,maka seorang pun dari mereka tidak ada yang disebutkan.
Namun jawaban yang disebutkan oleh Imam al-Bulqini ini tertolak,karena di dalam al-Qur'an disebutkan Ya'juj dan Ma'juj dan mereka termasuk orang-orang yang merusak dan perihal mereka belum berlalu sama sekali.
Terdapat dalam Tafsir al-Baghawi bahwa Dajjal telah disebutkan di dalam al-Qur'an dalam FirmanNya,
"Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia." (Al-Mukmin:57),
bahwa yang dimaksud dengan manusia di sini adalah Dajjal,yakni penyebutan semua untuk sebagian.Tafsir ini jika tsabit merupakan jawaban yang paling bagus sehingga termasuk kedalam kelompok perkara yang menadi tuga Nabi untuk menelaskannya.Dan ilmu yang benar ada di sisi Allah Ta'ala. (Fatg al-bari,13/98.)
KONDISI MANUSIA MENJELANG KELUARNYA DAJJAL
Dari Nafi' bin Uqbah ia berkata,"Rasulullah Shallallahu'alahi wa sallam bersabda,
'Kalian akan memerangi jazirah Arab,lalu Allah menaklukkannya,kemudia Persia dan Allah menaklukkannya.Kemudian kalian akan memerangi Romawi lalu Allah menaklukkannya.Kemudian kalian akan memerangi Dajjal,lalu Allah menaklukkannya." (Shahih:Diriwayatkan oleh Muslim,no.2900; dan Ibnu Majah,no.4091.)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu ia berkata,"Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
'Kiamat tidak akan terjadi hingga orang-orang Romawi singgah di al-A'maq atau Dabiq (dua nama tempat di negri Syam).Lalu akan keluar menghadapi mereka sebuah pasukan dari Madinah dari penduduk-penduduk bumi pilihan pada hari itu.Apabila mereka telah berhadapan,orang-orang Romawi berkata,'Biarkan kami memerangi orang-orang yang telah menawan orang-orang kami.'Orang-orang Islam berkata,'Tidak.Demi Allah,kami tidak akan membiarkan kalian memerangi saudara-saudara kami.'Mereka pun memeranginya;maka sepertiga pasukuan kaum Muslimin melarikan diri,Allah tidak akan menerima taubat mereka selamanya,dan sepertiga yang lain terbunuh,mereka adalah syuhada' yang paling utama di sisi Allah,dan sepertiga mereka menaklukkan musuh,mereka tidak akan terfitnah selamanya dan mereka menaklukkan Konstantinopel.Pada saat mereka sedan membagi harta rampasang peran,dan mereka telah menggantung pedang-pedang mereka pada pohon zaitun,tiba-tiba setan berseru,'Sungguh al-Masih telah berada di tengah-tengah anak-istri kalian!'Mereka pun segera berlarian,dan yang demikian itu tidak benar.Manakala mereka mendatangi Syam,ia keluar.Ketika mereka sedang mempersiapkan perang,tiba-tiba dikumandangkalah iqamat shalat.Maka Isa bin Maryam turun lalu menjadi imam mereka.Apabila musuh Allah melihatnya,ia mencair sebagaimana garam yang mencair di dalam air,seandainya Nabi Isa membiarkannya niscaya ia akan mencair hingga binasa.Akan tetapi Allah membinasakannya lewat tanganya,lalu memperlihatkan kepaa mereka darah Dajjal pada tombak Isa Alaihi salam." (Shahih:Diriwayatkan oleh Muslim,no.2897.)
