Senin, 28 Oktober 2013

Kisah Malaikat Maut


Assalamu alaykum warahmatullah...

Allh swt bertanya kepada Malaikat pencabut nyawa, Izrail, "Apakah engkau kasihan terhadap hamba-hambaKu ketika mencabut nyawanya?"

Malaikat Izrail mejawab, "Ya allah, sepanjang masa, aku merasa kasihan kepada hamba-hambaMu. Aku pergi ke sebuah rumah dan harus mencabut nyawa sang ayah dari rumah itu. Sementara anaknya masih balita. Aku merasa kasihan kepada mereka. Terkadang aku harus mencabut nyawa seorang pemudah di hadapan ayah dan ibunya. Mereka sangat mencintai pemuda itu. Aku merasa kasihan kepada mereka. Ketika aku hendak mencabut nyawa seorang ibu, anak-anaknya yang masih kecil berkumpul dan menangis mengelilinginya. Kematian ibu itu menyebabkan anak-anak kecil itu menjadi yatim. Tapi, apa yang bisa kulakukan di hadapan perintahMu. Jadi, aku merasa kasihan terhadap semua mahkukMu."

Allah swt bertanya kepada malaikat Izrail, "Siapakah di antara hamba-hamba-Ku yang lebih engkau kasihani?"
Malaikat Izrail menjawab, "Ketika sebuah kapal berlayar di tengah lautan. Engkau memerintahkanku untuk menenggelamkan kapal itu, kecuaili seorang wanita dan bayinya yang baru lahir. Engkau memerintahkanku agar membiarkan mereka berdua tetap hidup. Wanita itu meletakkan bayinya di dalam secarik kain. Kemudian Engkau perintahkan aku untuk mencabut nyawa wanita itu. Bayi itu tinggal sendirian. Aku merasa kasihan pada bayi itu. Ombak lautan mengguncang bayi itu kesana-kemari. Hatiku sangat iba padanya"

izrailAllah swt bertanya kepada Izrail, "Wahai Izrail, apakah engkau tahu apa yang Aku lakukan terhadap bayi itu? Aku perintahkan ombak lautan untuk membawa bayi itu menuju sebuah pulau yang air dan udaranya bersih. Aku perintahkan angin untuk tidak mengguncang bati itu. Aku perintahkan awan untuk tidak menurunkan hujan. Aku perintahkan matahari untuk tidak membakar bayi itu dengan panas teriknya. Di suatu pulau, seekor harimau melahirkan anaknya. Aku perintahkan harimau itu untuk menyusui bayi manusia itu. Harimau menyusui bayi itu hingga ia tumbuh besar dan menjadi anak yang pemberani."

Ketika anak itu dewasa, sebuah kapal melewati pulau itu. Aku jadikan penumpang kapal itu mencintai anak itu. Mereka pun mengambilnya dan membawanya ke kota. Wahai Izrail, dengan berjalannya waktu dan upaya yang gigih, anak itu akhirnya menjadi raja. Ketika dia menunjukkan permusuhan denganKu, Aku mengutus Ibrahim menjadi Nabi supaya dia (Nabi Ibrahim) mengenalkan padanya tentang-Ku. Akan tetapi raja yang bernama Namrud itu malah berkata, "Aku adalah tuhan di bumi dan aku menyatakan perang kepada Tuhan langit."

"Namrud membuat sebuah kotak dan mengikatkannya pada kaki empat ekor burung rajawali. Namrud membiarkan rajawali itu kelaparan selama beberapa masa dan kemudian memberinya makan sekerat daging. Lalu Namrud duduk di dalam kotak dan membiarkan rajawali itu terbang ke langit. Di tangannya Namrud memegang busur dan anak panah. Setelah terbang tinggi, Namrud melepaskan anak panah ke arah langit. Aku memerintahkan Jibril mengambil seekor ikan laut untuk dijadikan sasaran panah Namrud."

"Malaikat Jibril bertanya pada-Ku, 'Ya Allah, Namrud datang untuk memerangi-Mu, Mengapa Engkau melimpahkan rahmat dan kasih sayang seperti ini kepadanya?'

"Kami (Allah) berfriman pada Jibril, Wahai dia (Namrud) datang untuk memerangi-Ku, tapi Kami tidak memeranginya. Apapun yang dilakukannya dia tetap hamba Kami. Dan jika dia datang kepada Kami dengan sebuah harapan, maka Kami tidak akan memupuskan harapannya."
Wallahu a'lam.


Kisah Penciptaan Malaikat Izrail A.S.

                                           Cuma Gambaran

Assalamu alaykum warahmatullah...

Malaikat Izrail a.s adalah salah satu malaikat yang wajib dikenal diantara 10 malaikat.
Dikenal juga dengan sebutan malaikat maut.
Besar, kuat, rupa dan bentuknya sama persis dengan malaikat Israfil.

Dalam sebuah kabar diceritakan, bahwa tatkala Allah akan menciptakan malaikat maut, perihal penciptaannya dirahasiakan bagi seluruh makhluk Allah yang tinggal di langit serta ditutupi dengan 1000 lapis hijab yang terbuat dari cahaya.

Mengenai besarnya adalah andaikan seluruh air lautan dituangkan di atas kepalanya, maka tidak ada satu tetes pun yang terjatuh.
Dan jauhnya perjalanan jarak antara Masyriq dan Maghrib (Timur dan Barat) bagaikan seorang yang sedang menghadapi hidangan diatas meja makan.
Dan besarnya alam raya ini bagi malaikat maut, seperti seseorang yang tengah membolak balikkan sekeping uang logam.

Pada saat penciptaannya, ia diikat dengan 70.000 rantai, dan setiap rantai panjangnya 1000 tahun perjalanan dunia, dan tidak ada satu pun malaikat Allah mengetahui dimana tempatnya berada dan bagaimana rupa sebenarnya.

Maka tatkala Allah menciptakan Almaut, Allah mempercayakan Almaut pada malaikat Izrail untuk menanggungnya.
Malaikat Izrail bertanya kepada Allah:
“Ya Allah, apa dan siapa Almaut itu ?”

Allah segera membuka tabir yang menutupi Almaut, sehingga seluruh malaikat yang ada di langit dapat menyaksikannya.
Lalu Allah berfirman kepada Almaut:
“Hai Almaut, terbanglah diatas kepala mereka dan tebarkanlah seluruh sayapmu”.

Almaut segera terbang dengan gagahnya diatas para malaikat, demi melihat kehebatan dan kewibawaannya, mereka jatuh tersungkur tak sadarkan diri selama 1000 tahun.
Setelah sadar mereka serentak bertanya:
“Ya Allah, makhluk apakah itu ?, betapa hebatnya dia, sehingga kami tak sanggup menyaksikannya ?”.

Allah menjawab:
“Dialah Almaut, dan kalian semua akan merasakan kepedihannya”.

Kemudian Allah berpaling kepada malaikat Izrail:
“Ya Izrail, genggamlah dia, Aku percayakan Almaut kepadamu”

Malaikat Izrail bertanya:
“Ya Allah, zat yang memiliki segala kekuasaan dan kekuatan, bagaimanakah aku harus menggenggamnya, sedangkan ia lebih besar dan lebih hebat dari pada aku ?”.

Allah menjawab:
“Jangan khawatir, engkau memiliki kekuatan yang tidak pernah Kuberikan kepada makhluk yang lain, genggamlah Almaut atas perintah dan izin-Ku”.

Akhirnya malaikat Izrail bersedia menerima perintah Allah untuk mengendalikan Almaut bagi seluruh makhluk yang memiliki ruh.

Dalam sebuah riwayat diceritakan, sebelum Almaut dipercayakan kepada malaikat Izrail, ia minta izin kepada Allah untuk berteriak di tujuh petala langit, dan Allah pun memberinya izin.
Lalu ia berteriak sekuat tenaga sehingga suaranya menggetarkan seluruh penduduk 7 lapis langit.

: Hai makhluk Allah, akulah Almaut, yang akan mencerai beraikan sepasang suami isteri yang sedang bercinta membina rumah tangganya.
Akulah yang akan memisahkan anak dari induknya, sehingga ia menjadi yatim piatu.
Akulah yang akan membuat seorang suami menjadi duda, dan seorang isteri menjadi janda.
Akulah yang memporak-porandakan ketentraman hidup manusia.
Akulah yang meramaikan pekuburan dan ingatlah seluruh makhluk Allah, aku akan mendatangimu, walaupun kamu sembunyi didalam sebuah benteng yang terbuat dari baja sekalipun.