Dari Abdulullah bin Mas'ud Radhiyallahu'anhu ia berkata,"Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
'Sesungguhnya Kiamat tidak akan teradi hingga harta warisan tidak dibagi dan orang tidak merasa senang dengan harta rampasan perang."Kemudian beliau menunjuk ke arah Syam,seraya bersabda,"Musuh akan berkumpul memerangi orang-orang Islam,dan sebaliknya orang-orang Islam berkumpul untuk memerangi mereka -yakni Romawi-.Pada hari pertama,kaum Muslimin mengirim sebuah pasukan siap untuk mati,tidak kembali kecuali menang.Maka mereka pun berperang hingga mereka dipisah oleh malam,lalu masing-masing dari kedua belah pasukan kembali,semua tidak ada yang menang,dan pasukan ini gagal.Pada hari berikutnya,kaum Muslimin kembali mengirim sebuah pasukan siap untuk mati,tidak kembali kecuali menang.Mereka pun berperang hingga mereka dipisahkan oleh malam,lalu kedua belah pasukan kembali masing-masing kembali tanpa kemenangan,dan pasukan ini pun gagal.Pada hari ketiga,kaum Muslimin kembali mengirim pasukan siap untuk mati,tidak kembali kecuali membawa kemenangan.Maka mereka berperang sampai sore,lalu masing-masing kembali tidak ada yang menang,dan pasukuan ini pun gagal.Ketika tiba pertempurang hari keempat,orang-orang yang tersisa dari pasukan kaum Muslimin bangkat (dan maju) memerangi mereka,sehingga Allah menjadikan kekalahan atas para musuh; sampai kaum Muslimin berhasil membunuh mereka dalam (jumlah korban) yang tak pernah terlihat sebelumnya,bahkan sampai seekor burung yang terbang melewati bangkai-bangkai mereka,ia tidak sampai melwati merak sehingga jatuh mati (karena kelelahan disebabkan panjang dan luasnya arena gelimpangan mayat tersebut).Orang-orang Romawi satu sama lain saling menghitung (jumlah pasukannya yang tersisa) yang sebelumnya masih seratus orang,tetapi kaum Muslimin tidak menemukan kecuali satu orang laki-laki,maka dengan harta rampasan apa ia kan merasa bahagia? atau warisan mana yangdibagi? Manakala mereka sedang seperti itu,tiba-tiba mereka mendenga musibah/perkara yang lebih besar dari itu.Mereka didatangi penyeru bahwa Dajjal telah berada di tengah-tengah istri dan anak mereka,maka mereka melepas apa yang ada di tangan mereka dan segera menyongsong,kemudian mereka mengutus sepuluh penunggang kuda sebagai pasukan pengintai."
Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam melanjutkan sabdanya,
"Sungguh akau benar-benar mengetahui nama mereka,nama bapak-bapak mereka,dan warna kuda-kuda mereka.Mereka adalah sebaik-baik tentara di Muka bumi pada saat itu atau termasuk sebaik-baik tentra di Muka bumi pada saat itu." (Diriwayatkan oleh Muslim,no.2899.)
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu'anhu bahwa Nabi Muhammada Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
"Pernahkah kalian mendengar sebuah kota yang salah satu sisinya berada di darat dan sisinya yang lain berada di laut?" (Yang dimaksudkan dengan kota ini adalah Konstantinopel,sebagaimana disebutkan di dalam Syarah Shahih Muslim,karya an-Nawawi dalam pembahasan hadits ini, (ed.T.)
Mereka (para sahabat) me"Ya,wahai Rasulullah (kami perenah mendengarnya)."Beliau bersabda,"Kiamat tidak akan terjadi sehingga kota tersebut diperangi oleh tujuh puluh ribu dari keturunan Ishaq.Apabila mereka telah datang,mereka turun.Mereka tida berperang dengan pedang,tidak pula dengan panah; mereka mengucapkan 'Lailaha illallah wallahu akbar (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah,dan Allah Maha Besar),'maka salah satu sisinya jatuh." Tsaur bin Zaid sang rawi berkata,"Saya tidak tahu,kecuali beliau mengatakan,"Yang dilaut." "Kemudian kedua kalinya mereka kembali mengucapkan 'Lailaha illallah wallahu akbar',maka sisi yang lain jatuh.Kemudian mereka mengucapkan
'Lailaha illallah wallahu akbar' yang ketiga kali,maka kota tersebut berhasil mereka taklukkan dan mereka pun memasukinya sehingga mereka memperoleh ghanimah (harta rampasan).Pada saat mereka sedang membagi-bagi ghanimah,tiba-tiba penyeru datang kepada mereka dan mengatakan,'Sesungguhnya Dajjal telah keluar,' maka mereka pun meninggalkan segala sesuatu dan mereka pun pulang."
(Diriwayatkan oleh Muslim,no.2920.)
Dan dari Mu'adz bin Jabal Radhiyallahu'anhu ia berkata,"Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
'Kemakmuran Baitul Maqdis merupakan tanda bakal kehancuran Yastrib (Madinah); kehancuran Yastrib (Madinah) merupakan tanda bakal terjadinya peperangan besar (antara penduduk Syam dengan orang Romawi); terjadinya peperangan besar tersebut adalah tanda penaklukan Konstantinopel; penaklukan Konstantinopel adalah tanda akan keluarnya Dajjal." (Diriwayatkan oleh Abu Dawud,no.4294 dan Ahmad,no.21518.)
Dan dalam hadits Jabir bin Abdullah,dari Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
"Dajjal keluar pada saat agama lemah dan ilmu ditinggalkan." (Shahih:Diriwayatkan oleh Ahmad,3/367 dan sanadnya shahih sebagaimana dalam Majma'az-Zawa'id,7/344.)
Maksudnya,bahwa Dajjal akan keluar pada saat agama lemah dan orang-orang yang komitmen dengannya sedikit serta pengikut kebatilan menang atas pengikut kebenaran,sehingga kejelekan dan penganutnya menjadi tersebar.Diambil dari ungkapan jika kebanyakan malam telah berlalu,atau yang artinya goncang,atau yang artinya mengantuk,yaitu bahwa agama itu lemah,diambil dari ungkapan yang artinya tidur ringan.
DI MANA BANGSA ARAB PADA SAAT KELUARNYA DAJJAL?
Dari Ummu Syarik Radhiyallahu'anha bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
"Manusia benar-benar lari dari Dajjal ke gunung-gunung." Ummu Syarik bertanya,"Wahai Rasulullah,lalu di mana orang Arab ketika itu?" Beliau menjawab,'Mereka Sedikit'." (Shahih:Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab al-Fitan.no.2945;dan at-Tirmidzi.no.3930.)
Dan dalam hadits Aisyah Radhiyallahu'anha ia berkata kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam,
"Lalu di mana bangsa Arab ketika itu?"Beliau menjawab,"Bangsa Arab ketika itu sedikit." (Shahih:Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad,6/75-76.)
CIRI-CIRI DAJJAL
Dari Ibnu Umar Radhiyallahu'anhu ia berkata,"Rasulullah Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
'Sesungguhnya ia berbadan besar,berkulit merah,berambut keriting,dan buta sebelah seakan-akan biji anggur yang menonjol'." (Shahih:Diriwayatkan oleh al-Bukhari,no.3440;dan Muslim dalam kitab al-Fitan,no.100.)
Juga dari Ibnu Umar Radhiyallahu'anhu bahwa Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
"Ketika saya sedang tidur,saya melihat (dalam mimpi) diri saya thawaf mengelilingi Ka'bah.Tiba-tiba ada laki-laki berkulit sawo matang,berambut lurus,di kepalanya menetes atau mengalir air.Saya bertanya,'Siapakah orang ini?'Orang-orang menjawab,'Ibnu Maryam,' kemudian saya menoleh.Tiba-tiba ada laki-laki berbadan besar,berkulit merah,berambut keriting,buta sebelah matanya seperti biji anggur yang menonjol.Mereka berkata,' Ini Dajjal.'Orang yang paling mirip dengannya adalah Ibnu Qathan,yaitu seorang laki-laki dari Bani Khuza'ah." (Diriwayatkan oleh al-Bukhari,no.7128;dan Muslim,no.171.)
Sabda beliau,
"Kemudian saya menoleh ternyata ada laki-laki berbadan besar,berkulit merah,berambut keriting,buta sebelah."
Dalam riwayat Malik ditambahkan,"Berambut sangat keriting lagi buta sebelah."
Syu'aib menambahkan,"Buta sebelah kanan."
Dalam riwayat Hanzhalah,
"Dan saya melihat dibelakangnya laki-laki berkulit merah,berambut keriting,buta mata sebelah kanan."
Dalam sebuah jalur periwayatan ini disebutkan bahwa ia berkulit merah.Namun dalam hadits Abdullah bin Mughaffal dalam riwayat ath-Thabrani dinyatakan bahwa dia berkulit sawo matang dan keriting.Ada kemungkinan sawo matangnya bersih,dan ini tidak menafikan ia disifati bersama yang demikian itu dengan merah,karena sering kali warna sawo matang berubah kemerahan.
Dan dalam hadits Samurah,dalam riwayat ath-Thabrani,dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan al-Hakim disebutkan,
"Matanya sebelah kiri rata,seakan-akan matanya Abu Yahya seorang kake tua dari kalangan Anshar." (Fath al-Bari,13/113 dalam penjelasan hadits al-Bukhari,no.7128.)