Demikianlah teriakan Almaut yang membuat gentar seluruh penduduk langit dan bumi.

Dalam sebuah riwayat diceritakan, bahwa apabila Almaut hendak mendatangi seseorang, ia berdiri tegak dihadapannya, lalu orang itu bertanya:
“Siapa kamu dan apa maksud kedatanganmu untuk menemuiku ?”.

Almaut menjawab: “Akulah Almaut”

mendengar jawaban tersebut, tubuh orang itu bergetar.

“Akulah yang akan mengeluarkanmu dari kehidupan dunia, akulah yang akan menjadikan anak kesayanganmu menjadi yatim, akulah yang akan membuat isteri kesayanganmu yang cantik menjadi janda, dan akulah yang akan menjadikan harta kekayaanmu menjadi hak ahli waris”.

“Mengapa kau sia-siakan hidupmu yang sebentar ini ?, mengapa tidak kau penuhi catatan kitab amalmu dengan kebaikan ?, mengapa kau lupakan ajaran Allah yang telah melimpahkan rizqi yang banyak ?, mengapa kau pentingkan kehidupan dunia-mu dari pada akhirat-mu, padahal engkau tahu bahwa kehidupan di negeri akhirat itu lebih baik dan kekal ?. Pada saat inilah Allah telah menentukan akhir hidup-mu, bersiap-siaplah hai hamba Allah yang durhaka, ruhmu akan kucabut !!”

Ketika mendengar keterangan dari Almaut, ia segera memalingkan kepalanya ke kanan, disana ia melihat Almaut sedang menatap tajam kepadanya, begitu ia menatap ke Sebelah kiri, atas, bawah, bahkan ketika ia memejamkan matanya sekalipun, seolah-olah Almaut berada di pelupuk matanya.

Diceritakan pula dalam sebuah riwayat, bahwa tempat tinggal Almaut, adalah langit ke tujuh, akan tetapi ada ulama ahli kasyap yang berpendapat, bahwa tempat tinggalnya di langit yang keempat, dan Allah menciptakannya dari cahaya.

Almaut memiliki wajah yang menghadap ke Barat, Timur, Utara dan Selatan serta 70.000 kaki dan 4000 sayap, tubuhnya dipenuhi dengan mata dan lidah yang jumlahnya sebanyak bilangan makhluk Allah yang bernyawa, daripada manusia, jin, hewan, malaikat dan seluruh makhluk Allah yang tidak kita ketahui namanya.
Mata tersebut selalu mengawasi makhluk yang ditujunya, maka apabila makhluk itu mati terpejamlah mata yang menempel di tubuh Almaut.

Dan menurut riwayat yang lain, Almaut memiliki 4 wajah yang berlainan letak diatas kepalanya. Yaitu:
1. Wajah yang ada di atas kepalanya.
2. Wajah yang ada di hadapannya.
3. Wajah yang ada di belakangnya.
4. wajah yang berada di telapak kakinya.

Tatkala almaut hendak mencabut ruh para Nabi dan Rasul serta ruh para malaikat, ia menggunakan wajah yang ada di kepalanya.
Apabila hendak mencabut ruh orang mu'min yang shaleh, ia menggunakan wajah yang ada dihadapannya.
Apabila hendak mencabut ruh orang kafir, ia menggunakan wajah yang ada di belakangnya.
Dan apabila ia hendak mencabut ruh iblis, jin dan segala tentaranya, ia menggunakan wajah yang ada di telapak kakinya.
Salah satu kakinya selalu berpijak di tepi surga dan kakinya yang lain berpijak di tepi neraka.

Apabila ada orang kafir yang akan menemui ajalnya, Almaut segera turun dari langit bersama malaikat azab dengan wajah yang hitam dan kedua matanya yang merah menyala, ia membawa seperangkat pakaian dari neraka, kemudian keduanya duduk di sisi mayit sambil menanti kedatangan malaikat Izrail.
Maka setelah ruh si kafir itu dicabut, lalu diberikan ruh itu kepada malaikat azab untuk dibawa ke Sijjil (tempat menyimpan arwah orang-orang kafir).

Tatkala malaikat maut menjumpai sesorang yang hendak meninggal dunia ia bertanya kepada orang itu:
“Hai hamba Allah, apakah engkau mengenalku ?, akulah malaikat maut yang telah mengambil (mencabut) ruh kedua orang tuamu, dan sebenarnya engkau pun telah tahu bahwa suatu saat akupun datang mencabut nyawamu, mengapa semua ini tidak kau sadari ?, bukankah telah cukup peringatan dari kedua orang tuamu. Pada saat ini aku hendak mencabut nyawamu, dan engkau dapat menyaksikan ratapan dan tangisan anakmu, isterimu, tetanggamu dan sahabatmu yang mengiringi kepergianmu ke alam akhirat”.

“Hai hamba Allah, akulah malaikat maut yang telah lama kau kenal, betapa banyak tanda-tanda yang telah kau ketahui tentang saat kedatanganku, bagaimanapun hebat dan kuasanya seseorang, bagaimanapun kaya rayanya seseorang, dan bagaimanapun cantiknya, semua tak terlepas, dari pengawasanku”.

“Hai hamba Allah, bagaimana penilaianmu terhadap kehidupan ini ?”.

Si mayit menjawab:
“Pada saat ini akupun telah menyadari bahwa hidup di dunia hanya permainan dan tipu daya yang menyesatkan”.

“Hai hamba Allah yang durhaka !, mengapa kau tidak merasa malu mengerjakan dosa dan mengapa engkau tidak mampu menahan diri dari melakukan maksiat, hidupmu hanya di isi dengan usaha-usaha duniawi yang melalaikan ingat kepada Allah, kamu tidak mengenal mana yang haram dan mana yang halal, seolah-olah hidupmu akan abadi di dunia ini”

“Hai hamba Allah, harta kekayaan yang telah engkau usahakan, kini bukan milikmu lagi, semua hartamu kini sudah diperebutkan oleh anak-anakmu sebagai harta warisan, mereka sudah tidak mencintaimu lagi mereka lebih mencintai harta warismu, padahal masa hidupmu berjuang untuk membahagiakan mereka. Engkau telah melupakan jalan Allah, padahal Dia telah memberimu nikmat yang banyak. Engkau habiskan hartamu untuk kesenangan hawa nafsu yang membahayakan iman. Kamu tak pernah bershadaqah, padahal jalan untuk mensyiarkan agama Allah sangat banyak. Kamu tidak pernah berinfaq, padahal jutaan fakir miskin selalu menanti uluran tanganmu”

“Hai hamba Allah, pernahkah kamu membaca ayat Allah yang berbunyi: “(yaitu) dihari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, Dan (dihari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa, Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang- orang yang sesat" (QS. Asy-Syuara' :88-91). Pada hari ini, harta benda dan anak isteri tidak bermanfaat lagi, kecuali bagi orang yang menjumpai Allah dengan hati yang tentram sejahtera”

Mendengar penjelasan dari malaikat maut si mayit menangis menjerit-jerit:
“Ya Allah, ya Tuhanku tundalah masa pencabutan nyawaku ini, kembalikanlah aku ke alam dunia aku akan beribadah dan bershadaqah, serta menjadi orang mu'min yang shaleh”

Allah berfirman:
“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; Maka apabila Telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesa'at pun dan tidak dapat (pula) memajukannya”.
(QS. Al-A'raf: 34).

Apabila ajal telah menjumpai mereka, tidak dapat ditunda-tunda dan tidak dapat pula dipercepat.

Allah berfirman lagi:
“Sekali-kali jangan curang, Karena Sesungguhnya Kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin, Tahukah kamu apakah sijjin itu ?, (ialah) Kitab yang bertulis”.
(QS. Al-Muthaffifi: 7-9).

Sebagian ulama ahli tauhid berpendapat, bahwa malaikat Izrail bertugas mencabut ruh para Nabi dan Rasul saja.
Sedangkan manusia, malaikat, jin dan binatang, ia memberi tugas kepada malaikat yang mendampinginya.

Apabila seluruh makhluk telah dicabut nyawanya, hilanglah (terpejamlah) mata yang memenuhi seluruh tubuh Almaut dan berarti tugasnya sebagai pencabut ruh telah selesai, kecuali 8 malaikat yang tidak tercantum namanya ditubuh Almaut yaitu:
1. Malaikat Jibril a.s.
2. Malaikat Mikail a.s.
3. Malaikat Israfil a.s.
4. Malaikat Izrail a.s
Dan 4 malaikat lainnya yaitu Malaikat pemikul Arsy.

Tatkala malaikat maut menerima tugas sebagai pencabut nyawa, ia bertanya kepada Allah:
“Ya Allah, bagaimana aku dapat mengetahui, bahwa pada saat ini ada seseorang dari hambamu yang akan mati ?”

Allah S.W.T menjawab:
“Demi kekuasan yang berada di kedua tanganku, sesungguhnya aku telah mewakilkan bagi yang mengatur nafasnya, malaikat yang mengatur rizkinya dan malaikat yang mencatat amalnya. Apabila telah tiba ajal mereka akan datang kepadamu melaporkan tugasnya, jika ia orang shaleh, amalnya akan ditulis dengan cahaya, tapi jika ia orang durhaka, amalnya akan ditulis dengan bara api yang hitam, maka gugurlah daun yang bertuliskan namanya di bawah Arsy tepat dihadapan malaikat maut dan ia pun segera melaksanakan tugasnya”

Syekh Ka'ab Al Ahbar berpendapat:
“Sesungguhnya Allah telah menciptakan sebuah pohon kayu yang tumbuh di bawah Arsy, pohon itu dinamakan ﺳﺠﺮﺓ ﺍﻟﻤﻨﺘﻬــﻰ (Sajaratul Muntaha) yang mempunyai daun sebilangan/jumlah makhluk Allah, apabila seorang hamba memiliki jatah umur 40 hari lagi. Maka daun yang bertuliskan namanya berguguran tepat dihadapan malaikat maut, kemudian ia memerintahkan satu malaikat untuk mempersiapkan pencabutan ruhnya, dan semua penduduk langitpun tahu bahwa orang itu akan mati, padahal ia masih hidup di bumi 40 hari lagi”.

Sebagian ulama berpendapat:
“Apabila seorang hamba akan menemui ajalnya, Allah memerintahkan satu malaikat untuk menulis namanya dan di tempat mana ia akan mati, lalu dilaporkan kepada malaikat maut dan ia pun segera menjalankan tugasnya”

Imam Abu Laits berkata:
“Apabila seseorang hamba akan menemui ajalnya, berguguranlah daun kayu yang bertuliskan namanya. Jika daun itu berwarna hijau, orang itu dianggap celaka dan jika daunnya berwarna putih, orang itu akan selamat menghadap Allah. Adapun tempat kematiannya telah ditentukan oleh Allah”

Sesungguhnya Allah telah menciptakan satu malaikat yang bernama malaikat Arham, ia dan tentaranya bertugas menjaga seorang ibu yang sedang hamil, apabila telah genap 4 bulan, ia mencampur cairan janin bayi tersebut dengan tempat matinya nanti, maka apabila telah mahir kemanapun ia pergi, ia pasti akan menuju tempat kematiannya.

Sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur'an:
Katakanlah: “Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah”.
Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: “Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) disini”.
Katakanlah: “Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh”. Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.
(QS. Ali-Imran: 154).

Diceritakan oleh seorang ulama, bahwa malaikat maut pernah bersilaturahmi kepada nabi Sulaiman a.s, dengan menyamar sebagai manusia.
Pada saat itu Nabi Sulaiman sedang bercakap-cakap dengan seorang pemuda.
Setelah duduk, perhatiannya tidak terlepas kepada pemuda tersebut sehingga membuatnya menjadi ketakutan, lalu ia berkata kepada Nabi Sulaiman a.s:
“Ya Nabi Allah, izinkanlah hamba pergi kenegeri Cina, hamba hendak mengadu nasib disana”

Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan angin untuk menbawanya ke negeri Cina.
Setelah pemuda itu pergi, malaikat maut mendekati Nabi Sulaiman.
“Ya Nabi Allah, hamba mendapat tugas dari Allah untuk mencabut nyawa pemuda tadi hari ini dinegeri Cina dan pada mulanya hamba heran, mengapa ia berada disini sedang akhir hidupnya berada dinegeri Cina, tapi setelah hamba mendengar percakapan tuan tadi, hilanglah rasa heran hamba”

Nabi Sulaiman a.s tersenyum:
“Pergilah kamu hari ini ke negeri Cina dan laksanakanlah tugasmu !. Sesungguhnya Allah telah menentukan dimana seorang hamba akan menjumpai ajalnya”.

Sebagian ulama berpendapat:
“Sesungguhnya Allah-lah yang telah menghidupkan dan mematikan seluruh makhluknya, adapun kematian seorang hamba itu hanya disandarkan kepada malaikat maut, sebagai pelaksana tugas sedangkan pada hakekatnya Allah-lah yang telah mematikannya sebagaimana firman-Nya dalam al-Qur’an: “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati ...” (QS. Az-Zumar: 43).

Diceritakan pula oleh seorang ulama, bahwa ada seorang pemuda shaleh yang selalu berdo'a dengan ucapan ﺍﻟﻠﻬﻢ ﺍﻏﻔﺮﻟﻰ ﻭﻣﻠﻚ ﺍﻟﺸﻤﺲ (Allahumma ighfirlii wa malakus syam), artinya;
“Ya Allah, ampunilah segala dosaku dan rahmatilah malaikat penjaga matahari”.

Do'a itu selalu diucapkan dimanapun ia berada, sehingga membuat malaikat penjaga matahari minta izin kepada Allah untuk menjumpainya, dan Allah pun mengizinkannya.

Setelah keduanya bertemu; malaikat penjaga matahari bertanya kepadanya:
“Hai pemuda, apa maksudmu selalu mendo'akan aku ?”.

Pemuda itu menjawab:
“Aku ingin kau membawaku ke alam malaikat, lalu pertemukanlah aku dengan malaikat Izrail atau malaikat maut”.

“Untuk apa ?”
Tanya malaikat penjaga matahari.

“Aku ingin bertanya kepadanya, kapan ajalku tiba dan dimana tempat kematianku nanti”.

Atas izin Allah, pemuda itu pun dibawa oleh malaikat penjaga matahari untuk menemui malaikat maut.

Setibanya di matahari, malaikat itu berkata:
“Tunggulah kamu disini sebentar, aku ingin menemui malaikat maut, dilangit keempat”

Setibanya disana, ia berkata kepada malaikat maut:
“Hai malaikat maut, ada seorang pemuda shaleh yang selalu mendo'akan aku dan ia pun ingin sekali bertemu dengan mu”.

“Untuk apa ?”
Tanya malaikat maut.

“Dia hendak menanyakan kapan ajalnya tiba, dan dimana tempat kematiannya nanti”.

Malaikat maut menjawab:
“Hai malaikat penjaga matahari, sesungguhnya ajal pemuda itu adalah kau ini, dan tempat kematiannya adalah dekat dengan matahari”

Mendengar jawaban tersebut, malaikat penjaga matahari bergegas kembali ketempat pemuda yang menunggunya itu, dan benarlah pemuda itu telah meninggal.

Dan sebagian ulama berpendapat bahwa hewan selalu berdzikir kepada Allah siang dan malam sebagaimana halnya para malaikat.
Apabila ia berhenti berdzikir, maka malaikat maut pun siap mencabut ruhnya. Demikianlah ...

Wallahu a'lam.


Fakta Mengenai Yakjuj Dan Makjuj

Assalamu alaykum warhmatullah...

Saya percaya, hampir kesemua pembaca blog ini telah acap kali mendengar mengenai perihal bangsa Yakjuj dan Makjuj atau di dalam bahasa inggeris-nya disebut sebagai Gog and Magog. Ia merupakan salah satu daripada 10 tanda-tanda besar kiamat. Untuk entri kali ini saya akan menerangkan secara amat terperinci mengenai bangsa Yakjuj dan Makjuj berlandaskan pelbagai sumber rujukan dan pandangan ulama’ tersohor. Di harap entri saya pada kali ini dapatlah dijadikan sebagai ilmu yang sangat bermanfaat buat anda semua.