Sabda beliau,
"Matanya seperti biji anggur yang menonjol."
Dengan huruf Ya',maknanya menonjol.Sebagian mereka meriwayatkannya 'Hamzah' artinya:hilang cahayahnya.
Al-Qadhi Iyadh berkata,"Kami meriwayatkannya dari kebanyakan kalangan tidak dengan hamzah,dan riwayat inilah yang dibenarkan oleh jumhur serta dipastikan oleh al-Akhfasy,artinya bahwa matanya menonjol seperti menonjolnya sebuah biji anggur di antara saudara-saudaranya." Ia berkata,"Sebagian para syaikh membacanya dengan hamzah dan sebagian mereka mengingkarinya,namun tidak ada alasan untuk mengingkarinya,karena telah datang dalam redaksi yang lain bahwa matanya rata,tidak cekung,tidak juga cembung (menonjol),dan seperti inilah sifat biji anggur jika telah berisi air,redaksi ini membenarkan riwayat dengan hamzah."
Saya (Ibnu Hajar) katakan,hadits tersebut dalam riwayat Abu Dawud disepakati oleh hadits Ubaidah bin ash-Shamit,redaksinya adalah "Laki-laki pendek berkaki bengkok" dengan huruf fa' disukunkan,kemudian difathahkan,lalu jim dari kata yang artinya 'Renggang antara dua betis atau dua paha.'Dan dikatakan (dalam riwayat lain),artinya punggung dua telapak kakinya rapat dan antara dua tumitnya renggang.Dan dikatakan (dalam riwayat lain),orang yang kakinya tidak lurus.Dalam hadits yang tersebut,"Berambut keriting,buta sebelah,matanya terhapus dan tidak menonjol." artinya:dalam/cekung,dan dengan mengedeoankan ha' berarti:tidak keras.
Dan dalam hadits Abdulullah bin Mughaffal,"Bermata rata."
Dalam hadits Samurah seperti itu juga,keduanya diriwayatkan oleh ath-Thabrani,tetapi dalam riwayat keduanya "Buta sebelah kiri."
(Seperti itu juga riwayat Muslim dari hadits Hudzaifah.Ini berbeda dengan sabda beliau dalam hadits bab ini:"Buta sebelah kanan" diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari hadits ini Ibnu Umar sehingga lebih kuat,dan yang seperti itu diisyaratkan oleh Ibnu Abdil Barr.)
Akan tetapi al-Qadhi Iyadh mengkompromikan keduanya seraya berkata,"Kedua-duanya harus dishahihkan dengan cara bahwa yang rata adalah matanya yang hilang cahayanya yaitu mata sebelah kanan sebagaimana dalam hadits Ibnu Umar,sedangkan matanya yang melotot seakan-akan sebuah bintang dan seakan-akan lendir yang menempel di dinding adalah mata sebelah kiri yang menonjol,sebagaimana yang datang dalam riwayat yang lain.Sehingga dengan demikian ia cacat mata sebelah kanan dan sebelah kiri sekalian.Masing-masing dari keduanya cacat,karena dari setiap sesuatu artinya adalah yang cacat,dan kedua mata Dajjal cacat,salah satunya cacat dengan kehilangan cahaya sehingga tidak melihat,dan yang lain cacat dengan tonjolannya." (Ibid.)
An-Nawawi berkata,"Perkataan ini adalah yang paling bagus."
Al-Qurthubi berkata dalam al-Mufhim,"Kesimpulan dari perkataan al-Qadhi Iyadh adalah bahwa masing-masing dari kedua mata Dajjal cacat.Salah satunya cacat dengan kehilangan cahaya sehingga tidak bisa melihat,dan yang lain cacat karena faktor bawaan,diciptkan sejak awal dalam keadaan cacat.Akan tetapi penafsiran ini dibantah bahwa masing-masing dari kedua belah matanya telah datang penyifatannya dalam riwayat yang lain berupa cacat,maka camkanlah!"