Yakjuj dan Makjuj adalah dua bangsa manusia yang akan muncul ketika dunia hampir kiamat untuk melakukan kejahatan dan kerosakan dasyat di muka bumi ini. Bangsa-bangsa ini dikatakan telah wujud sejak ribuan tahun lalu tetapi mereka dikurung di suatu lokasi rahsia oleh seorang pemerintah silam iaitu Zulkarnain. Sejak dikurung di lokasi tersebut, mereka terus hidup dari satu keturunan hingga ke keturunan yang lain sehinggalah tibanya waktu pembebasan mereka iaitu menjelang hari kiamat.

Sejak kewujudan bangsa-bangsa tersebut di ketahui umum, pengkaji terus-menerus mencari jawapan kepada pelbagai persoalan mengenai kehidupan mereka serta lokasi misteri yang mengurungi bangsa tersebut. Siapa sangka di sebalik kemajuan ketamadunan yang menghasilkan banyak bandar-bandar besar dibina di seluruh dunia, masih wujud bangsa misteri di satu lokasi yang menjadi ‘pusat tahanan’ Yakjuj dan Makjuj dan lokasi itu telah pun berjaya dijumpai pada hari ini bersama benteng atau temboknya.

Dalil Al Quran mengenai Yakjuj dan Makjuj

Kewujudan Yakjuj dan Makjuj adalah suatu yang pasti dan wajib diimani oleh seluruh umat Islam berdasarkan tanda-tanda besar sebelum tibanya hari kiamat. Kewujudan bangsa ini diceritakan sendiri oleh Allah swt menerusi firman-Nya di dalam kitab suci Al-Quran. Antaranya, menerusi surah al-kahfi, ayat ke-92 hingga 98, Allah swt berfirman:

Sehingga apabila ia sampai di antara dua gunung, ia dapati di sisinya satu kaum yang hampir-hampir mereka (Zulkarnain) tidak dapat memahami perkataan.

    Mereka berkata: "Wahai Zulkarnain, sesungguhnya kaum Yakjuj dan Makjuj sentiasa melakukan kerosakan di bumi; oleh itu, setujukah kiranya kami menentukan sejumlah bayaran kepadamu (dari hasil pendapatan kami) dengan syarat engkau membina sebuah tembok di antara kami dengan mereka?"

    Dia menjawab: "(kekuasaan dan kekayaan) yang Tuhanku jadikan daku menguasainya, lebih baik (dari bayaran kamu); oleh itu bantulah daku dengan tenaga (kamu beramai-ramai) aku akan bina antara kamu dengan mereka sebuah tembok penutup yang kukuh.

    Bawalah kepadaku ketul-ketul besi"; sehingga apabila ia terkumpul separas tingginya menutup lapangan antara dua gunung itu, dia pun perintahkan mereka membakarnya dengan berkata: "Tiuplah dengan alat alat kamu" sehingga apabila ia menjadikannya merah menyala seperti api, berkatalah dia: "Bawalah tembaga cair supaya aku tuangkan atasnya". Maka mereka tidak dapat memanjat tembok itu, dan mereka juga tidak dapat menebuknya.

    (Setelah itu) berkatalah Zulkarnain: "Ini ialah suatu rahmat dari Tuhanku; dalam pada itu, apabila sampai janji Tuhanku, Dia akan menjadikan tembok itu hancur lebur, dan adalah janji Tuhanku itu benar".

Setelah dikurung oleh Zulkarnain, Allah swt menceritakan pula mengenai kebangkitan bangsa Yakjuj dan Makjuj, pada hari-hari terakhir dunia sebelum kiamat. Yakjuj dan Makjuj akan turun ke dunia melalui puncak-puncak gunung tinggi. Menerusi surah al-Anbiyaa’, ayat ke-96 dan 97, Allah swt berfirman :

(Demikianlah keadaan mereka) hingga apabila terbuka tembok yang menyekat Yakjuj dan Makjuj, serta mereka meluru turun dari tiap-tiap tempat yang tinggi.

    Dan hampirlah datangnya janji hari kiamat yang benar, maka dengan serta-merta pandangan mata orang-orang yang kufur ingkar terbeliak (sambil berkata dengan cemas): "Aduhai celakanya Kami. Sesungguhnya kami telah tinggal dalam keadaan yang melalaikan kami daripada memikirkan perkara ini, bahkan kami telah menjadi orang-orang yang menganiaya diri sendiri".

Tembok Yakjuj Dan Makjuj Telah Terbuka

("…Maka mereka… tidak dapat menebuknya…"; al-Kahfi:97) Ayat ini telah menyatakan bahawa mereka tidak dapat menebuk tembok tersebut. Beribu-ribu tahun Allah swt memelihara tembok tersebut dan tiada sesiapa pun yang mampu menebuk tembok itu melainkan apabila Allah swt mengizinkan Yakjuj dan Makjuj dilepaskan.

Sebaliknya, di dalam satu hadis pula ada menceritakan iaitu Nabi bangkit dari tidur (dalam satu riwayat yang lain, Nabi masuk ke rumah Zainab binti Jahsyi), lalu berkata, "Celakalah Arab kerana kejahatan telah hampir. Yakjuj dan Makjuj telah menembusi tembok seluas ini!" Nabi mengisyaratkan lubang dengan menemukan ibu jari dan jari telunjuk.

Cuba kita perhatikan, hadis diatas ini telah menyatakan bahawa tembok itu "telah pun ditembusi" tetapi bagaimana pula dengan ayat 97 surah al-Kahfi yang menyatakan bahawa Yakjuj dan Makjuj "tidak dapat menebuknya"? Makna terhadap ayat 97 surah al-Kahfi ini adalah, tiada satu makhluk pun di seluruh alam ini mampu menebuk tembok tersebut kecuali dengan keizinan Allah swt manakala makna hadis diatas pula adalah, Allah swt telah pun melepaskan mereka dan mereka telah pun berjaya menebuk tembok tersebut melalui keizinan Allah swt. Kesimpulannya ialah, bangsa Yakjuj dan Makjuj sudah lama terlepas keluar ke dunia luar! (segala kebenarannya hanyalah milik Allah swt).

Bencana Di Sebalik Gunung.

Puncak gunung yang dikatakan sebagai tempat Yakjuj Makjuj akan turun di akhir zaman nanti adalah di pergunungan Caucasus dan juga banjaran-banjaran tinggi di sekitar Mongolia, Kazakhstan dan juga Russia Selatan contohnya seperti banjaran Himalaya, Tien Shan, Elbruz, dan lain-lain. Banjaran-banjaran yang tinggi itu merupakan tembok semula jadi ciptaan Allah swt sebagai penghalang daripada ancaman dashyat Yakjuj dan Makjuj dan selebihnya pula adalah tembok-tembok ciptaan manusia sendiri iaitu Tembok Besi Iskandar Zulkarnain di Fergana, Tembok Besar China, Gerbang Besi Tiemen Kuan, Tembok Derbend di Gunung Caucasus, Tembok Gorgan di Iran Utara dan Tembok Kota Zeng Zhou (segala kebenarannya hanyalah milik Allah swt).

Tembok-tembok inilah yang dikatakan telah menyekat serangan Yakjuj dan Makjuj  terhadap penduduk terdekat suatu ketika dahulu. Selain dari kisah sejarah Tembok Besi Zulkarnain, pernahkah anda meneliti sejarah mengenai tujuan pembinaan Tembok Besar China? . Sejarah telah mencatatkan bahawa puak-puak nomad Mongol (diyakini sebagai suku kaum Yakjuj) dan puak-puak nomad Turkik (diyakini sebagai kaum Makjuj) telah lama mengganggu dan menyerang ketenteraman penduduk di China lalu Tembok Besar China dibina bagi menghalang kaum Yakjuj dan Makjuj daripada mencoroboh masuk! Perhatian, Tembok Besar China bukanlah tembok yang dibina oleh Zulkarnain. Sesetengah pengkaji Islam menyatakan bahawa Tembok Besi Zulkarnain diyakini berada di Tasik Toktogul di sekitar banjaran Tien Shan, di Fergana (segala kebenarannya hanyalah milik Allah swt).

Dalam surah Al-Kahfi ayat ke-90 ada menyatakan bahawa Zulkarnain tiba ‘di tempat terbitnya matahari’ yang mana lokasinya adalah di Timur bumi. Yakjuj dan Makjuj berasal dari bangsa Tartar, Khazar dan juga Mongol iaitu di sekitar selatan Russia, Mongolia serta Kazakhstan. Sesetengah ulama' juga ada menceritakan bahawa bangsa itu telah lama dikurung di kawasan Asia Tengah. Mengikut hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, ciri-ciri suku kaum Yakjuj dan Makjuj dikatakan seperti orang Asia Tengah iaitu berkulit kuning, bermuka bulat, dan tidak ubah seperti bangsa Scythian Asiatik (Mongol = Yakjuj) dan Scythian Eropah (Russia Selatan = Makjuj). Hipotesis yang paling kuat buat masa ini telah menyatakan bahawa memang mereka la bangsa itu (segala kebenarannya hanyalah milik Allah swt)

Jika kita mengatakan bahawa bangsa Yakjuj dan Makjuj itu hanya hidup di dalam tanah dan sentiasa mengoreknya sehingga ke hari ini adalah tidak logik sama sekali kerana amat mustahil jika sesorang manusia dapat hidup di dalam tanah tanpa berbekalkan udara dan makanan yang mencukupi juga tanpa cahaya matahari! Tembok yang telah menjadi penghalang terhadap suku kaum Yakjuj dan Makjuj daripada keluar telah lama dikorek dan dihancurkan oleh mereka. Kini mereka hanya menunggu masa sahaja untuk melakukan keganasan dan kemusnahan di penghujung dunia kelak!

*Segala kebenaran datangnya dari Allah swt manakala segala kesilapan datangnya dari diri saya sendiri. Sekian Terima Kasih. WASSALAM...

Dalil Al Quran mengenai Yakjuj dan Makjuj
Dalil Al Quran mengenai Yakjuj dan Makjuj

Sabtu, 26 Oktober 2013

Tanda-Tanda Hari Kiamat



Tanda tanda-tanda kiamat kecil dan besar

Di antara tanda-tanda kiamat kecil ialah muncul banyak fitnah, banyak terjadi pembunuhan, perbuatan hina merajalela, perbuatan keji dan kemungkaran semisal zina, minum arak, perjudian, merasa bangga dengan perbuatan buruk dilakukan secara terang-terangan. Sehingga, orang yang berpegang teguh pada agamanya bagaikan orang yang menggenggam bara api.
Demikianlah pula termasuk di antara tanda-tanda kiamat kecil ialah dicabutnya ilmu, kebodohan nampak, kuantitas kaum perempuan banyak sekali, kaum laki-laki hanya sedikit, sutra banyak dipakai, banyak orang menjadi penyanyi, seseorang melewati kuburan orang lain, lalu dia berkata, “Seandainya saja aku berada di posisi dia.”
Termasuk di antara tanda-tanda kiamat kecil ialah muncul para dai yang menyesatkan, para pemimpin yang menyimpang, amanat disia-siakan dengan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya. Demikian pula minimnya kebaikan, jarang hujan, sering terjadi gampa, banjir, harga-harga barang melangit, kaum perempuan keluar dengan menanggalkan pakaian, berpakaian tapi telanjang.
Di samping itu, termasuk di antara tanda-tanda kiamat kecil ialah terjadinya peperangan yang menentukan antara kaum Yahudi dan kaum muslimin. Akhirnya kaum muslimin membunuh mereka sehingga orang-orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, lalu pohon atau batu tersebut berbicara, “Wahai orang muslim, wahai hamba Allah! Ini orang Yahudi di belakang saya. Kemarilah, bunuh dia!” Kecuali pohon Gharqad, karena sesungguhnya pohon Gharqad termasuk pohon orang Yahudi.
Di samping itu, termasuk tanda-tanda kiamat kecil ialah waktu berjalan terasa cepat, sehingga setahun seakan-akan hanya sebulan, sebulan seakan-akan hanya satu jam, dan satu jam bagaikan bara api yang membakar.
Termasuk pula di antara tanda-tanda kiamat kecil ialah menyia-nyiakan shalat, menuruti hawa nafsu, Orang pendusta dibenarkan, dan orang yang jujur didustakan, orang yang berkhianat dianggap dapat dipercaya, orang yang dapat dipercaya dianggap berkhianat. Alquran menjadi lenyap. Yang tersisa hanyalah tulisannya, mushaf-mushaf dihias dengan emas, kaum perempuan jadi pembicara, dan masjid-masjid juga dihias.

Diantara tanda-tanda kiamat besar ialah sebagai berikut:

Terbitnya matahari dari arah barat

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kiamat tidak akan datang sebelum matahari terbit dari arah Barat. Apabila orang-orang melihat hal ini, maka semua orang yang ada di atasnya beriman. Hal ini pada saat tidak berguna lagi iman seseorang yang memang belum beriman sebelum itu, atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu.”

Kabut

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Maka Tunggulah pada hari ketika langit membawa kabut yang tampak jelas yang meliputi manusia. Inilah adzab yang pedih.” (QS. Ad-Dukhan: 10-11)
Yang dimaksud dengan dukhan dalam ayat ini ialah kabut tebal yang memenuhi antara langit dan bumi yang muncul sebelum kiamat datang yang mengambil nafas orang-orang kafir sehingga mereka hampir tercekik sedangkan bagi orang-orang mukmin seperti mengalami pilek. Kabut ini berlangsung di muka bumi selama empat puluh hari.