Al-Qurthubi,pemilik kitab ini,telah menjawabnya dalam al-Tadzkirah bahwa tafsir al-Qadhi benar,karena matanya yang rata adalah yang tidak menonjol dan tidak cekung yaitu yang kehilangan penglihatan,dan mata yang sebelah lagi telah digambarkan bahwa di atasnya terdapat kulit selaput mata yang kasar,yaitu kulit yang menutupi mata,apabila tidak dipotong,mata tidak akan dapat melihat.Dengan demikian cacat ada pada keduanya,karena selaput kalau kasar akan menjadikan mata tidak dapat melihat.Sehingga Dajjal adalah buta atau dekat kepada buta.Hanya saja kulit selaput mata telah disebutkan pada mata sebelah kanan dalam hadits Safinah dan pada mata seelah kiri dalam hadits Samurah,maka hanya Allah yang lebih mengetahui."
Saya katakan,Inilah yang diisyaratkan oleh gurunya dnegan ungkapannya,"Sesungguhnya masing-masing dari keduanya telah datang penyifatannya sama seperti yang disifatkan pada yang lain."Kemudian al-Qurthubi berkata dalam at-Tadzkirah,"Ada kemungkinan masing-masing dari keduanya ditutupi oleh kulit selaput mata,karena dalam hadits Hudzaifah disebutkan bahwa ia bermata rata,ditutupi kulit selaput yang kasar.Apabila mata yang rata saja ditutupi oleh kulit selaput,maka yang tidak demikian adalah lebih pantas."
Saya katakan,Kata azh-Zhafirah telah ditafsirkan bahwa ia adalah sepotong daging seperti segumpal darah.Disebutkan dalam hadits Abu Said dalam riwayat Ahmad,
"Dan matanya yang kanan cacat:Melotot tidak tersembunyi seakan-akan dahak yang menempel di atas tembok.Sementara matanya yang sebelah kiri seakan-akan bintang yang berkilau."
Dalam hadits ini kedua matanya disifatkan sekalian.Sementara dalam riwayat Abu Ya'la dari jalur ini,
"Buta sebelah,memiliki biji mata yang tajam tidak tersamar,seakan-akan sebuah bintang yang berkilau."
Mungkin ia lebih jelas,karena maksud dari menyifatinya dengan 'bintang' adalah terang cahayanya.Ini kebalikan dari menyifatinya dengan 'rata'.Dan disebutkan dalam hadits Ubay bin Ka'ab dalam riwayat Ahmad dan ath-Thabrani,
"Salah satu matanya seakan-akan kaca yang hijau."
Riwayat ini sesuai dengan penyifatannya dengan 'bintang'.Dan disebutkan dalam hadits Safinah dalam riwayat Ahmad dan ath-Thabrani,
"Matanya yang sebelah kiri buta dan pada matanya yang sebelah kanan terdapat sepotong kulit kasar."
Bisa disimpulkan dari semua hadits-hadits tersebut,bahwa yang benar dalam riwayat adalah muqayyad (dibatasi) dengan mata sebelah kanan.Dan dijelaskan dalam hadits Abdulullah bin Mughaffal,Samurah,dan Abu Bakrah bahwa matanya yang sebelah kiri rata,sementara adalah yang menonjol dan dia bukan rata.Yang aneh pada orang yang membolehkan riwayat dengan hamzah dalam kata dan tampa hamzah bersamaan dengan maknanya yang bertolak belakang adalah dalam hadits yang satu,seandainya itu dalam dua hadits yang berbeda tentu perkaranya akan mudah.
Adapun potongan kulit,maka bisa saja terletak pada salah satu dari kedua belah matanya,karena tidak berlawanan apakah ia rata atau menonjol.Sehingga jadilah yang gilang cahayanya adalah yang rata,sedangkan yang cacat namun masih tetap bercahaya adalah yang menonjol.Dan penyerupaanya dengan dahak yang menempel di atas dinding adalah suatu kiasan.Adapun penterupaanya dengan kaca hijau dan dengan bintang kemilau,maka hal tersebut tidaklah menafikan yang demikian itu.Karena banyak orang yang matanya menonjol tapi tetap melihat,maka Dajjal masuk dalam kelompok orang yang begini,wallahu a'lam.
Ibnu al-Arabi berkata,"Dalam keragaman sifat Dajjal seperti yang telah disebutkan berupa cacat merupakan penjelsan bahwa dia tidak dapat menghilangkan cacat dari dirinya bagaimanapun juga,dan bahwa dia 'diatur' pada dirinya."