Munculnya Dabbah (binatang) yang dapat berbicara dengan manusia

Di antara tanda-tanda kiamat besar ialah keluarnya Dabbah (binatang) dari dalam bumi yang dapat berbicara dengan manusia dengan bahasa yang fasih yang dapat dipahami oleh semua yang mendengarnya. Dabbah itu mengabarkan kepada mereka bahwa manusia dahulu tidak beriman kepada ayat-ayat Allah. Dabbah ini muncul di akhir zaman pada saat manusia telah mengalami kebobrokan, mereka meninggalkan perintah-perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala, dan mengganti agama yang benar. Lantas Dabbah berbicara kepada mereka, “Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat kami.” Dabbah ini keluar dengan membawa tongkat Nabi Musa ‘alaihissalam dan cincin Nabi Sulaiman ‘alaihissalam. Hidung orang-orang kafir diberi cap dengan cincin. Dan wajah orang mukmin menjadi terang berkat tongkat tersebut sehingga dapat dikenali antara orang mukmin dan orang kafir.
Munculnya al-Masih Dajjal
Dia dinamai al-A’war ad-Dajjal karena dia buta sebelah matanya yang kanan. Fitnahnya merupakan fitnah terbesar yang menimpa orang-orang di akhir zaman. Al-A’war ad-Dajjal tidak hanya mengaku-aku sebagai nabi, bahkan dia juga mengaku-aku sebagai tuhan. Muncul beberapa hal-hal yang luar biasa melalui kedua tangannya sebagai bentuk istidraj dari Allah Subhanahu wa Ta’ala kepadanya dan sebagai ujian bagi para manusia. Dia berkata kepada langit, “Hujanlah!” Maka langit pun menurunkan hujan. Dia berkata kepada bumi, “Keluarkanlah tanamanmu dan kekayaan yang kau pendam!” Maka bumi pun mengeluarkannya. Dia dapat membunuh manusia lalu menghidupkannya kembali. Dia mengelilingi seluruh permukaan bumi. Semua daerah yang dia masuki pasti dia berbuat kerusakan di dalamnya kecuali Mekah dan Madinah. Sebab, jika dia hendak memasukinya, dia menjumpai malaikat yang menjaganya, makanya dia kembali dan gagal. Dajjal kali pertama muncul di sebuah kota yang bernama Asfihan. Pada awalnya dia diikuti oleh tujuh puluh ribu orang Yahudi. Kemudian dia diikuti oleh orang-orang rendahan, orang-orang bodoh, dan rakyat jelata. Dia berada di muka bumi selama empat puluh hari. Ada sehari yang bagaikan setahun. Ada yang sehari bagaikan sebulan. Dan ada sehari yang bagaikan sepekan. Selebihnya, hari-hari sebagaimana hari-hari biasa.
Semua keterangan ini terdapat di dalam hadis-hadis shahih. Kami akan menuturkan sebagian di antaranya dengan pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Tidak ada seorang nabi pun melainkan memberi peringatan kepada umatnya mengenai orang buta sebelah yang pendusta. Ingalah bahwa dia buta sebelah. Sesungguhnya Rabb kalian tidak buta sebelah. Di antara kedua matanya tertulis ‘kafir’ yang dapat dibaca oleh semua muslim.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
Sesungguhnya Dajjal keluar dengan membawa air dan api. Maka, air yang dilihat oleh orang-orang sesungguhnya adalah api yang membakar. Sedangkan api yang dilihat oleh orang-orang, sesungguhnya adalah air yang dingin dan segar. Barangsiapa di antara kalian yang menjumpai hal ini, maka hendaklah dia menjatuhkan diri pada sesuatu yang dilihatnya api, karena sesungguhnya hal itu adalah air segar yang baik.”
An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menuturkan tentang Dajjal pada suatu pagi. Beliau merendahkan tetapi juga meninggikan suaranya, sampai-sampai kami menduga bahwa Dajjal berada di satu sisi pohon kurma.” (Maksudnya, beliau merendahkan suaranya dengan menyebutkan bahwa dia buta sebelah dan di antara kedua matanya tertulis ‘kafir’. Beliau juga memandang besar fitnah Dajjal karena mencakup hal-hal yang luar biasa. Artinya, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh mengganggap dekat munculnya Dajjal. Beliau menggunakan redaksi yang bermacam-macam, baik yang merendahkan maupun yang meninggikan –redaksi sehingga kami menduga- untuk bersungguh-sungguh dalam menganggap dekat –bahwa Dajjal berada di satu sisi pohon kurma- di (Madinah).
Beliau bersabda, “Selain Dajjal yang lebih saya khawatirkan atas diri kalian. Apabila dia muncul sedangkan saya masih ada di antara kalian, maka sayalah yang akan mematahkan hujjahnya untuk membela kalian. Apabila dia muncul dan saya sudah tidak ada di antara kalian, maka tiap-tiap orang membela dirinya sendiri. Allah yang menggantikan diriku atas setiap orang muslim. Dajjal adalah pemuda yang berambut keriting, matanya sayu, seakan-akan saya menyamakannya dengan Abdul Uzza bin Qathan (seseorang yang binasa pada masa jahiliyah). Barangsiapa bertemu dengannya, maka bacakan kepadanya bagian pembukaan surat Al-Kahfi. Dia muncul di daerah antara Syiria dan Irak. Dia membuat banyak kerusakan di kanan dan di kiri. Wahai hamba-hamba Allah! Tetaplah (pada keimanan dan janganlah melenceng darinya).” Kami bertanya, “Wahai Rasulullah! Berapa lama dia berada di muka bumi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Empat puluh hari. Yang sehari bagaikan setahun. Sehari lagi bagaikan sebulan. Dan sehari lagi bagaikan sepekan. Sedangkan hari-hari lainnya seperti hari-hari biasa.
Kami kembali bertanya, “Wahai Rasulullah! Pada sehari yang bagaikan setahun, cukupkah bagi kami melakukan shalat untuk sehari dalam hari tersebut?”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak. Perkirakanlah kadar waktunya.”
Kami bertanya lagi, “Wahai Rasulullah! Seperti apakah kecepatan Dajjal di bumi?”
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Bagaikan mendung yang ditiup angin. Dia mendatangi suatu kaum, lalu dia mengajak kaum tersebut, kemudian mereka beriman kepadanya dan menerimanya. Lantas dia memerintahkan langit untuk menurunkan hujan, maka langit pun menurunkan hujan. Dia memerintahkan bumi untuk mengeluarkan tanaman, lantas bumi pun menumbuhkan tanamannya, sehingga binatang-binatang ternak mereka kembali di penghujung siang dalam keadaan yang sangat baik, punuknya besar, serta gemuk dan kenyang. Kemudian dia mendatangi kaum lain, lalu dia mengajak kaum tersebut, dan ternyata kaum ini menolaknya (mereka masih teguh dengan ketauhidannya), lantas dia berpaling dari kaum tersebut, lantas mereka mengalami paceklik (tidak ada hujan turun di wilayah mereka dan rerumputan menjadi kering). Tidak ada harta apa pun di tangan mereka dan mereka berjalan melewati reruntuhan, kemudian Dajjal berkata pada reruntuhan tersebut, ‘Keluarkanlah harta pendamanmu,’ maka harta pendaman reruntuhan tersebut mengikutinya sebagaimana ratu lebah. Selanjutnya Dajjal memanggil seorang pemuda kekar, lalu dia membelahnya dengan pedang menjadi dua bagian yang terpisah jauh sejauh lemparan, kemudian dia memanggilnya lagi, lantas potongan tubuh itu menghadap dengan wajah yang berseri-seri sambil tertawa.
aDalam kondisi yang demikian, selanjutnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Nabi Isa Al-Masih bin Maryam ‘alaihissalam. Beliau turun di menara putih sebelah timur Damaskus, mengenakan dua pakaian yang diwarnai, seraya meletakkan kedua telapak tangannya pada sayap dua malaikat. Ketika beliau menundukkan kepalanya, keringat bercucuran bagaikan permata. Orang kafir tidak mungkin mencium nafasnya kecuali langsung mati. Nafas beliau sampai sejauh mata memandang. Kemudian Nabi Isa mencari Dajjal sehingga beliau menemukannya di Bab Lud (nama tempat Syiria) lalu nabi Isa membunuhnya. Selanjutnya Nabi Isa mendatangi kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu beliau mengusap wajah-wajah mereka, beliau menjelaskan kepada mereka derajat mereka di surga.
Dalam kondisi demikian, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi wahyu kepada Nabi Isa ‘alaihissalam, ‘Sungguh, Aku telah mengeluarkan hamba-hamba-Ku. Tidak ada seorang pun yang mempunyai kemampuan untuk memerangi mereka. Kumpulkanlah mereka ini ke bukit Tursina (Jadikanlah bukit Tursina sebagai benteng).’ Selanjutnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengirim Ya’juj Ma’juj. Mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Orang pertama di antara mereka melewati danau Thabariyah, lalu mereka meminum airnya. Orang terakhir juga melewatinya, lalu mereka berkata, ‘Sungguh, tadi ada di danau ini banyak airnya.’ Nabi Isa ‘alaihissalam beserta sahabat-sahabatnya semakin kepepet, sehingga kepala sapi bagi salah seorang di antara mereka lebih baik dari pada seratu dinar bagi kalian semua hari ini (lantaran mereka sangat membutuhkan makanan), kemudian Nabi Isa beserta sahabat-sahabatnya berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Mereka memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar gangguan Ya’juj Ma’juj segera dihilangkan), lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengirim cacing di dalam hidung unta dan kambing pada leher-leher mereka. Lantas mereka pun mati sekaligus. Kemudian Nabi Isa ‘alaihissalam beserta sahabat-sahabatnya turun ke bumi. Ternyata mereka tidak menemukan tempat sejengkal pun di muka bumi kecuali dipenuhi oleh bau busuk. Lantas Nabi Isa beserta sahabat-sahabatnya memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian Allah mengirimkan burung-burung semisal leher unta. Burung-burung itu membawa bangkai Ya’juj Ma’juj lalu dilemparkan sesuai kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala mengirimkan hujan yang tidak dapat ditahan oleh tanah keras dan gandum. Maka, bumi pun dicuci bersih sehingga seperti kaca. Kemudian dikatakan kepada bumi, ‘Tumbuhkanlah buah-buahmu dan kembalikanlah berkahmu.’ Pada hari itu sekelompok orang memakan delima dan mereka berteduh dengan kulitnya, air susu sangat diberkahi. Bahkan, seekor unta yang hampir melahirkan mencukupi untuk sekelompok orang banyak. Seekor sapi yang hampir melahirkan mencukupi untuk satu kabilah. Seekor kambing yanghampir melahirkan mencukupi satu suku. Dalam kondisi demikian, tiba-tiba Allah Subhanahu wa Ta’ala mengirimkan angin yang baik, lalu angin ini mengena mereka di bawah ketiak mereka, sehingga ruh setiap orang mukmin dan muslim dicabut. Yang masih tersisa tinggal orang-orang jahat. Orang-orang pun melakukan hubungan seks sebagaimana keledai (artinya, lelaki dan perempuan melakukan hubungan seks secara terang-terangan di hadapan banyak orang bagaikan keledai). Maka, dalam kondisi demikian datanglah hari kiamat.” (HR. Muslim)

Turunnya Nabi Isa bin Maryam ‘alaihissalam

Termasuk di antara tanda-tanda kiamat besar ialah turunnya al-Masih Nabi Isa bin Maryam ‘alaihissalam. Alquran dan hadis-hadis telah menunjukkan hal ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Tidak ada seorang pun di antara ahli kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. Dan pada hari kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka.” (QS. An-Nisa: 159)
Artinya, tidak ada seorang pun dari ahli kitab melainkan akan beriman kepada Nabi Isa ‘alaihissalam menjelang kematiannya dan pada hari kiamat Nabi Isa ‘alaihissalam akan memberi kesaksian kepada mereka.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
Dan sungguh, dia (Isa) itu benar-benar menjadi pertanda akan datangnya hari kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang (kiamat) itu dan ikutilah aku. Inilah jalan yang lurus.” (QS. Az-Zukhruf: 61)
Sesungguhnya turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam merupakan tanda-tanda kiamat sudah dekat. Terdapat beberapa hadis mutawatir mengenai turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam. Sekarang ini Nabi Isa ‘alaihissalam hidup di langit. Allah Subhanahu wa Ta’ala mengangkat ruhnya dan jasadnya kehadirat-Nya. Beliau akan turun ke bumi sebagai hakim yang adil yang menetapkan hukum berdasarkan syariat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Asy-Syaikhani meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi Dzat yang menguasai jiwaku. Sungguh, putra Maryam akan turun kepada kalian semua sebagai hakim yang adil. Lalu dia menghancurkan salib, membunuh babi, dan meniadakan pajak. Harta pun melimpah-limpah sehingga tidak ada seorang pun yang mau menerima (pemberian orang lain). Sehingga sujud sekali lebih baik dari pada dunia dan isinya.” Terdapat di dalam hadis-hadis shahih pula bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam adalah orang yang akan membunuh Dajjal. Dan setelah misi Nabi Isa bin Maryam ‘alaihissalam selesai, beliau meninggal dunia, lalu kaum muslimin menshalatinya dan dimakamkan di kamar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang suci.

Keluarnya Ya’juj Ma’juj

Ya’juj Ma’juj disebutkan di dalam Alquran Al-Karim di dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi. Mereka berkata, ‘Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?’.” (QS. Al-Kahfi: 94)
Ya’juj Ma’juj merupakan kabilah dari keturunan Yafits bin Nuh. Mereka keluar di akhir zaman setelah dinding penghalang yang dibuat oleh Dzulqarnain jebol. Lantas mereka membuat kerusakan di muka bumi dengan berbagai macam tindakan keji dan kerusakan. Saking banyaknya, mereka memakan makanan dan tanaman apa saja yang dijumpainya dan meminum danau Thabariyah sampai seakan-akan tidak pernah ada airnya.

Keluarnya api yang menggiring manusia ke padang Mahsyar

Api ini keluar dari tanah ‘Adn, yaitu api besar yang menakutkan. Tidak ada sesuatu pun yang dapat memadamkannya. Api ini menggiring manusia ke padang Mahsyar. Demikianlah di antara tanda-tanda kiamat besar. Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar menyelamatkan kita dari api dunia dan akhirat dan semoga Dia menyelamatkan kita dari kengerian kiamat berkat anugerah-Nya dan kemuliaan-Nya. Sungguh, Dia Maha Mendengar dan Mahadekat.