Al-Baidhawi berkata,"Azh-Zhafrah adalah kulit selpaut yang tumbuh pada saluran air mata.Dan dikatakan (dalam riwayat lain),kulit yang keluar dari sisi mata yang berada dekat hidung.Hal ini tidak mencegah keberaannya pada mata yang sehat,di mana ia tidak menutup seluruh penglihatan menlainkan berada pada sisi matanya." (Ibid.)
Telah datang dalam hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu'anhu bahwa Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam di tanya tentang Dajjal.Dalam jawaban beliau terdapat, "Bahwa dia sangat putih." Dan artinya,yang sangat putih.
Dan dalam hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu'anhu,dari Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam,beliau bersabda,
"Dia buta sebelah dan putih,kepalanya seakan-akan seekor ular berbisa." (Shahih:Diriwayatkan oleh Ahmad,1/240 dan 313 dan dalam Majma'az-Zawa'id,7/337-338;al-Haitsami menisbatkannya kepada Imam Ahmad dan ath-Thabrani serta ia berkata,"Perawi-perawi keduanya adalah para perawi ash-Shahih.")
yang berwarna terang,yaitu yang tidak terlalu putih dan tidak terlalu hitam.
ular.Dan dikatakan (dalam riwayat lain),ular yang sangat besar berbadan pendek dan mampu melompati penunggang kuda kemudian membunuhnya.Rasulullah Shallallahu'alahi wa sallam menyerupakan kepada Dajjal dengannya karena kepalanya besar dan bundar." (Lisan al-Arab,1/164,cet.Dar al-Hadits.)
besar.
Hal ini dikuatkan oleh hadits Ibnu Abbas,dari Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam beliau bersabda,
"Saya melihat Dajjal berwarna kulit putih,berbadan sangat besar sekali,seakan-akan rambutnya adalah ranting-ranting pohon."
Yakni rambutnya tebal bercabang,dan dikuatkan oleh hadits shahih dari Hudzaifah bahwa Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi wa sallam ketika ditanya tentang Dajjal,beliau bersabda,
"Ia berambut tebal dan kusut." Dan Tamim ad-Dari Radhiyallahu'anhu pernah melihatnya dan ternyata ia seorang manusia yang menarik rambutnya.
laki-laki yang berbadan sangat besar.Dan adalah dinisbatkan kepadanya dengan ditambahkan alif dan nun untuk menunjukkkan kata sangat.
Dalam hadits Ka'ab al-Ahbar, "Salah satu tangannya lebih panjang dari yang lain." (Fath al-Bari,13/98.)
Al-Qurthubi berkata,"Ciri-ciri tersebut semuanya jelek,yang menjelaskan kepada setiap orang yang memiliki indra sehat,akan tetapi siapa yang Allah takdirkan atasnya kesengsaraan,maka dia akan ikut Dajjal pada apa yang didakwakannya berupa kedustaan dan kebodohan,dan akan terhalangi dari mengikuti yang haq.Sabda beliau Shallallahu'alaihi wa sallam,
"Sesungguhnya ia buta sebelah dan sesungguhnya Allah tidak buta sebelah,"
menjelaskan kepada setiap akal yang lemah,bahwa orang yang cacat,yang tidak mampu menghilangkan cacat dirinya,tidak sah menjadi tuhan sebab ketidakmampuan dan kelemahannya.Dan barangsiapa yang tidak kuasa menghilangkan cacat dari dirinya,akan lebih tidak kuasa lagi menghilangkan cacat dari diri orang lain." (Lihat Fath al-Bari,6/560.)
Masih berlanjut,tentang mahluk celaka ini (Dajjal)
"DAJJAL TIDAK MEMILIKI KETURUNAN"
Penulis: Shalahuddin Mahmud
Judul Asli: Al-Masih ad-Dajjal wa Ya'juj wa Ma'juj
Penerbit: Darul Ghad ak-Jadid
Al-Manshurah Mesir
Telp/Faks.002.050.2254224
Edisi Indonesia: MISTERI AKHIR ZAMAN
*Keluarnya Dajjal *Turunnya Isa al-Masih Alaihissalam
*Diutusnya Imam Mahdi *Munculnya Ya'juj wa Ma'juj
Penerjemah: Jamaluddin,LC
Muraja'ah: Tim Pustaka DH
Desain Cover: Gobaqsodor
Penyebar: Abdul Rahman Bin Muis
E-Mail : rahmanmuis@rocketmail.com