Kejujuran Iblis Kepada Rasulullah


Dialog Iblis Dan Rasulullah s.a.w – Iblis Musuh Yang Nyata

Assalamu alaykum warhmatullah....Alhamdulillah pada hari  ini saya di beri kesempatan untuk berkongsi perihal makhluk Allah s.w.t yang di beri nama Iblis. Iblis merupakan satu bangsa Jin yang sangat alim, warak, ahli ibadah, menjadi ketua kepada Malaikat dan Jin. Apabila Allah s.w.t menjadikan Nabi Adam a.s dan memerintahkan semua makhluk untuk sujud kepada Nabi Adam a.s., Iblis engkar dan tak nak sujud. Iblis telah di murkai dan di laknati oleh Allah s.w.t.
Atas kejadian tersebut Iblis telah minta tangguh umurnya sehingga hari Qiamat dan berjanji untuk menyesatkan seluruh anak cucu Nabi Adam a.s. dengan segala cara dan tipu dayanya. Iblis berjanji di depan Allah s.w.t untuk menyesatkan keseluruhan umat manusia kecuali mereka2 yang IKHLAS kerana Allah s.w.t.
Untuk itu kita perlu waspada mengenai hasutan, pelan tindakkan, strategi penyesatan, dan permainan Iblis dan rakan-rakannya. Kita tahu kita tidak boleh nampak Iblis dan Iblis boleh nampak kita dan boleh mengalir di salur darah kita. Kita tahu Iblis ini memang pandai dalam bab Ilmu Agama dan juga Ilmu2 yang lain. Ia lebih mahir dan lebih tahu perihal manusia itu. Setiap manusia yang lahir akan ada bersamanya “Iblis” yang memerhati setiap gerak geri dari kecil sehingga mati. Iblis ini mencari masa yang sesuai untuk menyesatkan manusia.
Jika orang itu warak dan alim maka akan di sesatkan dengan kewarakan dan kealimannya. Jika orang itu berilmu maka dia akan memaniskan ilmunya untuk lebih berilmu dan mula lupakan tuhan. Jika orang itu meminati perkara yang samar maka ia akan menjelaskan dan mengatakan yang samar itulah yang benar.
TUJUAN IBLIS : Ialah untuk MENYESATKAN umat manusia dan MEMBELAKANGKAN ALLAH s.w.t di dalam kehidupan supaya  sama-sama menyertai Iblis.
Untuk itu marilah kita kenali Iblis melalui Dialog antara Rasulullah s.a.w dengan Iblis untuk kita semua lebih peka akan tindak-tanduk Iblis dalam kehidupan kita. Semoga kita semua di beri Rahmat dan Pentujuk untuk menjadi hamba yang benar-benar Ikhlas kepada Allah s.w.t.
Dialog Iblis Dan Rasulullah s.a.w – Iblis Musuh Yang Nyata
Dari Muadz bin Jabal, dari Ibu Abbas: Ketika kami sedang bersama Rasulullah saw di kediaman seorang sahabat Anshar, terdengar panggilan seseorang dari luar rumah, “Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk? Sebab kalian akan membutuhkanku.” Rasulullah saw bersabda: “Tahukah kalian siapa yang memanggil?” Kami menjawab: “Allah dan rasul-Nya yang lebih tahu.” Rasulullah melanjutkan, “Itu Iblis, laknat Allah bersamanya.”
Lalu Saidina Umar bin Khattab berkata:“Izinkan aku membunuhnya wahai Rasullulah.” Rasulullah menahannya: “Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan untuk ini, pahamilah apa hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.”
Ibnu Abbas ra berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. Di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.
Iblis berkata: “Salam untukmu Muhammad. Salam untukmu para hadirin”
Rasulullah saw lalu menjawab: “Salam hanya milik Allah swt, sebagai makhluk terlaknat, apa keperluanmu?”
Iblis menjawab: “ Wahai Muhammad, aku datang kesini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa”.
“Siapa yang memaksamu?”
“Seorang malaikat utusan Allah mendatanganiku dan berkata: Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. Jawablah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.”
“Oleh karena itu aku sekarang mendatanganimu. Tanyalah apa yang hendak Kau tanyakan. Jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. Tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.”
Orang yang dibenci Iblis
Rasulullah saw lalu bertannya kepada iblis: “Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?” Iblis segera menjawab: “Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah makhluk Allah yang paling aku benci.”
“Siapa selanjutnya?” tanya Rasulullah saw.
“Pemuda yang bertaqwa memberikan dirinya mengabdi kepada Allah swt.”
“Lalu Siapa lagi?”
“Orang alim dan wara’ (loyal)”
“Lalu siapa lagi?”
“Orang yang selalu bersuci (juga merujuk kepada orang yang tetap wudu’nya).”
“Siapa lagi?”
“Seorang yang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain?”
“Apa tanda kesabarannya?”
“Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang – orang yang sabar.”
“Selanjutnya apa?”
“Orang yang bersyukur”
“Apa tanda kesukurannya ?”
“Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya”.
“Pandanganmu mengenai orang seperti Abu Bakar?”
“Ia tidak menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.”
“Umar Bin Khattab ?”
“Demi Allah, setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur (ketakutan).”
“Usman Bin Affan?”
“Aku Malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.”
“Ali Bin Abi Thalib?”
“Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. Tetapi ia tak akan mau melakukan itu.” (Ali Bin Abi Thalib selalu berdzikir terhadap Allah swt)
Amalan yang Dapat Menyakiti Iblis
“Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?”
“Aku merasa panas dingin dan gemetar.”
“Kenapa?”
“Sebab, setiap seorang hamba yang bersujud 1 kali kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat hamba terebut.”
“Jika seorang umatku berpuasa ?”
“Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.”
“Jika ia berhaji?”
“Aku seperti orang gila.”
“Jika ia membaca Al-Qur’an?”
“Aku merasakan diriku meleleh laksana timah di atas api”
“Jika ia bersedekah?”
“ Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.”
“Mengapa bisa begitu ?”
“ Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. Yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.”
“Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?”
“Suara kuda perang dijalan Allah.”
“Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?”
“Taubat orang bertaubat (orang yang benar-benar taubatnya).”
“Apa yang dapat membakar hatimu?”
“Istighfar diwaktu siang dan malam.”
“Apa yang dapat mencoreng (melukakan) wajahmu?”
“Sedekah yang diam-diam (contoh mudah ialah tangan kanan bersedekah walhal tangan kiri tidak mengetahui akan sedekah tangan kanan tersebut).”
“Apa yang dapat merusak wajahmu?”
“Shalat fajar.”
“Apa yang dapat memukul kepalamu?”
“Shalat berjamaah.”
“Apa yang paling mengganggumu?”
“Majlis para ulama.”
“Bagaimana cara makanmu?”
“Dengan tangan kiri dan jariku.”
“Dimanakah kau menaungi anak-anak mu dimusim panas?”
“Dibawah kuku manusia (perintah supaya memendekkan kuku).”
Manusia Yang Menjadi Teman Iblis
Lalu Baginda Rasulullah bertanya lagi: “Siapa temanmu wahai Iblis?”
“Pemakan riba”
“Siapa sahabatmu?”
“Penzina”
“Siapa teman tidurmu?”
“Pemabuk”
“Siapa utusanmu?”
“Tukang sihir (juga merujuk kepada orang yang menyesatkan)”
“Apa yang membuatmu gembira?”
“Bersumpah dengan cerai
“Siapa kekasihmu?”
“Orang yang meninggalkan Solat Jumaat”
“Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?”
“Orang yang meninggalkan solatnya dengan sengaja”
Iblis Tidak Berdaya Dihadapan Orang yang Ikhlas
Rasullullah SAW lalu bersabda lagi: “Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan ummatku dan menyengsarakanmu.”
“Iblis segera menjawab: “Tidak. Tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga Hari Akhir. Bagaimana Kau bisa berbahagia dengan ummatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku? Demi yang menciptakan diriku dan memberikanku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang saleh, kecuali hamba Allah yang Ikhlas (Mukhlisin).”
“Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?”
“Tidaklah Kau tahu wahai Muhammad, bahawa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat orang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjungan, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan serta hatinya masih selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.”
Iblis dibantu oleh 70 000 anak – anaknya
Iblis berkata lagi: “Tahukah kamu wahai Muhammad, bahwa aku mempunyai 70 000 anak dan setiap anak memilki 70 000 syaitan. Sebahagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama’. Sebahagian untuk mengganggu anak-anak muda, sebahagian untuk mengganggu orang tua, sebahagian untuk menggunggu wanita tua, sebagian anakku juga aku tugaskan kepada para zahid.
Aku punya anak yang suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. Tanpanya manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.”
“Aku juga punya anak yang suka menaburkan sesuatu dimata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur hingga pahalanya terhapus.”
“Aku juga punya anak yang senang berada di lidah manusia. Jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia ceritakan kepada manusia (membangga-bangga), maka 99% pahalanya akan terhapus.”
“Pada setiap seseorang wanita yang berjalan, anakku dan syaitan duduk dipinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.”
Iblis berkata lagi: “Keluarkan tanganmu, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaitan pun menghiasi kukunya. Mereka, anak-anak ku selalu menyusup dan berubah
ke satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.”
“Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa akannya.”
Berkata lagi Iblis tersebut: “Tahukah kamu wahai Muhammad? Bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya sembuh seketika. Aku terus meggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.”
Cara Iblis Menggoda
Iblis menyambung ceritanya: “Tahukah kamu wahai Muhammad? Dusta berasal dari diriku. Akulah mahluk pertama yang berdusta. Pendusta adalah sahabatku. Barang siapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku. Tahukah kau Muhammad? Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa derngan nama Allah bahwa aku benar-benar menasihatinya. Sumpah dusta adalah kegemaranku. Ghibah (gosip) dan Namimah (adu domba) kesenanganku. Kesaksian palsu kegembiraanku.
Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata-kata cerai,isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. Jadi semua anak-anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, iaitu Cerai.”
Iblis menyambung: “Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur-ngulur (melambat-lambatkan) solat, Setiap ia hendak berdiri untuk solat, aku bisikkan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia menundanya hingga ia melaksanakan solat di luar waktu, maka solat itu dipukulkannya ke mukanya.”
“Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya lihat kiri dan kananmu, ia pun menoleh. Pada saat itu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku ucapkan ‘solatmu tidak sah’. Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul?”
“Jika ia solat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. Iapun solat seperti ayam yang mematuk beras. Jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjama’ah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkan sebelum iamam. Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.”
Iblis menyambung lagi: “Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika menguap, syaitan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. dan ia pun semakin taat padaku.”
Iblis berkata kepada Rasulullah: “Kebahagiaan apa untukmu, sedangkan aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. Aku katakan padanya, ‘Kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. Orang sakit dan miskin tidak. Jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.’ Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat, maka Allah akan menemuinya dalam kemurkaan.”
“Wahai Muhammad, apakah engkau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari Islam?”
10 Permintaan Iblis Kepada Allah SWT
Rasulullah bertanya pula kepada Iblis: “Berapa yang kau pinta dari Tuhanmu?”
“10 macam”
“ Apa saja?”
“Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman, “Berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak.
Dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan” (Qs Al Isra :64).
“Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan bercampur dengan riba. Aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.”
“Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah. Maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaitan.”
“Aku minta kepada Allah agar aku bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai ‘masjid’ku. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai ‘kitab’ku.
Aku minta agar Allah memberikan saudaraku, maka ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku. Allah berfirman, “Orang-orang boros (membazir) adalah saudara-saudara syaitan. “(Qs. Al – Isra:27).
“Wahai Muhammad, aku juga meminta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia. Allah menjawab, “Silakan,” aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebahagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.”
Iblis berkata lagi: “Wahai Muhammad, aku tak bisa meyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikkan dan menggoda,”
“Jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorang pun. Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya Rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun dimuka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang telah ditentukan sengsara. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak diperut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.” (nafi makhluk, Isbatkan Allah)
Rasulullah SAW lalu membaca ayat berikut: “Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT” (QS Hud : 118 – 119). Juga membaca, “Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku” (Qs Al-Ahzab :38). Iblis lalu berkata: “Wahai Rasul Allah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering.
Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para Nabi dan Rasul, pemimpin penduduk syurga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin makhluk-makhluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. Aku si celaka yang terusir. Ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. Dan aku tidak sesekali berbohong.”
Begitulah kisah mengenai Iblis, yang telah dipersaksikan kehadapan Baginda Rasulullah saw tanpa ada sedikit pun penipuan dalam percakapannya. Maha Suci Allah yang menciptakan berbagai-bagai ragam Makhluk-Nya. Hanya tinggal untuk membuat pilihan antara kita, sama ada jalan ‘benar’ atau jalan sebaliknya yang hendak kita pilih dalam mendapatkan Redha Allah swt.

Wassalam...

Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda